Jateng

UNDIP Hadir di Tengah Bencana, MAHABHAKTI Bangun Ketahanan Air dan Pangan Pascabanjir danLongsor di Agam

M Husni | 11 Februari 2026, 10:36 WIB
UNDIP Hadir di Tengah Bencana, MAHABHAKTI Bangun Ketahanan Air dan Pangan Pascabanjir danLongsor di Agam

JATENG.AKURAT.CO, Pascabencana banjir dan longsor yang berulang melanda wilayah barat Sumatra, Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat terdampak, Selasa (10/2/2026).

Di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam daerah dengan tingkat kerawanan hidrometeorologi tinggi UNDIP meluncurkan program pengabdian bertajuk MAHABHAKTI.

Program ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Fokus utamanya bukan hanya pemulihan darurat, melainkan membangun sistem yang berkelanjutan agar masyarakat mampu bangkit dan lebih tangguh menghadapi bencana.

Dari Dampak ke Aksi Nyata

Kegiatan ini dikoordinatori oleh Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM, ASEAN Eng.* yang menjelaskan bahwa MAHABHAKTI merupakan singkatan dari Mahasiswa Hadir Mengabdi dan Berkontribusi Nyata untuk Ketahanan Indonesia.

“Kegiatan ini kami beri nama MAHABHAKTI: Penguatan dan Integrasi Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat dan Pertanian Padi sebagai Strategi Ketahanan Pangan Pascabencana di Agam, Sumatra Barat. Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir membantu secara fisik, tetapi juga mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Fahmi.

Wilayah Nagari Salareh Aia dipilih karena dalam beberapa tahun terakhir kerap terdampak banjir bandang dan longsor akibat curah hujan ekstrem. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus akses air bersih dan mengganggu lahan pertanian padi, yang menjadi sumber pangan utama warga.

Kronologi Program

* Perencanaan dimulai setelah UNDIP menerima mandat Program Mahasiswa Berdampak dari Kemendiktisaintek, dengan fokus wilayah rawan bencana di Sumatra.

* Penetapan lokasi dilakukan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, berdasarkan tingkat risiko bencana dan kebutuhan pemulihan.

* Pembentukan tim lintas disiplin melibatkan 50 mahasiswa dari berbagai program studi: Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Teknologi Pangan, Agribisnis, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kesehatan Masyarakat, Rekayasa Perancangan Mekanik, dan Fisika.

* Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada dua sektor krusial: pengelolaan air bersih berbasis masyarakat dan pemulihan pertanian padi sebagai penyangga ketahanan pangan.

* Transfer teknologi dan edukasi dilakukan melalui pendampingan langsung, pelatihan sederhana, serta sosialisasi mitigasi bencana kepada warga.

Kampus untuk Masyarakat

Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T., menegaskan bahwa program ini adalah wujud konkret peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata masyarakat.

“Program Mahasiswa Berdampak ini dirancang agar kehadiran mahasiswa tidak bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa kami dorong menghadirkan solusi aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat pascabencana,” ujarnya.

Selaras dengan SDGs dan Asta Cita

MAHABHAKTI berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

* SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak

* SDGs 2: Tanpa Kelaparan

* SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim

* SDGs 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan

Sejalan dengan Asta Cita, program ini mendukung agenda ketahanan pangan nasional, pengurangan risiko bencana, serta pembangunan dari desa melalui pemberdayaan masyarakat perdesaan.

Harapan dari Nagari

Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami T, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UNDIP di tengah warganya.

“Program ini sangat membantu, terutama dalam peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa memberi semangat baru bagi kami yang sedang bangkit,” ungkapnya.

Melalui MAHABHAKTI, mahasiswa tidak hanya belajar dari bangku kuliah, tetapi juga dari denyut kehidupan masyarakat yang berjuang pascabencana. Di Nagari Salareh Aia, mereka bukan sekadar tamu, melainkan bagian dari proses membangun kembali harapan dari air bersih hingga sawah yang kembali hijau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M Husni
M
Editor
M Husni