Jateng

Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Mengungkap Keindahan dan Sejarah Bangunan Bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari

Theo Adi Pratama | 19 Januari 2024, 12:00 WIB
Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Mengungkap Keindahan dan Sejarah Bangunan Bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari

AKURAT.CO Sejarah, Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari, didirikan pada tahun 1925, bukan hanya menyimpan sejarah panjang perkebunan tebu di wilayah Padukuhan Nglengis, tetapi juga menjadi saksi bisu transformasi arsitektur yang memukau.

Artikel ini akan mengulas sejarah, struktur, dan perubahan yang dialami oleh bangunan bersejarah ini.

Baca Juga: Jejak Sejarah: Rumah Singgah Gerilya Jenderal Sudirman, Jadi Saksi Bisu Perjuangan Melawan Penjajah

Sejarah dan Fungsi Awal

Pada awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat pertemuan para kontroler (sinder) perkebunan tebu di wilayah Padukuhan Nglengis, Kelurahan Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul.

Fungsi utamanya adalah sebagai pusat koordinasi dan pengaturan kegiatan terkait perkebunan tebu.

Seiring berjalannya waktu, bangunan ini telah mengalami transformasi yang signifikan.

Transformasi dan Fungsi Saat Ini

Saat ini, bangunan tersebut telah diubah menjadi aula multifungsi yang digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk latihan drumband, gudang, dan dapur.

Dapur merupakan tambahan baru yang dilakukan selama proses renovasi.

Di bagian belakang bangunan, ruang penghubung dibangun untuk menghubungkan aula dengan bangunan sekolah yang kini berfungsi sebagai ruang Gugus.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah Dunia: Pembebasan Krakow, Peristiwa Kemenangan atas Penindasan Nazi pada 18 Januari 1945

Arsitektur yang Memikat

Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari menampilkan gaya arsitektur percampuran Jawa dan Kolonial.

Unsur-unsur arsitektur Jawa terlihat pada atap limasan, sementara sistem sirkulasi udara yang berbentuk jeruji kayu dan lubang angin di bagian atap depan mencirikan pengaruh arsitektur Kolonial.

Detail Arsitektur dan Struktur Bangunan

Bangunan ini memiliki denah berbentuk persegi panjang berukuran 10,60 m x 7,80 m, dengan tinggi dinding 192 cm yang terdiri dari plesteran semen dan bagian kayu setinggi 72 cm.

Enam tiang utama dengan ukuran 12,5 cm x 12,5 cm berdiri di atas umpak semen berukuran 16 cm x 16 cm dengan tinggi 20 cm.

Dinding sisi utara dan selatan dilengkapi dengan pintu dan jendela yang memberikan karakter khas pada bangunan ini.

Pintu dan jendela tersebut memiliki desain melengkung yang menambah keunikan arsitektur bangunan.

Di bagian barat, dua ruang yang saling berhadapan digunakan sebagai gudang, sementara di bagian belakangnya terdapat bangunan dapur baru berdenah persegi panjang berukuran 4,44 m x 7,8 m.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Jepang Ajukan 21 Tuntutan kepada China pada 18 Januari 1915

Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Mojosari tidak hanya mencerminkan sejarah perkebunan tebu di masa lalu, tetapi juga menjadi contoh keindahan arsitektur yang tahan uji waktu.

Transformasi dan adaptasi fungsionalnya menjadikan bangunan ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya dan sejarah lokal.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.