Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Anila, Tokoh Senapati Perang yang Tangkas dan Gesit

Theo Adi Pratama | 3 Maret 2024, 17:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Anila, Tokoh Senapati Perang yang Tangkas dan Gesit

AKURAT.CO, Anila, seorang wanara atau kera berbulu biru tua, memiliki kecepatan luar biasa, seperti angin saat berjalan.

Ia adalah salah satu senapati perang dalam bala tentara kerajaan Kiskenda di bawah pimpinan Prabu Sugriwa.

Anila diciptakan oleh Bathara Narada, sehingga wujudnya kerdil pendek yang mirip dengan penciptanya.

Meskipun tubuhnya kecil, Anila sangatlah sakti. Ia memiliki sifat-sifat yang luar biasa: pemberani, cerdik, pandai, tangkas, dan trengginas.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Ditya Mamangmurka, Legenda Patih yang Penuh Tragedi

Prabu Sugriwa mengangkat Anila menjadi patih negara Gowa Kiskenda karena keberaniannya yang luar biasa.

Dalam perang Alengka, Anila memainkan peran penting sebagai senapati perang melawan patih negara Alengka, Arya Prahasta.

Pertempuran sengit terjadi antara keduanya. Meskipun Anila jauh lebih kecil ukurannya daripada Prahasta yang besar dan gagah perkasa, kecerdasan dan ketangkasannya membuatnya mampu mengimbangi lawannya.

Saat situasi perang semakin genting, Anila melihat sebuah tugu batu di pinggir arena pertempuran.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Resi Manumayasa, Legenda Kebijaksanaan dan Kepahlawanan di Marcapada

Dengan kekuatan luar biasa, Anila mengangkat tugu tersebut dan menghantamkannya ke kepala Prahasta.

Akibat benturan yang keras, kepala Prahasta hancur dan nyawanya pun melayang.

Tugu batu tersebut juga hancur, namun secara ajaib berubah menjadi Dewi Indradi atau Windradi, istri Resi Gotama dari pertapaan Erraya atau Grastina.

Dewi Indradi, yang juga ibu dari Dewi Anjani, Subali, dan Sugriwa, mengucapkan terima kasih pada Anila sebelum kembali ke kahyangan Kaindran untuk hidup sebagai bidadari.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Matswapati, Sang Legenda Penguasa Bijaksana dari Astinapura

Setelah perang Alengka berakhir, Anila kembali ke Gowa Kiskenda.

Seperti banyak wanara lainnya, takdir hidup Anila tidak dapat diketahui dengan pasti.

Namun, peran dan pengabdiannya dalam perang Alengka tetap menjadi bagian yang tak terlupakan dalam sejarah kerajaan Kiskenda, mengukuhkan namanya sebagai salah satu senapati perang yang tangkas dan gesit.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.