Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Situs Kedaton Plered, Peninggalan Bersejarah Kerajaan Mataram Abad XVII

AKURAT.CO Sejarah, Situs Kedaton Plered, terletak di Dusun Kedaton, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul, menjadi saksi bisu dari masa keemasan Kerajaan Mataram pada Abad XVII.
Meskipun saat ini hanya struktur pondasi yang dapat diamati, situs ini memiliki sejarah yang kaya sebagai bekas dari Kraton Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645 M).
Perpindahan Pusat Pemerintahan
Menurut Babad Ing Sangkala, perpindahan pusat pemerintahan Mataram dari Kerta ke Plered terjadi pada tahun Jawa 1569 atau 1647 Masehi.
Ada beberapa versi mengenai alasan perpindahan ini. Versi pertama menyebutkan adanya pageblug (bencana) yang memaksa pemindahan, sementara versi kedua mengatakan bahwa ini adalah bagian dari strategi perang Sultan Agung melawan Belanda.
Kraton Plered kemudian dibangun dan menjadi pusat pemerintahan dengan komponen lengkap, termasuk pintu gerbang Pabean, jaringan jalan, pasar, masjid agung, tembok keliling, alun-alun, keraton, bangunan air, taman, krapyak, pemukiman penduduk, dan kompleks pemakaman.
Proses Pembangunan Bertahap
Berdasarkan sumber sejarah Jawa dan Belanda, pembangunan Kraton Plered dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup lama.
Dalam beberapa tahun, Sunan Amangkurat I dan pengikutnya berhasil mendirikan keraton baru yang menjadi pusat pemerintahan Mataram Islam.
Proses pembangunan melibatkan beberapa tahap, antara lain:
- Tahun 1648: Menurut Van Goens, keraton baru telah berdiri.
- Tahun 1649: Pembangunan Masjid Agung Plered dimulai, menurut Babad Seng kala dan Babad Momana.
- Tahun 1650-1651: Proses pembangunan Siti Inggil yang terbuat dari batu, bata, dan kayu, termasuk memperbarui Bangsal Witana.
- Tahun 1653: Pengambilan batu untuk Karadenan, kediaman putra mahkota.
- Tahun 1654: Menurut Babad Sangkala, pembangunan Prabayaksa selesai.
- Tahun 1659: Sunan merencanakan peningkatan tinggi tembok keraton.
Kehancuran dan Perubahan Ibukota
Sayangnya, pada tahun 1677 Masehi, Kraton Plered mengalami kehancuran akibat serangan Trunojoyo, seorang bangsawan Madura Barat.
Trunojoyo berhasil menduduki kraton, dan Sunan Amangkurat I melarikan diri ke Imogiri hingga akhirnya ke Kartasura.
Pada tahun 1600 J (1677 M), Kerajaan Mataram mengalami perubahan ibukota dari Plered ke Kartasura.
Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Hari Penerimaan Internasional, Merangkul Keberagaman dan Kemampuan
Situs Kedaton Plered, meskipun kini hanya menyisakan jejak-jejak pondasi, tetap menjadi penanda penting dari masa kejayaan Mataram Islam.
Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap sejarah dan nilai-nilai kultural di baliknya, upaya pelestarian dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menjaga warisan berharga ini agar tetap hidup dalam ingatan sejarah Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 7Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








