Jateng

Sejarah dan Perkembangan Mall Ciputra Semarang: Melangkah Seiring Waktu, Tetap Ikonik di Simpang Lima

Theo Adi Pratama | 27 November 2023, 09:36 WIB
Sejarah dan Perkembangan Mall Ciputra Semarang: Melangkah Seiring Waktu, Tetap Ikonik di Simpang Lima

AKURAT.CO, Mall Ciputra Semarang, salah satu dari lima pusat perbelanjaan di kawasan Simpang Lima, Semarang, terus menjadi destinasi unggulan di tengah kota yang kaya sejarah ini.

Bersama dengan Gajah Mada Plaza, Pertokoan Simpang Lima, dan Plasa Simpang Lima, Mall Ciputra memberikan kontribusi signifikan sebagai pusat kegiatan perdagangan dan hiburan di area tersebut.

Dibangun di atas lahan seluas 2 hektar, Mall Ciputra memiliki daya tarik utama berupa Hotel Ciputra yang menjulang tinggi di atas pusat perbelanjaannya.

Baca Juga: Ciputra Mall Semarang: Destinasi Belanja dan Hiburan Terkemuka di Jantung Kota Semarang

Lahan ini sebelumnya merupakan bagian dari GOR Simpang Lima Semarang, namun kini telah bertransformasi menjadi sebuah kompleks modern yang memadukan kemewahan hotel dan keberagaman tenant di mal.

Mall Ciputra, dimiliki oleh Grup Ciputra melalui PT Karya Andarila, menjalani proses pembangunan dalam dua tahap yang berhasil mengubah wajah Simpang Lima.

Tahap pertama, yang mencakup pusat perbelanjaan, selesai pada bulan Desember 1993 dan dibuka pada tanggal 12 Desember 1993.

Baca Juga: Menemukan Suasana Kerja yang Nyaman: Rekomendasi 5 Cafe di Semarang yang Cocok Buat Work From Cafe

Sementara itu, tahap kedua melibatkan pembangunan Hotel Ciputra yang berbintang lima dan diresmikan pada tanggal 10 Desember 1995.

Sejarah Mall Ciputra Semarang tidak lepas dari perubahan fungsi GOR Simpang Lima yang sudah tidak sesuai.

Pada awalnya, rencana pembangunan mal dan hotel muncul pada Agustus 1989, ketika PT Karya Andarila membeli GOR beserta tanahnya dari Pemprov Jawa Tengah.

Penyebab penjualan GOR Simpang Lima adalah kondisinya yang kurang layak untuk beberapa cabang olahraga dan lebih sering digunakan untuk kegiatan selain olahraga.

Baca Juga: Mengenal dan Menggunakan Telegram: Panduan Singkat Dalam Membuat dan Login Akun Baik di HP Maupun Laptop atau PC

Pada September 1990, kemungkinan GOR Simpang Lima sudah mulai dibongkar, setelah sebelumnya tertutup untuk semua aktivitas pada bulan Mei.

Untuk menggantikan fungsi GOR tersebut, PT Karya Andarila membangun GOR Jatidiri di Semarang bagian selatan. Selain itu, kemacetan yang sering terjadi saat acara di GOR Simpang Lima juga menjadi pertimbangan utama.

Awalnya, desain Mall Ciputra mencakup 16 lantai dengan rincian 11 lantai hotel dan 5 lantai mall. Namun, karena faktor tanah yang tidak mendukung, jumlah lantai akhirnya dipangkas menjadi 12.

Konstruksi mal ini dimulai pada bulan Januari 1992 dan dibangun dalam dua tahap.

Baca Juga: Berikut 4 Cara Pengambilan Screenshot di Perangkat Mac Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Bisa Dicoba Sendiri

Namun, perubahan desain membuat tanggal mulai konstruksi molor menjadi 16 September, dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Tengah H.M. Ismail.

Biaya sewa ruang toko di Mall Ciputra bervariasi, berkisar antara 36 hingga 80 ribu rupiah per meter persegi pada tahun 1992.

Namun, dengan tingkat keterisian yang mencapai 96 persen pada November 1993, tarif sewa bisa lebih tinggi dari yang tercatat.

Pembangunan mal ini tidak terlalu dramatis dan berjalan lancar hingga rampung sepenuhnya pada September 1993.

Baca Juga: Berikut 4 Cara Pengambilan Screenshot di Perangkat Mac Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Bisa Dicoba Sendiri

Mall Ciputra, yang pada awalnya bernama Citraland Mall, diresmikan oleh Walikota Semarang Drs. Herjono pada 12 Desember 1993.

Peresmiannya dimeriahkan oleh parade mobil bunga dan moge, serta dihadiri oleh sejumlah tenant terkemuka seperti McDonald’s, Ramayana/Robinson, KFC, Gelael Supermarket, Toko Gunung Agung, dan bioskop 21.

Sementara itu, konstruksi Hotel Ciputra dimulai pada Februari 1994 dan tutup atap pada tanggal 24 April 1995.

Hotel berlantai 9 ini, yang memiliki 200 kamar, resmi digunakan sejak 10 Desember 1995.

Baca Juga: Optimalkan Kelancaran Penjualan UMKM dengan 7 Aplikasi Kasir Gratis Terbaik

Total investasi yang dihabiskan oleh PT Karya Andarila untuk membangun keseluruhan kompleks mencapai sekitar Rp. 125 milyar pada masa itu, setara dengan sekitar Rp. 1,3 triliun pada nilai sekarang.

Pengelola Hotel Ciputra, Agus J. Alwie, memiliki visi untuk menjadikan Hotel Ciputra sebagai "Hotel Indonesia"nya Simpang Lima.

Lokasinya yang sangat strategis dan ikonik membuat Mall Ciputra berhasil merealisasikan visi tersebut.

Proyek Mall Ciputra di Semarang dianggap sebagai proyek "mixed-use" pertama di kota ini.

Baca Juga: Menyelami Industri Hospitality: Jenjang Karier, Keindahan Layanan serta Alasan Harus Memilih Karir di Dunia Hospitality

Hotel Ciputra Semarang, dikelola oleh Swiss-Bel Hotels, memiliki fasilitas lengkap seperti lima jenis kamar, dua rumah makan, fasilitas kebugaran, kolam renang, dan balai sidang.

Sementara itu, malnya memiliki luas lantai total 22.400 meter persegi, dengan 4.900 meter persegi merupakan perluasan dari proyek Hotel Ciputra.

Meskipun telah melalui beberapa perubahan, termasuk penggantian nama dari Citraland Mall menjadi Mall Ciputra, mall ini tetap mempertahankan sebagian besar tenant-tenant utamanya.

Robinson Supermarket/Department Store, Citra XXI, Gelael Supermarket, KFC, McDonald’s, Sports Station, Athlete’s Foot, Optik Melawai, dan banyak lagi tetap menjadi bagian dari mall ini.

Pada tahun 2005, sebuah jembatan penghubung dibangun untuk menyambungkan Hotel Ciputra dengan Plasa Simpang Lima, menambah kemudahan akses bagi pengunjung.

Mall Ciputra Semarang terus menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan yang ikonik di kawasan Simpang Lima, Semarang.

Dengan sejarah yang panjang dan fasilitas modern, mal ini tetap menjadi destinasi favorit bagi warga Semarang dan pengunjung dari luar kota.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.