Ga Nyangka Banget! Ternyata Tarik Tambang Bukan Lomba Asli Indonesia? Ini Sejarah Uniknya yang Jarang Diketahui!

JATENG.AKURAT.CO, Setiap tanggal 17 Agustus, kita pasti nggak bisa lepas dari berbagai lomba rakyat yang seru.
Mulai dari balap karung, makan kerupuk, sampai yang paling ikonik: tarik tambang! Lomba ini bukan cuma soal adu kuat, tapi juga jadi simbol persatuan dan kerja sama, kan?
Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, dari mana sih asal-usul tarik tambang ini?
Ternyata, jawabannya bikin kaget, lho! Tarik tambang itu bukan permainan asli Indonesia!
Menurut buku "Pariwisata dan Permainan Tradisional" karya Hisna, dkk., tarik tambang punya sejarah yang panjang banget, bahkan sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Yuk, kita telusuri jejaknya!
Dari Latihan Militer di China
Tarik tambang pertama kali tercatat di China pada abad ke-8 sebelum Masehi. Awalnya, permainan ini bukan buat seru-seruan, tapi buat melatih kekuatan tentara! Bayangin, para prajurit adu kuat buat meningkatkan fisik mereka.
Baru pada masa pemerintahan Kaisar Xuanzong, tarik tambang berubah fungsi.
Permainan ini mulai dimainkan masyarakat umum sebagai hiburan. Dari sinilah, tarik tambang mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Menyebar ke India dan Yunani Kuno
Jejak tarik tambang juga ditemukan di India. Menurut Hisna, permainan ini sudah ada sejak abad ke-12 sebelum Masehi.
Di Yunani, sekitar 500 tahun sebelum Masehi, tarik tambang juga dikenal sebagai olahraga untuk melatih kekuatan fisik.
Jadi, sejak zaman kuno, tarik tambang memang sudah jadi cara orang-orang untuk mengadu kekuatan.
Kok Bisa Jadi Lomba Wajib di Indonesia?
Lalu, bagaimana tarik tambang bisa sampai ke Indonesia dan jadi lomba wajib di perayaan 17 Agustusan?
Dalam buku yang sama, disebutkan bahwa belum ada bukti pasti kapan permainan ini masuk ke Nusantara. Tapi, ada dugaan kuat tarik tambang dibawa oleh bangsa Belanda pada masa penjajahan.
Pada awalnya, tarik tambang bukan permainan di sini. "Ia digunakan sebagai cara menarik benda-benda berat seperti kayu, batu, dan pasir," ungkap Hisna.
Dari aktivitas berat inilah, tarik tambang perlahan berkembang menjadi permainan rakyat yang menghibur.
Seiring waktu, masyarakat Indonesia melihat ada nilai sosial yang kuat di balik permainan ini.
Kemenangan bukan cuma soal kuat-kuatan, tapi juga soal kekompakan, strategi, dan kerja sama. Nilai-nilai ini sangat lekat dengan semangat gotong royong bangsa kita.
Maka, nggak heran kalau tarik tambang akhirnya jadi lomba wajib dalam perayaan HUT RI.
Permainan yang awalnya dari China dan digunakan untuk melatih militer, kini menjadi simbol kebersamaan dan perjuangan rakyat Indonesia.
Jadi, meskipun bukan permainan asli kita, tarik tambang sudah jadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa.
Ia mengingatkan kita bahwa dengan kerja sama, kita bisa meraih kemenangan, bahkan untuk menarik tambang yang paling berat sekalipun! Merdeka!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






