Duel Maut di Semarang, Pelaku dan Korban Adalah Sahabat Sejak Kecil

Akurat.co - Ada fakta menarik terkait duel maut yang terjadi di Muktiharjo Lor Kecamatan Genuk Kota Semarang. Pelaku dan korban ternyata adalah sahabat sejak kecil.
Fakta menarik ini diungkapkan oleh Wakapolrestabes Semarang AKBP Wiwit Ari Wibisono saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Selasa (2/1/2024).
Wakapolrestabes membeberkan fakta tersebut berdasarkan kesaksian tetangga dan didapatkannya barang bukti foto pelaku dan tersangka.
"Itu foto lama foto sama teman tongkrongan satu di kampung. Korban marah karena istrinya marah-marah akibat foto itu," ungkap Wakapolrestabes.
Baca Juga: Beli Tiket VIP Semifinal Liga 3 Jateng: Persiku Kudus Inovasi dengan Artatix!
Pernyataan Wakapolrestabes tersebut juha dibenarkan oleh tersangka Joko Supriyanto alias Joko Belang (35).
Ia menyebut, dirinya adalah sahabat dekat Irfan Agus Santoso alias Panjul yang menjadi korbannya. Bahkan Joko mengatakan sudah berteman dekay dengan korban sejak kecil.
Peristiwa duel maut ini terjadi ketika awalnya Joko Supriyanto alias Joko Belang mengirim foto korban berduaan dengan perempuan lewat WhatsApp secara jalur pribadi (japri) kepada istri korban dengan maksud bercanda.
Akibat foto itu , istri dari korban Irfan alias panjul marah. Terlebih saat korban meminta foto itu dihapus tak dilakukan tersangka.
Emosi dimarahi istri, korban lantas mendatangi rumah tersangka di Jalan Sendang Indah Barat, RT 3 RW 4 Muktiharjo Lor Genuk,
"Korban mendatangi rumah tersangka sebanyak tiga kali sejak pukul 12.00 WIB. Malam harinya, barulah ketemu," papar Wakapolrestabes.
Malam hari ketika bertemu tersangka, korban datang sendirian dengan membawa parang dan badik.
Tersangka saat itu sedang duduk di teras rumahnya bersama istrinya.
Baca Juga: Dukung PSDB Demak! Info Tiket Semifinal Liga 3 Jateng Melawan Persip Pekalongan
Sehabis itu, badik dikeluarkan yang langsung diayunkan korban ke arah tersangka yang berhasil berkilat.
Sayangnya, sabetan badik sempat mengenai pelipis istri tersangka berinisila NO (34).
Sadar kalah senjata, tersangka memeluk korban hingga terjadilah perkelahian di depan rumah tersebut.
Mereka bergumul melakukan perkelahian hingga korban alami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.
"Korban dilarikan ke rumah sakit Sultan Agung tetapi nyawa tak tertolong. Hasil autopsi korban mati lemas habis darah akibat kuka di dada kiri," tuturnya.
Sementara Tersangka, Joko Supriyanto mengatakan, foto yang dikirim ke WhatsApp korban adalah foto lama.
Ia membantah bahwa ada persoalan lain selain foto cewek tersebut.
"Saya angkat bareng ayah korban. Ayahnya datang karena ada tetangga mengabarkan saat kita berkelahi," tandas Tersangka Joko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








