Jateng

Sejarah dan Perjalanan Tradisi Bibibi: Tradisi Ramadhan yang Memikat di Kota Probolinggo, Jawa Timur

Theo Adi Pratama | 29 Februari 2024, 12:00 WIB
Sejarah dan Perjalanan Tradisi Bibibi: Tradisi Ramadhan yang Memikat di Kota Probolinggo, Jawa Timur

AKURAT.CO Sejarah, Di tengah kehidupan modern, di Kota Probolinggo, Jawa Timur, terdapat tradisi kuno yang tetap hidup dan menjadi momen paling dinanti-nantikan oleh anak-anak pada bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini dikenal dengan nama "Bibibi", sebuah ritual yang dilakukan pada malam ke-27 bulan Ramadhan.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: ANTAGOPA, Pemelihara Kebuyutan dengan Hati Ikhlas

Asal Usul dan Makna Bibibi

"Bibibi" berasal dari bahasa Jawa, di mana "bi" artinya dua dan "pitu" berarti tujuh. Jadi, Bibibi merujuk pada tanggal 27 Ramadhan.

Tradisi ini memiliki akar yang kuat dalam budaya lokal dan telah dilestarikan dari generasi ke generasi.

Tujuan utama dari tradisi Bibibi adalah untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di bulan Ramadhan.

Selain itu, tradisi ini juga bertujuan untuk melatih anak-anak agar berani bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain, serta mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan berbagi.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: ARIMBA, Pahlawan Raksasa dalam Epos Mahabharata

Cara Melakukan Tradisi Bibibi

Pada malam ke-27 Ramadhan, anak-anak di Kota Probolinggo akan bersiap-siap dengan kantong plastik atau kresek untuk memulai perjalanan mereka.

Mereka akan berkeliling kampung sambil mengucapkan "Bibibi... Bibibi..." saat tiba di setiap rumah.

Penghuni rumah yang tersentuh oleh kehadiran anak-anak ini kemudian akan memberikan bibibi kepada mereka.

Bibibi ini bisa berupa uang, jajanan, atau mainan, tergantung pada kemampuan dan keinginan penghuni rumah.

Anak-anak akan terus berkeliling kampung hingga puas, mengumpulkan bibibi dari setiap rumah yang mereka kunjungi.

Tradisi yang Dinanti-nantikan

Tradisi Bibibi merupakan salah satu momen paling berkesan bagi anak-anak di Kota Probolinggo.

Mereka menantikan malam ke-27 Ramadhan dengan antusiasme yang tinggi, karena itu adalah saat di mana mereka bisa berbagi kebahagiaan dengan sesama dan merasakan kehangatan dan kedermawanan komunitas mereka.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: DETYA Arimuka, Kisah Kesaktian dan Kematian Pahlawan dalam Perang Cinta

Pentingnya Melestarikan Tradisi Budaya

Tradisi Bibibi adalah contoh yang indah dari kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, tradisi seperti Bibibi mengingatkan kita akan pentingnya menjaga akar budaya dan nilai-nilai luhur yang telah mewarnai kehidupan masyarakat kita selama berabad-abad.

Dengan menjaga dan melestarikan tradisi-tradisi seperti Bibibi, kita tidak hanya mempertahankan warisan budaya kita, tetapi juga menguatkan rasa persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat kita.

Sebagai bagian dari identitas kita sebagai bangsa, tradisi ini membawa kita pada kekayaan yang tak ternilai harganya, yang akan terus menginspirasi dan memperkaya kehidupan kita di masa yang akan datang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.