Jateng

Sejarah Gemilang Gedung Agung Yogyakarta: Jejak Bangunan Megah Penuh Peristiwa

Theo Adi Pratama | 26 Desember 2023, 07:00 WIB
Sejarah Gemilang Gedung Agung Yogyakarta: Jejak Bangunan Megah Penuh Peristiwa

AKURAT.CO Sejarah, Istana Yogyakarta, yang dikenal sebagai Gedung Agung, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang sejarah di Yogyakarta.

Terletak di Jalan Ahmad Yani, istana ini memperkaya Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kemegahan arsitektur yang mempesona.

Arsitektur Eropa di Bumi Tropis

Gedung Agung, yang berdiri di atas lahan seluas 43.585 meter persegi, merupakan hasil karya Residen Yogyakarta ke-18, Anthonie Hendriks Smissaert.

Dibangun dengan adaptasi arsitektur Eropa yang sesuai dengan iklim tropis, gedung ini menjadi saksi bisu perubahan zaman.

Pekerjaan pembangunan dilakukan selama enam tahun, dan fungsi utama gedung awalnya adalah sebagai kantor residen.

Keberadaannya yang strategis, berada di sisi jalan poros sumbu filosofis, membuatnya berhadapan langsung dengan loji besar Benteng Vredeburg.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Kelam Gerbong Maut: Saksi Bisu Perjuangan Melawan Penjajah yang Mengerikan

Loji Kebun di Masa Hindia Belanda

Pada masa Hindia Belanda, gedung ini dikenal dengan nama Loji Kebun.

Nama ini dipilih karena halaman depan dan belakangnya dipenuhi dengan hamparan rumput dan taman yang indah.

Gedung ini menjadi tempat penting bagi berbagai peristiwa bersejarah.

Peristiwa Gempa dan Rehabilitasi

Dilansir dari Detik, Gedung Agung pernah mengalami kerusakan akibat gempa tektonik pada tanggal 10 Juni 1867.

Residen A.J.P Hubert Desire Bosch kemudian melakukan rehabilitasi pada tahun 1869 guna memulihkan kondisi bangunan kantor residen yang rusak.

Baca Juga: Sejarah Indonesia: Legenda Lubuk Emas di Sungai Asahan, Ada Kisah Pahit di Balik Pemberian Nama

Peningkatan Status Menjadi Gubernuran

Kantor residen mengalami peningkatan status menjadi gubernuran pada 19 Desember 1927, setelah Yogyakarta ditetapkan menjadi setingkat provinsi.

Hal ini membawa berbagai perubahan dan peristiwa penting, termasuk kunjungan tahunan antara Gubernur dengan Sri Sultan.

Masa Pemerintahan Jepang dan Kemerdekaan

Selama pemerintahan Jepang, Gedung Agung digunakan sebagai kediaman Koochi Zimmukyoko Tyookan.

Pada awal kemerdekaan, bangunan ini menjadi kantor Komite Nasional Indonesia (KNI) dan bahkan berfungsi sebagai Istana Negara saat ibu kota Republik Indonesia dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.

Baca Juga: Perjalanan Sejarah Puskesmas: Dari Bekasi, Membangun Kualitas Kesehatan Nasional

Istana Pribadi Soekarno dan Keluarga

Pada masa Presiden Soekarno, Gedung Agung digunakan sebagai kantor sekaligus rumah kediaman keluarga.

Dalam tembok megah tersebut, salah satu putri Soekarno, Megawati Soekarnoputri, lahir dan menghabiskan masa kecilnya.

Gedung Agung Yogyakarta, dengan sejarahnya yang begitu berwarna, menjadi bukti betapa kaya dan beragamnya peristiwa yang melintasi ruang dan waktu.

Sebagai saksi bisu, ia melanjutkan tugasnya mengukir sejarah, menceritakan kisah-kisah yang terpatri dalam dinding dan corak arsitekturnya yang memukau.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.