Jateng

Hari Ini Dalam Sejarah: Momen Penting yang Dirayakan Pada 12 Februari, dari Hari Epilepsi Internasional dan Hari Berpelukan

Theo Adi Pratama | 12 Februari 2024, 11:50 WIB
Hari Ini Dalam Sejarah: Momen Penting yang Dirayakan Pada 12 Februari, dari Hari Epilepsi Internasional dan Hari Berpelukan

AKURAT.CO Sejarah, Tanggal 12 Februari 2024 jatuh pada hari Senin, dan diperingati sebagai Hari Epilepsi Internasional.

Selain itu, terdapat juga peringatan dan perayaan lain yang patut diperhatikan pada hari ini.

Baca Juga: Keindahan dan Tradisi Pendidikan Islam: Mengulik Sejarah serta Kemegahan Arsitektur Masjid Luhur Nurhasan di Kabupaten Jombang

1. Hari Epilepsi Internasional

Tanggal 12 Februari diperingati sebagai Hari Epilepsi Internasional. Ide ini muncul dari Biro Internasional untuk Epilepsi dan Liga Internasional Melawan Epilepsi.

Epilepsi adalah kondisi medis yang ditandai dengan kejang yang terjadi secara berulang.

Penyebabnya dapat bervariasi, termasuk kelainan genetik atau cedera otak seperti trauma atau stroke.

Dahulu, epilepsi sering kali disalahpahami sebagai kerasukan roh jahat atau tanda penyakit spiritual.

Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan medis telah membantu menjelaskan bahwa epilepsi merupakan gangguan neurologis yang berkaitan dengan aktivitas listrik yang abnormal di otak.

Hari Epilepsi Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang epilepsi dan menghapus stigma yang melekat padanya.

Perayaan ini diharapkan dapat membantu memberikan dukungan dan pemahaman kepada individu yang hidup dengan epilepsi.

Baca Juga: Mengagumi Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya: Simbol Keberagaman dan Penghormatan

2. Hari Berpelukan

Tanggal 12 Februari juga diperingati sebagai Hari Berpelukan di Amerika Serikat.

Meskipun asal-usulnya tidak jelas, hari ini berkaitan dengan tindakan berpelukan sebagai simbol kasih sayang dan kedekatan.

Menurut catatan sejarah, pelukan pertama kali tercatat dalam bahasa Norse Kuno sekitar 450 tahun yang lalu.

Kata kerja 'hugga' dalam bahasa tersebut berarti 'menghibur'. Awalnya, pelukan digunakan sebagai tanda damai dalam konteks peperangan, menunjukkan bahwa seseorang tidak bermaksud menyakiti lawan.

Seiring berjalannya waktu, pelukan telah menjadi lambang kasih sayang dan dukungan emosional di antara individu.

Hari Berpelukan merupakan kesempatan bagi orang-orang untuk merayakan ikatan emosional dan kebersamaan yang mereka miliki dengan cara yang hangat dan menyenangkan.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Kejayaan Kerajaan Kediri: Kisah dari Masa Hindu-Buddha di Jawa Timur

Dengan peringatan dan perayaan ini, diharapkan kita semua dapat lebih memahami pentingnya empati, kasih sayang, dan dukungan terhadap sesama, terutama bagi mereka yang mungkin mengalami tantangan kesehatan seperti epilepsi.

Semoga hari ini menjadi momen untuk mempererat ikatan sosial dan meningkatkan kesadaran akan isu-isu yang relevan di masyarakat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.