Jateng

Sejarah Perjalanan Masjid Muamar Qaddafy: Simbol Spiritualitas dan Arsitektur Modern di Bukit Az-Zikra

Theo Adi Pratama | 16 Februari 2024, 10:48 WIB
Sejarah Perjalanan Masjid Muamar Qaddafy: Simbol Spiritualitas dan Arsitektur Modern di Bukit Az-Zikra

AKURAT.CO Sejarah, Di tengah perbukitan yang indah di wilayah Sentul Selatan, Jawa Barat, berdiri sebuah masjid yang menjadi ikon dalam pengembangan perumahan Islami Bukit Az-Zikra.

Masjid ini, yang dibangun oleh Yayasan Az-Zikra di bawah kepemimpinan Ustaz Muhammad Arifin Ilham, adalah hasil dukungan dana dari World Islamic Call Society, sebuah organisasi dakwah Islam internasional yang berbasis di Tripoli, Libya.

Oleh karena itu, masjid ini diberi nama Masjid Muamar Qaddafy, mengambil nama dari seorang pemimpin terkemuka Libya.

Dengan tinggi menara mencapai 57 meter, masjid ini menonjol di antara perbukitan sekitarnya.

Baca Juga: Sejarah Keagungan Masjid Raya Bandung: Landmark Bersejarah yang Menjadi Penyeimbang Kehidupan Sosial Warga Ibukota Jawa Barat

Secara keseluruhan, masjid terdiri dari tiga lantai bangunan utama, lengkap dengan sepasang bangunan serambi yang mengapit gedung utama.

Corak arsitektur masjid ini menggabungkan karakter universal arsitektur Islam dengan unsur lokal tropis. Kubah, portal lengkung, minaret, ornamen bintang delapan, dan kaligrafi memperindah bangunan ini.

Arsitektur tropis termanifestasi dalam karakteristik atap tajug piramida, emperan besar, dan empat tiang penyangga utama dengan jajaran tiang pendukung keliling.

Elemen tiang penyangga miring pada bagian emperan memberikan sentuhan artistik pada bangunan masjid.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Malang: Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Malang, Sebuah Sejarah yang Menginspirasi

Warna putih mendominasi masjid ini, melambangkan kesederhanaan dan kebersihan, sementara nuansa merah dari genting dan nuansa hitam dari batu alam memberikan kontras alami yang menawan.

Salah satu elemen yang mencolok secara visual adalah dua replika payung dari Masjid Nabawi di Arab Saudi, yang dapat terbuka dengan sistem hidrolik.

Payung-payung ini, yang direncanakan akan ada enam buah, melambangkan perlindungan bagi mereka yang hidup dalam keimanan.

Dalam konsep arsitektur yang minimalis, tidak ada aksen ukiran atau pahatan yang menghiasi interior masjid, menekankan kesederhanaan yang diinginkan.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Gedung Bersejarah di Purworejo : Dari Hollandse Kweekschool hingga SMA Negeri 7 Purworejo

Konsep bangunan yang terbuka mencerminkan prinsip green architecture, meminimalkan penggunaan penerangan dan pendingin udara yang berlebihan.

Masjid Muamar Qaddafy tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah shalat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan zikir yang melibatkan ribuan umat.

Lapangan parkir yang luas mampu menampung puluhan bus besar, ratusan mobil, dan ratusan motor, memfasilitasi kegiatan jamaah dengan baik.

Ukuran dasar masjid dan jarak antar baris shalat memiliki makna spiritual yang dalam, merujuk pada jumlah wirid dan kelipatan terkecil dari ukuran dasar tersebut.

Baca Juga: Mengulik Perjalanan Sejarah Masjid Tan Kok Liong: Simbol Kebangkitan Spiritual di Pondok Pesantren At Taibin

Menara yang dilengkapi dengan fasilitas lift dan terbuka untuk umum menawarkan pemandangan spektakuler dari perbukitan Sentul, menjadi tambahan menarik bagi wisata rohani.

Dengan keindahan arsitektur dan keberkahan spiritualnya, Masjid Muamar Qaddafy tidak hanya menjadi landmark di Bukit Az-Zikra, tetapi juga sebuah tempat yang memperkuat ikatan umat Muslim dalam ibadah dan penghayatan agama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.