Jateng

Misteri dan Sejarah Kejayaan Kerajaan Kediri: Kisah dari Masa Hindu-Buddha di Jawa Timur

Theo Adi Pratama | 11 Februari 2024, 15:00 WIB
Misteri dan Sejarah Kejayaan Kerajaan Kediri: Kisah dari Masa Hindu-Buddha di Jawa Timur

AKURAT.CO Sejarah, Kerajaan Kediri, dikenal juga dengan nama Kerajaan Panjalu atau Kerajaan Daha, adalah salah satu kerajaan bersejarah dari masa Hindu-Buddha yang berdiri di wilayah Jawa Timur.

Berkuasa dari tahun 1045 hingga 1222, pusat pemerintahannya berlokasi di Kediri, Jawa Timur.

Masa kejayaan Kerajaan Kediri terutama terjadi pada pemerintahan Raja Jayabaya antara tahun 1135 hingga 1159.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata 7 Chinatown di Indonesia: Destinasi Budaya, Sejarah, dan Kuliner untuk Merayakan Tahun baru Imlek

Salah satu ciri khas yang membuat Kerajaan Kediri terkenal adalah karya sastra yang dihasilkannya, terutama dalam bentuk kakawin, yang dianggap sangat penting dan berkualitas tinggi.

Zaman keemasan Kerajaan Kediri sering dianggap sebagai masa keemasan Jawa kuno.

Kronologi berdirinya Kerajaan Kediri dimulai dengan pembagian Kerajaan Kahuripan oleh Raja Airlangga pada tahun 1045, sebagaimana tertulis dalam Prasasti Wurare.

Baca Juga: Menelusuri Keindahandan Sejarah Masjid al-Wustho Mangkunegan: Peninggalan dari Keraton Mangkunegaran

Prasasti tersebut mencatat pembagian daratan Jawa menjadi Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu (Kerajaan Kediri) untuk dua putra Raja Airlangga, Mapanji Garasakan dan Sri Samarawijaya.

Pembagian ini bertujuan untuk menghindari konflik di antara kedua putra tersebut.

Sri Samarawijaya, yang kemudian dikenal sebagai raja pertama Kerajaan Kediri, menjadi pemimpin bagi kerajaan yang baru berdiri.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Keagungan Masjid Agung Surakarta: Masjid Peninggalan Kerajaan Mataram

Namun, konflik antara Kerajaan Jenggala dan Kediri berlangsung selama beberapa dekade karena kedua pihak merasa berhak atas seluruh kekuasaan Airlangga.

Konflik tersebut baru berakhir pada masa pemerintahan Raja Jayabaya, yang menandai masa kejayaan Kerajaan Kediri.

Pada masa kejayaannya di bawah pemerintahan Raja Jayabaya, Kerajaan Kediri meraih kekuatan yang sangat luas, didukung oleh armada laut yang kuat.

Nama Kediri bahkan terkenal hingga ke Tiongkok. Raja Jayabaya sendiri terkenal akan ramalannya yang terdapat dalam Kitab Bharatayudha, di mana ia memprediksi masa depan Indonesia dalam Jangka Jayabaya.

Baca Juga: Masjid Raya Al Muttaqun: Menyatu dalam Kebesaran Sejarah dan Kebanggaan Klaten

Namun, kejayaan Kerajaan Kediri tidak berlangsung selamanya. Keruntuhan Kerajaan Kediri terjadi pada tahun 1222 akibat perang melawan Ken Arok dari Tumapel.

Raja Kertajaya, penguasa saat itu, terlibat konflik dengan para Brahmana karena merasa sebagai dewa yang harus disembah oleh rakyat.

Hal ini memicu tentangan, dan akhirnya, kekalahan Raja Kertajaya dalam Perang Ganter melawan Ken Arok menandai runtuhnya Kerajaan Kediri.

Meskipun runtuh, Kerajaan Kediri meninggalkan banyak peninggalan bersejarah, termasuk prasasti-prasasti dan candi-candi yang menjadi bukti kejayaan peradaban Hindu-Buddha di wilayah Jawa Timur.

Nama Kerajaan Kediri tetap diabadikan dalam sejarah Indonesia sebagai salah satu kerajaan besar pada masa lalu yang memiliki peranan penting dalam perkembangan budaya dan sastra Jawa.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.