Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Mengungkap Keindahan dan Sejarah Bangunan Bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari

AKURAT.CO Sejarah, Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari, didirikan pada tahun 1925, bukan hanya menyimpan sejarah panjang perkebunan tebu di wilayah Padukuhan Nglengis, tetapi juga menjadi saksi bisu transformasi arsitektur yang memukau.
Artikel ini akan mengulas sejarah, struktur, dan perubahan yang dialami oleh bangunan bersejarah ini.
Baca Juga: Jejak Sejarah: Rumah Singgah Gerilya Jenderal Sudirman, Jadi Saksi Bisu Perjuangan Melawan Penjajah
Sejarah dan Fungsi Awal
Pada awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat pertemuan para kontroler (sinder) perkebunan tebu di wilayah Padukuhan Nglengis, Kelurahan Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul.
Fungsi utamanya adalah sebagai pusat koordinasi dan pengaturan kegiatan terkait perkebunan tebu.
Seiring berjalannya waktu, bangunan ini telah mengalami transformasi yang signifikan.
Transformasi dan Fungsi Saat Ini
Saat ini, bangunan tersebut telah diubah menjadi aula multifungsi yang digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk latihan drumband, gudang, dan dapur.
Dapur merupakan tambahan baru yang dilakukan selama proses renovasi.
Di bagian belakang bangunan, ruang penghubung dibangun untuk menghubungkan aula dengan bangunan sekolah yang kini berfungsi sebagai ruang Gugus.
Arsitektur yang Memikat
Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari menampilkan gaya arsitektur percampuran Jawa dan Kolonial.
Unsur-unsur arsitektur Jawa terlihat pada atap limasan, sementara sistem sirkulasi udara yang berbentuk jeruji kayu dan lubang angin di bagian atap depan mencirikan pengaruh arsitektur Kolonial.
Detail Arsitektur dan Struktur Bangunan
Bangunan ini memiliki denah berbentuk persegi panjang berukuran 10,60 m x 7,80 m, dengan tinggi dinding 192 cm yang terdiri dari plesteran semen dan bagian kayu setinggi 72 cm.
Enam tiang utama dengan ukuran 12,5 cm x 12,5 cm berdiri di atas umpak semen berukuran 16 cm x 16 cm dengan tinggi 20 cm.
Dinding sisi utara dan selatan dilengkapi dengan pintu dan jendela yang memberikan karakter khas pada bangunan ini.
Pintu dan jendela tersebut memiliki desain melengkung yang menambah keunikan arsitektur bangunan.
Di bagian barat, dua ruang yang saling berhadapan digunakan sebagai gudang, sementara di bagian belakangnya terdapat bangunan dapur baru berdenah persegi panjang berukuran 4,44 m x 7,8 m.
Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Jepang Ajukan 21 Tuntutan kepada China pada 18 Januari 1915
Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari tidak hanya mencerminkan sejarah perkebunan tebu di masa lalu, tetapi juga menjadi contoh keindahan arsitektur yang tahan uji waktu.
Transformasi dan adaptasi fungsionalnya menjadikan bangunan ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya dan sejarah lokal.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






