Jateng

SECRET 2026 UNNES Satukan Pakar Internasional, Bahas Inovasi dan Inklusivitas PAUD

Muhammad Husni Mushonifi | 23 Oktober 2026, 18:21 WIB
SECRET 2026 UNNES Satukan Pakar Internasional, Bahas Inovasi dan Inklusivitas PAUD

JATENG.AKURAT.CO, Pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, tuntutan keberlanjutan lingkungan, serta kebutuhan pembelajaran yang inklusif. Isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam konferensi internasional The 8th Semarang Early Childhood Research and Education Talks (SECRET 2026) yang diselenggarakan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Konferensi yang diinisiasi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES itu berlangsung di Hotel Horison Ultima Semarang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta melibatkan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara.

Mengangkat tema “Reimagining the Future of Early Childhood Education: Integrating STEM, Sustainability, Quality, and Inclusive Innovation”, SECRET 2026 menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah baru pendidikan anak usia dini yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa mengabaikan kualitas pembelajaran dan perkembangan anak.

Dekan FIPP UNNES, Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si., hadir sebagai pembicara penyambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Sementara itu, Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Dr. Saiful Bari, S.Kom., M.Eng., memberikan perspektif kebijakan melalui perannya sebagai keynote speaker.

Keterlibatan pembicara dari sejumlah negara memperkuat dimensi internasional konferensi tersebut. Para pakar yang hadir berasal dari Indonesia, Uni Emirat Arab, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat, dengan latar belakang keahlian yang beragam dalam bidang pendidikan, pengembangan anak, serta praktik pembelajaran.

Narasumber yang dihadirkan meliputi Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret, Indonesia; Prof. Jemerson N. Dominguez, Ph.D., konsultan pendidikan berkebutuhan khusus di Centris Dubai sekaligus pelatih di SRK Higher Education Abu Dhabi, Uni Emirat Arab; Alexey Metelev, B.Sc., M.Ed., Head of School SIS Semarang; Iman Andrea Reiman dari Regenbogen Kidz Kita Haus, Jerman; serta Lily Lufuluabo, Reception Lead Teacher Semarang Multinational School.

Diskusi dalam konferensi ini diarahkan pada lima bidang utama yang dinilai penting bagi perkembangan PAUD. Kelima bidang tersebut mencakup pemanfaatan STEM dan inovasi digital, pendidikan keberlanjutan dan perubahan iklim, peningkatan mutu serta profesionalisme guru, pembelajaran inklusif dan berkeadilan, serta kesejahteraan anak dan penguatan ketahanan menghadapi masa depan.

Pembahasan tersebut menempatkan pendidikan anak usia dini tidak hanya sebagai tahap awal pengenalan pengetahuan, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter, kemampuan berpikir, kepedulian terhadap lingkungan, dan keterampilan sosial anak. Karena itu, inovasi pembelajaran perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang serta pemberian kesempatan belajar yang setara bagi setiap anak.

Ketua Panitia Pelaksana SECRET 2026, Neneng Tasuah, M.Pd., mengungkapkan bahwa konferensi ini memperoleh sambutan positif dari peserta nasional maupun internasional.

Menurutnya, pertemuan lintas negara tersebut diharapkan mampu memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang kerja sama penelitian untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

“Melalui gelaran The 8th SECRET ini, kami berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan segar serta kolaborasi riset antarnegara demi meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Selain menjadi forum diskusi akademik, SECRET 2026 juga memberikan ruang bagi peneliti untuk memublikasikan hasil kajiannya. Artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut berpeluang diterbitkan melalui jurnal terakreditasi SINTA 2, SINTA 3, dan SINTA 4, jurnal yang terindeks Directory of Open Access Journals (DOAJ), serta prosiding konferensi internasional.

Kesempatan publikasi ini diharapkan dapat memperluas diseminasi hasil penelitian sekaligus memperkuat kontribusi akademisi terhadap pengembangan teori dan praktik PAUD. Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti pada forum ilmiah, tetapi berpotensi menjadi rujukan bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih relevan.

Berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, konferensi ditutup dengan diskusi interaktif dan penyusunan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum serta praktik pendidikan anak usia dini pada masa mendatang.

Melalui SECRET 2026, UNNES mendorong penguatan kolaborasi internasional sebagai salah satu langkah untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berwawasan lingkungan, dan mampu mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.