Sejarah Perjalanan Brigjen Piola Isa: Dari Pemuda Pejuang Hingga Tokoh Hukum dan Politik

AKURAT.CO Sejarah, Pada awal November 1945, semangat perjuangan merebak di Ganti, Gorontalo.
Pemuda-pemuda bersemangat berkumpul di bawah pimpinan Omar Papeo untuk mendengarkan pesan penting dari Gubernur Sulawesi, Sam Ratulangi, di Makassar.
Pesan tersebut menentang kedatangan Belanda kembali ke Indonesia.
Seorang pemuda bernama Abdul Gani tiba di Ganti, membawa pesan krusial dari Gubernur Ratulangi.
Perjalanannya dari Sulawesi Selatan ke Gorontalo melalui jalur yang berliku, melewati Pare-pare, Majene, Mamuju, dan Pasangkayu.
Abdul Gani, yang sepanjang perjalanan mengaku sebagai pemuda biasa, sebenarnya adalah Piola Isa, seorang pejuang asli Gorontalo.
Baca Juga: Kebaya Janggan: Pesona Elegan dengan Sejarah Perlawanan
Peran Penting dalam Pembentukan Kekuatan Republik di Sulawesi Tengah dan Gorontalo
Pertemuan di Gorontalo menjadi tonggak bersejarah, di mana kekuatan Republik Indonesia mulai terbentuk di Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
Abdul Gani, atau Piola Isa, memainkan peran kunci dalam membentuk kesatuan dan semangat perlawanan.
Setelah kesepakatan dicapai, Abdul Gani kembali ke Sulawesi Selatan, membawa semangat perjuangan dan harapan untuk kemerdekaan.
Namun, perlu dicatat bahwa Abdul Gani bukanlah nama asli, melainkan identitas lain yang digunakan oleh Piola Isa dalam misinya.
Perjalanan Panjang dalam Perang Kemerdekaan dan Penumpasan Pemberontakan
Piola Isa tidak hanya berhenti pada peranannya sebagai kurir pesan penting.
Seiring berjalannya waktu, ia menjadi bagian aktif dari Tentara Rakyat Indonesia Sulawesi (TRIS) dan terlibat dalam berbagai konflik yang melibatkan perjuangan kemerdekaan.
Baca Juga: Mengulik Sejarah dan Kisah Mohammad Hatta: Sepak Bola di Hati, Perjuangan di Jiwa
Selama Agresi Militer Belanda, Isa terlibat dalam penumpasan Peristiwa Madiun 1948.
Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, Isa tetap bersama pasukan dan terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk melawan pasukan KNIL dan penumpasan pemberontakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan.
Perjalanan Karier Militer dan Politik
Meski terlibat dalam berbagai pertempuran, Piola Isa tidak hanya dikenal sebagai perwira tempur.
Setelah perang berakhir, ia melanjutkan pendidikannya di Akademi Hukum Militer (AHM) dan Perguruan Tinggi Hukum Militer (PTHM).
Ia menjadi bagian dari angkatan pertama PTHM pada tahun 1962 hingga 1966.
Pascapendidikannya, Piola Isa menduduki jabatan di Kehakiman Angkatan Darat dan Mahkamah Agung.
Pada tahun 1981, ia menjadi Hakim Agung merangkap Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Militer di Mahkamah Agung.
Keterlibatannya dalam bidang hukum militer membawanya meraih pangkat Brigadir Jenderal TNI.
Di samping kariernya di bidang militer, Piola Isa juga terlibat dalam dunia politik.
Ia menjadi anggota fraksi Golongan Karya (Golkar) hasil pemilihan Pemilu 1971 dan 1977.
Nama besar Isa pun diabadikan dalam sejarah, menjadi nama jalan di utara kota Gorontalo, Jalan Brigjen Piola Isa.
Baca Juga: Sejarah Istilah Gerbangkertosusila: Mengungkap Pesona Metropolitan Jawa Timur
Legenda Hidup Gorontalo
Brigjen Piola Isa adalah figur kaya perjalanan hidup, dari pemuda pejuang di awal kemerdekaan hingga tokoh hukum dan politik yang berpengaruh.
Perannya dalam membentuk kesatuan perjuangan dan kontribusinya dalam memelihara keadilan militer menjadikannya legenda hidup dari tanah Gorontalo.
Jalan yang diberinya nama menjadi saksi bisu bagi perjalanan panjang seorang pejuang yang tak kenal lelah untuk negerinya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah







