Pengabdian untuk Negeri: Undip Kirim 57 Tim Ekspedisi Patriot ke 13 Provinsi Tujuan Transmigrasi

JATENG.AKURAT.CO, Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi, yang aktif mendukung pembangunan bangsa melalui program Ekspedisi Patriot.
Sebanyak 57 tim Ekspedisi Patriot Undip dengan total 285 peserta resmi dilepas menuju 13 provinsi di Indonesia untuk menjalankan misi pengabdian masyarakat, penelitian, dan pengembangan kawasan transmigrasi.
Acara pelepasan berlangsung di Lapangan Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, dipimpin langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas, Sabtu 23 Agustus 2025.
undiBaca Juga: Khidmat dan Semarak, Undip Rayakan HUT ke-80 RI dengan Capaian Gemilang
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa ekspedisi ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan juga sarana pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa patriot.
Menjadi Representasi UNDIP di Tengah Masyarakat
Rektor UNDIP mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga niat dan komitmen selama menjalankan tugas.
“Saudara-Saudara adalah insan terpilih yang menjadi representatif UNDIP. Kehadiran Saudara diharapkan memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi daerah atau wilayah yang menjadi tujuan,” ucapnya penuh semangat.
Beliau juga menitipkan pesan moral agar para peserta selalu menghormati budaya dan kearifan lokal di mana mereka ditempatkan.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati adat istiadat dimana kita berada. Jadilah penggerak yang memberikan inspirasi. Isi ruang-ruang publik dengan hal-hal positif yang membangun optimistis bangsa,” pesan Prof. Suharnomo.
Program Strategis Nasional
Ekspedisi Patriot merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi yang menggandeng tujuh universitas terbaik di Indonesia, termasuk Universitas Diponegoro.
Tujuannya adalah mengirim peneliti muda untuk mengkaji potensi wilayah transmigrasi, mengidentifikasi komoditas unggulan, serta merancang strategi pengembangan kawasan.
Dengan fokus tersebut, ekspedisi ini diharapkan dapat menghadirkan luaran nyata berupa rencana pengembangan kawasan transmigrasi yang tidak hanya memindahkan penduduk, melainkan juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Kajian Serius, Luaran Nyata
Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS, guru besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Perkotaan (PWK) UNDIP sekaligus PIC Tim Ekspedisi Patriot, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama 4 bulan, dimulai pada akhir Agustus hingga awal Desember 2025.
Sebelum terjun ke lapangan, seluruh peserta telah menerima pembekalan dari Kementerian Transmigrasi.
“Peserta ekspedisi patriot akan melakukan kajian yang menghasilkan luaran rencana pengembangan kawasan dan identifikasi potensi alam/daerah. Tujuannya adalah lokasi transmigrasi nantinya bukan hanya untuk memindahkan penduduk, tetapi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi,” jelas Prof. Wiwik, sapaan akrabnya.
13 Provinsi, 35 Kabupaten, 57 Kawasan Transmigrasi
Cakupan ekspedisi tahun ini terbilang luas. Tim UNDIP akan menjelajahi 13 provinsi, 35 kabupaten, dan 57 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Di lokasi tersebut, mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain:
- Pemetaan potensi sumber daya lokal
- Pendampingan UMKM dan pelaku ekonomi daerah
- Pelatihan teknologi tepat guna
- Edukasi lingkungan dan keberlanjutan
- Promosi nilai kebangsaan dan cinta tanah air
Melalui beragam aktivitas tersebut, mahasiswa, dosen, dan alumni UNDIP yang tergabung dalam ekspedisi diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal sekaligus mengasah kepekaan sosial mereka sendiri.
Menguatkan Jejaring dan Kolaborasi
Lebih jauh, program ini juga diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas lokal, serta masyarakat.
Dengan kolaborasi yang solid, potensi daerah-daerah yang selama ini kurang tersentuh pembangunan dapat diangkat menjadi peluang baru yang produktif.
Ekspedisi ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP dengan dukungan penuh Kementerian Transmigrasi.
Kegiatan ini berlangsung mulai 26–31 Agustus 2025 hingga berakhir pada 9 Desember 2025.
Patriot Muda, Harapan Bangsa
Keberangkatan 285 peserta Tim Ekspedisi Patriot UNDIP ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.
Mereka adalah patriot muda yang membawa semangat ilmu, inovasi, dan pengabdian untuk Indonesia yang lebih maju.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










