Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Abiyasa, Pujangga dan Pemimpin Agung dalam Mahabharata

Theo Adi Pratama | 6 Maret 2024, 15:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Abiyasa, Pujangga dan Pemimpin Agung dalam Mahabharata

AKURAT.CO, Abiyasa, yang juga dikenal dengan nama Resi Wiyasa dalam Mahabharata, adalah sosok yang kaya akan kebijaksanaan dan keilmuan.

Lahir sebagai putra Resi Palasara dari pertapaan Retawu dan Dewi Durgandini, putri Prabu Basuketi, raja Wirata, Abiyasa memiliki warisan kearifan dan kesaktian yang luar biasa.

Dengan sifat pandai, cerdas, arif bijaksana, dan berwibawa, Abiyasa memiliki berbagai keahlian dan keistimewaan.

Dia adalah ahli bertapa, ahli nujum, tabib terampil, serta memiliki ilmu kesaktian yang memukau.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Sanghyang Asmara, Dewa Kasih dan Kehidupan Harmonis

Selain itu, Abiyasa juga memiliki pengetahuan yang mendalam dalam tata negara dan tata pemerintahan, menjadikannya sosok yang dihormati dan diandalkan oleh banyak orang.

Dalam mengisi kekosongan tahta kerajaan Astina setelah kematian Prabu Wicitrawirya, Abiyasa dibawa oleh Dewi Durgandini ke Astina dan diangkat sebagai raja dengan gelar Prabu Kresnadwipayana.

Dia kemudian menikahi Dewi Ambika dan Dewi Ambiki, janda-janda Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya, dan memiliki dua putra: Drestarasta dan Pandu.

Selain itu, Abiyasa juga menikahi Dewi Datri dan memiliki putra bernama Yamawidura.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Antareja, Satria Perkasa dalam Warisan Pewayangan

Setelah menobatkan Pandu sebagai raja Astina, Abiyasa kembali ke pertapaan Retawu, tempat dia terus mengabdikan dirinya pada kehidupan spiritual.

Selain menjadi seorang pemimpin yang adil dan bijaksana, Abiyasa juga dikenal sebagai pujangga besar yang menciptakan karya agung dalam Mahabharata.

Kisah kepahlawanan Mahabharata yang terdiri dari seratus ribu seloka dan dibagi dalam delapan belas buku dikenal sebagai Parwa, menjadi warisan kebudayaan yang tak ternilai harganya.

Abiyasa meninggal setelah berakhirnya perang Bharatayuda, tepatnya satu pekan setelah kelahiran Parikesait, putra Abimanyu dengan Dewi Utari.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Amba, Sebuah Kisah Tragedi dan Kutukan Abadi

Dia moksa kembali ke alam Nirwana dengan menaiki kereta cahaya, meninggalkan warisan kebijaksanaan dan keilmuan yang akan dikenang selamanya.

Kisah Abiyasa tidak hanya memperkaya alur cerita Mahabharata, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya dalam menghargai kearifan dan kebijaksanaan dalam kehidupan dan kepemimpinan.

Sebagai sosok yang diberkahi oleh dewata dengan umur panjang dan kebijaksanaan yang luar biasa, Abiyasa tetap diingat sebagai salah satu pahlawan yang tak terlupakan dalam epik Mahabharata.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.