Jateng

Sejarah Indonesia: Legenda Lubuk Emas di Sungai Asahan, Ada Kisah Pahit di Balik Pemberian Nama

Theo Adi Pratama | 21 Desember 2023, 08:00 WIB
Sejarah Indonesia: Legenda Lubuk Emas di Sungai Asahan, Ada Kisah Pahit di Balik Pemberian Nama

AKURAT.CO Sejarah, Setiap legenda sering kali menyimpan kisah sedih di baliknya, dan kali ini tidak terkecuali dengan legenda di balik pemberian nama "Lubuk Emas" pada suatu lubuk yang terdapat di sungai Asahan, Nias.

Kisah ini mengisahkan tragedi percintaan seorang putri yang memilukan.

Legenda dimulai dengan seorang gadis cantik bernama Sri Pandan, putri Raja Simangolong yang memimpin kerajaan di daerah Teluk Dalam, Nias.

Meski berasal dari keluarga bangsawan, Sri Pandan tidak hanya mengandalkan kecantikannya.

Baca Juga: Misteri Sungai Citarum: Antara Sejarah dan Legenda Mistis yang Beredar di Masyarakat Sekitar

Ia juga terampil dalam pekerjaan menganyam, menenun, dan menumbuk padi.

Sri Pandan menjadi terkenal tidak hanya di kalangan rakyat, tapi juga di negeri lain, karena kecantikan dan keterampilannya.

Namun, sebagai putri seorang raja, Sri Pandan diharapkan untuk menikah dengan pemuda dari kerajaan lain, menjaga hubungan erat antar-kerajaan.

Suatu hari, utusan dari kerajaan Aceh datang untuk meminang Sri Pandan.

Baca Juga: Jembatan Barelang: Keajaiban Teknik, Sejarah Megah, dan Misteri Budaya di Pulau Batam

Raja Simangolong, berharap putrinya menjadi permaisuri di kerajaan Aceh, dengan senang hati menerima lamaran tersebut tanpa memberitahu Sri Pandan.

Namun, ketika kabar tersebut diungkapkan, Sri Pandan terkejut dan merasa dikhianati.

Ternyata, Sri Pandan telah memiliki kekasih bernama Hobatan, hulubalang setia dari sang raja.

Sri Pandan merasa terjebak, dan sang raja memerintahkan agar hubungan mereka putus, menerima lamaran kerajaan Aceh, tanpa memperdulikan perasaan putrinya.

Baca Juga: Misteri Jembatan Ampera Palembang: Sejarah, Kepemilikan, dan Kisah Mistisnya yang Menyentuh Hati

Dalam keputusasaan, Sri Pandan berencana untuk melarikan diri dengan Hobatan.

Namun, kesetiaan Hobatan pada raja dan negeri membuatnya memohon agar Sri Pandan bersedia menikah dengan putra mahkota kerajaan Aceh.

Sri Pandan yang hancur hati menerima penolakan dari kekasihnya.

Pada hari yang sama, Sri Pandan memutuskan untuk melarikan diri.

Baca Juga: Sejarah Panjang Stasiun Solo Balapan: Dari Lokasi Pacuan Kuda Hingga Adanya Fasilitas Modern

Dia membawa semua perhiasannya ke suatu lubuk tidak jauh dari istana.

Sri Pandan kemudian melompat ke dalam lubuk tersebut, dan lubuk itu kemudian diberi nama "Lubuk Emas" karena Sri Pandan terjun bersama perhiasan emas yang dibawanya.

Raja Simangolong menyesal atas tindakannya dan mencari putrinya, tetapi Sri Pandan tidak pernah ditemukan.

Lubuk Emas menjadi saksi bisu dari kisah tragis cinta Sri Pandan yang berakhir dalam keputusasaan dan ketidakberdayaan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.