Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Bambang Aswatama, Kisah Tragis Putra Resi Drona dalam Perang Bharatayuddha

AKURAT.CO Sejarah, Bambang Aswatama adalah seorang tokoh yang dikenal dalam epik Mahabharata, salah satu kisah paling terkenal dalam mitologi Hindu.
Namun, kisahnya sendiri penuh dengan tragedi dan penderitaan, sebagai putra Resi Drona, seorang tokoh penting dalam perang Bharatayuddha.
Asal-usul yang Ajaib
Bambang Aswatama lahir dari Resi Drona dan Dewi Krepi, putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru.
Namun, keunikan Aswatama tidak hanya pada keturunannya yang agung, tetapi juga pada penampilannya yang unik.
Ia memiliki rambut dan telapak kaki yang menyerupai kuda. Hal ini terjadi karena ibunya, Dewi Krepi, sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani ketika mengandungnya, dalam upaya untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan.
Peran dalam Perang Bharatayuddha
Dalam perang Bharatayuddha, nasib Aswatama terus berubah. Ayahnya, Resi Drona, gugur dalam perang karena terkena siasat dari pihak Pandawa.
Mereka berbohong kepada Drona bahwa Aswatama telah gugur, tetapi yang sebenarnya dimaksud adalah seekor gajah bernama Hestitama yang terdengar seperti "Aswatama".
Drona, putus asa setelah menanyakan kebenaran kabar tersebut kepada Yudhistira yang dikenal tidak pernah berbohong.
Kesedihan dan Pengkhianatan
Aswatama merasa kecewa dengan sikap Duryodana yang terlalu membela Salya, yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Karna.
Akibatnya, Aswatama memutuskan untuk mundur dari perang Bharatayuddha. Namun, dendam dalam hatinya masih membara.
Setelah perang usai dan keluarga Pandawa pindah ke Hastinapura, Aswatama menyelundup ke dalam istana dengan maksud membunuh mereka.
Dengan penuh kebencian, ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya), Pancawala (putera Yudhistira), Banowati (janda Duryodana), dan Srikandi.
Kehancuran dan Akhir Tragis
Namun, balas dendam Aswatama tidak berujung baik baginya.
Akhirnya, ia bertemu dengan nasibnya sendiri.
Dalam pertempuran dengan Bima, Aswatama tewas karena badannya hancur dipukul oleh Gada Rujakpala, senjata penuh kekuatan yang dimiliki Bima.
Kisah Bambang Aswatama dalam perang Bharatayuddha adalah sebuah cerminan tentang betapa kuatnya dendam dan kebencian dapat menghancurkan bahkan tokoh-tokoh yang kuat sekalipun.
Meskipun memiliki kekuatan dan keturunan yang agung, akhirnya ia tumbang di tangan keadilan.
Sebuah kisah yang mengingatkan kita akan pentingnya menjauhi dendam dan kebencian dalam hidup.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia di Puncak, Indonesia Punya Misi Geser Harimau Malaya









