Jateng

Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Situs Kedaton Plered, Peninggalan Bersejarah Kerajaan Mataram Abad XVII

Theo Adi Pratama | 21 Januari 2024, 16:00 WIB
Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Situs Kedaton Plered, Peninggalan Bersejarah Kerajaan Mataram Abad XVII

AKURAT.CO Sejarah, Situs Kedaton Plered, terletak di Dusun Kedaton, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul, menjadi saksi bisu dari masa keemasan Kerajaan Mataram pada Abad XVII.

Meskipun saat ini hanya struktur pondasi yang dapat diamati, situs ini memiliki sejarah yang kaya sebagai bekas dari Kraton Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645 M).

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Pasar Jimbaran, Pusat Perdagangan Bersejarah di Paling Timur Gunungkidul

Perpindahan Pusat Pemerintahan

Menurut Babad Ing Sangkala, perpindahan pusat pemerintahan Mataram dari Kerta ke Plered terjadi pada tahun Jawa 1569 atau 1647 Masehi.

Ada beberapa versi mengenai alasan perpindahan ini. Versi pertama menyebutkan adanya pageblug (bencana) yang memaksa pemindahan, sementara versi kedua mengatakan bahwa ini adalah bagian dari strategi perang Sultan Agung melawan Belanda.

Kraton Plered kemudian dibangun dan menjadi pusat pemerintahan dengan komponen lengkap, termasuk pintu gerbang Pabean, jaringan jalan, pasar, masjid agung, tembok keliling, alun-alun, keraton, bangunan air, taman, krapyak, pemukiman penduduk, dan kompleks pemakaman.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pasar Ngrancah, Jejak Sejarah Pasar Pemerintah di Gunungkidul

Proses Pembangunan Bertahap

Berdasarkan sumber sejarah Jawa dan Belanda, pembangunan Kraton Plered dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup lama.

Dalam beberapa tahun, Sunan Amangkurat I dan pengikutnya berhasil mendirikan keraton baru yang menjadi pusat pemerintahan Mataram Islam.

Proses pembangunan melibatkan beberapa tahap, antara lain:

  1. Tahun 1648: Menurut Van Goens, keraton baru telah berdiri.
  2. Tahun 1649: Pembangunan Masjid Agung Plered dimulai, menurut Babad Seng kala dan Babad Momana.
  3. Tahun 1650-1651: Proses pembangunan Siti Inggil yang terbuat dari batu, bata, dan kayu, termasuk memperbarui Bangsal Witana.
  4. Tahun 1653: Pengambilan batu untuk Karadenan, kediaman putra mahkota.
  5. Tahun 1654: Menurut Babad Sangkala, pembangunan Prabayaksa selesai.
  6. Tahun 1659: Sunan merencanakan peningkatan tinggi tembok keraton.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Kuno di Yogyakarta: Perjalanan Sejarah Sekolah di Semanu, dari Sekolah Rakyat hingga Sekolah Dasar Negeri

Kehancuran dan Perubahan Ibukota

Sayangnya, pada tahun 1677 Masehi, Kraton Plered mengalami kehancuran akibat serangan Trunojoyo, seorang bangsawan Madura Barat.

Trunojoyo berhasil menduduki kraton, dan Sunan Amangkurat I melarikan diri ke Imogiri hingga akhirnya ke Kartasura.

Pada tahun 1600 J (1677 M), Kerajaan Mataram mengalami perubahan ibukota dari Plered ke Kartasura.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Hari Penerimaan Internasional, Merangkul Keberagaman dan Kemampuan

Situs Kedaton Plered, meskipun kini hanya menyisakan jejak-jejak pondasi, tetap menjadi penanda penting dari masa kejayaan Mataram Islam.

Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap sejarah dan nilai-nilai kultural di baliknya, upaya pelestarian dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menjaga warisan berharga ini agar tetap hidup dalam ingatan sejarah Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.