Jateng

Sejarah Perjalanan Brigjen Piola Isa: Dari Pemuda Pejuang Hingga Tokoh Hukum dan Politik

Theo Adi Pratama | 15 Desember 2023, 08:00 WIB
Sejarah Perjalanan Brigjen Piola Isa: Dari Pemuda Pejuang Hingga Tokoh Hukum dan Politik

AKURAT.CO Sejarah, Pada awal November 1945, semangat perjuangan merebak di Ganti, Gorontalo.

Pemuda-pemuda bersemangat berkumpul di bawah pimpinan Omar Papeo untuk mendengarkan pesan penting dari Gubernur Sulawesi, Sam Ratulangi, di Makassar.

Pesan tersebut menentang kedatangan Belanda kembali ke Indonesia.

Seorang pemuda bernama Abdul Gani tiba di Ganti, membawa pesan krusial dari Gubernur Ratulangi.

Perjalanannya dari Sulawesi Selatan ke Gorontalo melalui jalur yang berliku, melewati Pare-pare, Majene, Mamuju, dan Pasangkayu.

Abdul Gani, yang sepanjang perjalanan mengaku sebagai pemuda biasa, sebenarnya adalah Piola Isa, seorang pejuang asli Gorontalo.

Baca Juga: Kebaya Janggan: Pesona Elegan dengan Sejarah Perlawanan

Peran Penting dalam Pembentukan Kekuatan Republik di Sulawesi Tengah dan Gorontalo

Pertemuan di Gorontalo menjadi tonggak bersejarah, di mana kekuatan Republik Indonesia mulai terbentuk di Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

Abdul Gani, atau Piola Isa, memainkan peran kunci dalam membentuk kesatuan dan semangat perlawanan.

Setelah kesepakatan dicapai, Abdul Gani kembali ke Sulawesi Selatan, membawa semangat perjuangan dan harapan untuk kemerdekaan.

Namun, perlu dicatat bahwa Abdul Gani bukanlah nama asli, melainkan identitas lain yang digunakan oleh Piola Isa dalam misinya.

Perjalanan Panjang dalam Perang Kemerdekaan dan Penumpasan Pemberontakan

Piola Isa tidak hanya berhenti pada peranannya sebagai kurir pesan penting.

Seiring berjalannya waktu, ia menjadi bagian aktif dari Tentara Rakyat Indonesia Sulawesi (TRIS) dan terlibat dalam berbagai konflik yang melibatkan perjuangan kemerdekaan.

Baca Juga: Mengulik Sejarah dan Kisah Mohammad Hatta: Sepak Bola di Hati, Perjuangan di Jiwa

Selama Agresi Militer Belanda, Isa terlibat dalam penumpasan Peristiwa Madiun 1948.

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, Isa tetap bersama pasukan dan terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk melawan pasukan KNIL dan penumpasan pemberontakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan.

Perjalanan Karier Militer dan Politik

Meski terlibat dalam berbagai pertempuran, Piola Isa tidak hanya dikenal sebagai perwira tempur.

Setelah perang berakhir, ia melanjutkan pendidikannya di Akademi Hukum Militer (AHM) dan Perguruan Tinggi Hukum Militer (PTHM).

Ia menjadi bagian dari angkatan pertama PTHM pada tahun 1962 hingga 1966.

Pascapendidikannya, Piola Isa menduduki jabatan di Kehakiman Angkatan Darat dan Mahkamah Agung.

Pada tahun 1981, ia menjadi Hakim Agung merangkap Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Militer di Mahkamah Agung.

Keterlibatannya dalam bidang hukum militer membawanya meraih pangkat Brigadir Jenderal TNI.

Di samping kariernya di bidang militer, Piola Isa juga terlibat dalam dunia politik.

Ia menjadi anggota fraksi Golongan Karya (Golkar) hasil pemilihan Pemilu 1971 dan 1977.

Nama besar Isa pun diabadikan dalam sejarah, menjadi nama jalan di utara kota Gorontalo, Jalan Brigjen Piola Isa.

Baca Juga: Sejarah Istilah Gerbangkertosusila: Mengungkap Pesona Metropolitan Jawa Timur

Legenda Hidup Gorontalo

Brigjen Piola Isa adalah figur kaya perjalanan hidup, dari pemuda pejuang di awal kemerdekaan hingga tokoh hukum dan politik yang berpengaruh.

Perannya dalam membentuk kesatuan perjuangan dan kontribusinya dalam memelihara keadilan militer menjadikannya legenda hidup dari tanah Gorontalo.

Jalan yang diberinya nama menjadi saksi bisu bagi perjalanan panjang seorang pejuang yang tak kenal lelah untuk negerinya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.