Jateng

Dongeng jadi Metode Belajar Menyenangkan, Puluhan Guru SD-MI di Jepara Ikuti Pelatihan

Arixc Ardana | 3 November 2026, 13:07 WIB
Dongeng jadi Metode Belajar Menyenangkan, Puluhan Guru SD-MI di Jepara Ikuti Pelatihan
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang seni pertunjukan drama dan edukasi anak, yakni Dr Ahmad Ripai dan Dr Muhajir dari LPPM UPGRIS

JATENG.AKURAT.CO, Puluhan guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, mengikuti pelatihan mendongeng untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan.

Kegiatan yang diikuti perwakilan berbagai lembaga pendidikan dasar ini bertujuan membekali guru dengan teknik bercerita yang interaktif, kreatif, dan edukatif agar materi pelajaran maupun pesan moral lebih mudah dipahami siswa.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang seni pertunjukan drama dan edukasi anak, yakni Dr Ahmad Ripai dan Dr Muhajir dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menerapkan teknik mendongeng dalam pembelajaran sehari-hari sehingga proses belajar menjadi lebih menarik, pesan pendidikan tersampaikan dengan baik, dan karakter positif siswa dapat berkembang.

Ketua Yayasan Jungpara, Sarjono SE, mengatakan mendongeng bukan sekadar sarana hiburan bagi anak-anak, tetapi juga metode pembelajaran efektif untuk membangun karakter, melatih daya imajinasi, dan menumbuhkan minat baca sejak dini.

Menurutnya, penyampaian cerita yang menarik dapat membantu guru membangun kedekatan dengan siswa sekaligus menghadirkan suasana kelas yang lebih hidup dan komunikatif.

"Mendongeng bukan sekadar sarana hiburan bagi anak-anak, melainkan salah satu metode pembelajaran efektif untuk membangun karakter, melatih daya imajinasi, serta menumbuhkan minat baca sejak usia dini," ujar Sarjono.

Sementara dalam sesi materinya, Ahmad Ripai memaparkan teknik dasar vokal, ekspresi wajah, serta bahasa tubuh (body language) yang wajib dikuasai oleh seorang pendongeng agar anak-anak tidak mudah bosan.

Ia menekankan bahwa guru tidak perlu menjadi seorang aktor profesional untuk bisa mendongeng, melainkan cukup dengan membawakan cerita secara tulus, penuh semangat, dan menyesuaikan dengan dunia anak-anak.

Sedangkan, Muhajir memberikan materi praktis mengenai teknik penguasaan panggung, improvisasi cerita, serta cara menyisipkan nilai-nilai moral dan materi pelajaran kurikulum ke dalam alur dongeng yang menarik.

Para peserta juga diajak langsung untuk melakukan praktik mendongeng secara bergantian dengan bimbingan kedua pemateri.

Suasana pelatihan tampak hidup dan penuh gelak tawa berkat simulasi suara karakter dan ekspresi lucu yang dicontohkan oleh para narasumber.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini.

Salah satu guru peserta perwakilan MI di Kecamatan Pakis Aji mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang langsung bisa diterapkan di ruang kelas masing-masing.

"Selama ini kami mengajar dengan metode konvensional. Melalui pelatihan dari Bapak Ahmad Ripai dan Bapak Muhajir, kami sadar bahwa dongeng adalah senjata ampuh untuk menarik perhatian siswa sekaligus menanamkan budi pekerti yang luhur," ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru SD dan MI di Kecamatan Pakis Aji semakin termotivasi untuk berinovasi dalam metode pembelajaran sehari-hari, menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan bagi tumbuh kembang anak, serta melahirkan generasi muda Jepara yang cerdas dan berkarakter kuat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.