Jateng

Borobudur Marathon 2026: 12.500 Pelari, Rute Baru Lewat MAJT, dan Tanjakan Cinta yang Tak Pernah Bohong

Theo Adi Pratama | 24 Oktober 2026, 06:48 WIB
Borobudur Marathon 2026: 12.500 Pelari, Rute Baru Lewat MAJT, dan Tanjakan Cinta yang Tak Pernah Bohong

JATENG.AKURAT.CO, Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 bakal digelar Minggu, 15 November 2026 di Taman Lumbini, Candi Borobudur, dengan 12.500 pelari di tiga kategori, rute yang menyinggahi Masjid Agung Jawa Tengah, dan Tanjakan Cinta yang tetap jadi ujian paling ditunggu.

Bayangkan Minggu pagi di Magelang. Udara masih dingin, embun menempel di rumput Taman Lumbini, dan ribuan orang sudah berdiri di depan Candi Borobudur dengan jersey berbeda warna. Sebagian sedang mengecek race pack. Sebagian lagi sibuk foto dengan latar stupa yang menjulang. Sebagian lagi diam, menatap jalan kosong, menghitung ulang strategi untuk 42 kilometer ke depan.

Itulah wajah Borobudur Marathon edisi ke-10. Tema yang diusung tahun ini adalah “Decade of Legacy”—sepuluh tahun perjalanan lomba lari yang sudah menjadi ikon Jawa Tengah, sekaligus penggerak ekonomi warga sekitar Borobudur.

Jumlah pesertanya naik. Tahun ini, panitia membuka 12.500 slot, terdiri dari 5.000 pelari full marathon, 4.200 half marathon, dan 3.300 pelari 10K. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia menunjukkan bahwa Borobudur Marathon sudah bukan lagi ajang lokal, melainkan salah satu race yang diperhitungkan di kalender lari nasional.

Kategori, biaya, dan batas waktu yang harus dihafal

Ada tiga kategori resmi. Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21,0975 kilometer, dan 10K. Masing-masing punya harga dan batas waktu berbeda.

Biaya pendaftaran resminya: 10K Rp650.000, Half Marathon Rp850.000, dan Marathon Rp950.000. Harga itu sudah termasuk jersey, BIB dengan timing chip, dan medali finisher kalau kamu berhasil finis sebelum cut-off time.

Batas waktunya tidak main-main. Marathon 6 jam 30 menit, Half Marathon 3 jam 40 menit, dan 10K 2 jam. Angka-angka itu resmi dari peraturan panitia, bukan perkiraan. Jadi, kalau kamu memilih 42K, jangan cuma latihan lari cepat. Latihan bertahan di jalur selama enam setengah jam juga perlu.

Pendaftaran tahun ini sudah lewat. Dibuka sejak 10 Juli 2026 dengan sistem ballot atau undian, bukan siapa cepat dia dapat. Yang tidak kebagian slot mungkin sedikit kecewa. Tapi setidaknya, tahun depan bisa mulai latihan lebih awal dan memantau pengumuman resmi.

Rute: dari Taman Lumbini ke desa, kembali ke candi

Semua kategori start dan finis di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur. Yang membedakan adalah jalan yang diambil.

Kategori 42K keluar lewat Pintu 8, menuju Jalan Medang Kamulan, Simpang Tiga Polpar, Jalan Syailendra Raya, lalu melintasi Desa Wanurejo, Tuksongo, dan Bumisegoro sebelum memutar kembali ke Taman Lumbini. Rutenya melewati pedesaan Magelang, dengan tanjakan dan turunan yang tidak terlalu ekstrem tapi cukup untuk menguji konsistensi.

Kategori 21K mengambil koridor Simpang Tiga Pasar Borobudur, Simpang Empat Koramil, Kujon, Tuksongo, Ngaran Ngisor, Wanurejo, dan area pemukiman warga sebelum masuk lagi lewat Pintu 8. Untuk kategori ini, tanjakan di sekitar kilometer 17 sering disebut sebagai titik paling menentukan.

Kategori 10K disebut sebagai fast track. Rutenya melewati Kompleks TWCB, Pintu 8, Simpang Tiga Polpar, Simpang Tiga Pasar Borobudur, Simpang Empat Kujon, Ngaran Ngisor, lalu masuk melalui Pintu 7/8 menuju Taman Lumbini. Cocok untuk pelari yang ingin mencoba atmosfer Borobudur tanpa harus menghabiskan pagi di tanjakan panjang.

Tanjakan Cinta dan Masjid Agung: dua wajah baru rute 2026

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, meminta panitia memperbanyak titik cheering di sisi kanan dan kiri Tanjakan Cinta. Alasannya sederhana: tanjakan itu adalah titik favorit sekaligus titik paling berat. “Tanjakan Cinta merupakan salah satu titik favorit dan selalu dinantikan oleh para pelari,” ujarnya, seperti dikutip ANTARA.

Ada juga arahan untuk mengarahkan rute melewati area parkir Masjid Agung Jawa Tengah di Magelang. Tujuannya bukan sekadar menambah jarak, tapi memperkenalkan lanskap religi baru kepada peserta dari luar daerah. “Kalau bisa lewat halaman parkir akan banyak yang tahu di situ ada Masjid Agung Jawa Tengah,” kata Sumarno.

Dua perubahan ini terdengar kecil di peta. Di lapangan, efeknya besar. Pelari tidak hanya mendapat tanjakan dan tikungan, tapi juga pemandangan baru dan sorakan yang bisa jadi penyelamat di kilometer-km terakhir.

Persiapan 99 persen, cuaca jadi catatan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan dukungan penuh untuk ajang ini. Persiapan disebut sudah mencapai 99 persen. “Borobudur Marathon memang menjadi ikon kita, salah satu yang terbaik,” katanya.

Tapi ada satu hal yang tidak bisa dikendalikan panitia: cuaca. Sumarno meminta panitia memantau kualitas udara dan situasi cuaca secara real-time, serta memastikan kecukupan tenaga medis dan rumah sakit rujukan. “Keselamatan peserta lebih penting dan utama,” ujarnya.

Perwakilan panitia, Lukminto Wibowo, mengaku semua sudah siap. “Tinggal kita jalan. Masalah cuaca ini memang jadi perhatian utama kami,” ujarnya.

Race pack: 13–14 November di Grand Artos Magelang

Bagi peserta yang sudah mendapat slot, jangan lupa mengambil race pack. Jadwalnya 13–14 November 2026 di Grand Artos, Magelang.

Pengambilan bisa diwakilkan dengan mengajukan permohonan lewat aplikasi My Borobudur Marathon, tapi tetap ikuti ketentuan resmi yang berlaku.

Jangan datang di hari lomba dengan asumsi race pack bisa diambil di Taman Lumbini.

Panitia biasanya memisahkan lokasi pengambilan dan lokasi lomba. Salah hari berarti kamu bisa kehilangan kesempatan untuk start.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.