Dituduh Gangster dan Dikeroyok Massa, Beredar Video Anggota Pagar Nusa di Flyover Ganefo Mranggen

JATENG.AKURAT.CO, Malam itu seharusnya menjadi perjalanan biasa. Namun bagi seorang remaja anggota komunitas pencak silat Pagar Nusa, lintasan Flyover Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, justru menjadi titik akhir hidupnya.
Sebuah tuduhan keliru, teriakan provokatif, dan reaksi massa yang tak terkendali menjelma menjadi tragedi berdarah.
Korban yang belakangan diketahui bukan bagian dari geng balap liar maupun kelompok kriminal justru menjadi sasaran amuk massa setelah diteriaki sebagai “gangster” oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya.
Peristiwa itu kini viral melalui video yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun instagram @infotainment_jateng, memicu duka, kemarahan, sekaligus tuntutan agar kasus ini diusut tuntas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan video, keterangan saksi, serta narasi yang beredar di media sosial, peristiwa tragis ini berlangsung dalam beberapa tahap:
1. Melintas di Lokasi Balap Liar
Korban saat itu melintas di kawasan Plamongansari sisi jalan menuju Mranggen ketika di lokasi tersebut sedang terjadi balapan liar.
Situasi jalan ramai, gaduh, dan dipenuhi penonton serta pelaku balap liar.
2. Teriakan Provokatif yang Memantik Amarah
Di tengah keramaian itu, tiba-tiba terdengar teriakan dari seseorang yang menuduh korban sebagai “gangster”.
Teriakan ini menjadi pemicu. Massa yang sudah berada dalam suasana panas dan penuh adrenalin langsung terprovokasi.
3. Kejar-kejaran di Jalan Raya
Korban yang panik merasa terancam. Ia berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari kerumunan.
Massa justru mengejar korban, menciptakan kejar-kejaran di jalan raya yang berbahaya.
4. Korban Terpojok di Flyover Ganefo
Korban berlari hingga ke Flyover Ganefo, Mranggen. Namun di lokasi ini, ia justru terpojok dan tidak memiliki ruang untuk melarikan diri.
Di titik inilah kekerasan brutal terjadi.
5. Pengeroyokan Secara Bersama-sama
Korban dipukuli secara beramai-ramai oleh sejumlah orang yang sebagian bahkan tidak diketahui berasal dari mana.
Dalam video yang beredar, korban tampak sudah tidak berdaya, namun kekerasan terus berlanjut.
6. Korban Meninggal Dunia
Akibat luka parah dari pengeroyokan tersebut, korban akhirnya meninggal dunia. Sebuah nyawa melayang bukan karena kejahatan, melainkan karena kesalahpahaman yang berubah menjadi kekerasan kolektif.
Bukan Gangster, Melainkan Anggota Pagar Nusa
Fakta penting yang kemudian terungkap: korban bukanlah anggota geng kriminal atau pelaku balap liar.
Korban diketahui merupakan bagian dari komunitas pencak silat Pagar Nusa, sebuah organisasi bela diri di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang dikenal menanamkan nilai kedisiplinan, akhlak, dan pengendalian diri.
Tuduhan sebagai “gangster” disebut sebagai fitnah yang berujung fatal.
Tragedi Sosial: Ketika Tuduhan Lebih Mematikan dari Senjata
Kasus ini bukan hanya soal kriminalitas, tetapi cermin rapuhnya literasi sosial dan emosi publik.
Satu teriakan tanpa bukti, satu tuduhan tanpa klarifikasi, mampu menggerakkan puluhan orang untuk melakukan kekerasan ekstrem.
Ini bukan sekadar pengeroyokan ini adalah kegagalan kolektif dalam menahan amarah, memilah informasi, dan menghargai nyawa manusia.
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk:
Mengidentifikasi provokator yang pertama kali meneriakkan tuduhan “gangster”.
Menangkap seluruh pelaku pengeroyokan tanpa pandang bulu.
Mengungkap motif, jaringan, serta latar belakang para pelaku.
Menjamin keadilan bagi korban dan keluarganya.
Seorang anak muda kehilangan nyawanya bukan karena kesalahannya, melainkan karena suasana yang beringas dan tuduhan yang sembrono.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga tragedi ini menjadi pelajaran pahit agar masyarakat lebih waras, lebih sabar, dan lebih manusiawi dalam menghadapi situasi konflik.
Karena satu teriakan bisa memancing massa, tapi satu nyawa yang hilang tak akan pernah bisa kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










