Jateng

EcoGreen Dorong Aksi Nyata Mahasiswa Lewat Konferensi Nasional di Unwahas

Theo Adi Pratama | 3 Februari 2026, 11:44 WIB
EcoGreen Dorong Aksi Nyata Mahasiswa Lewat Konferensi Nasional di Unwahas

JATENG.AKURAT.CO, EcoGreen bersama Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terus mendorong peran generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam gelaran National Student Conference on Sustainability yang berlangsung khidmat di Aula Kampus 2 Unwahas, Kamis (22/1/2026).

Mengusung tema From Green Minds to Green Actions: Empowering Young Generation for Real Actions, konferensi ini menjadi ruang strategis untuk menjembatani kesadaran lingkungan dengan implementasi konkret di tengah masyarakat.

Ratusan delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia turut ambil bagian, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu keberlanjutan.

Ketua panitia dalam laporannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menciptakan solusi lingkungan yang aplikatif. Hal tersebut sejalan dengan sambutan Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM, yang menekankan bahwa kampus harus menjadi pelopor gerakan berkelanjutan.

“Kita tidak kekurangan orang pintar yang bicara soal lingkungan, tapi kita butuh lebih banyak penggerak yang berani memulai aksi. Lewat konferensi ini, Unwahas ingin menciptakan ekosistem di mana ide-ide segar mahasiswa mendapatkan ruang untuk diuji dan diwujudkan,” ujarnya.

Konferensi ini terbagi dalam sejumlah sesi yang menghadirkan pakar lingkungan, praktisi sustainability, hingga aktivis muda.

Diskusi tidak hanya membahas teori, tetapi juga studi kasus inovasi ramah lingkungan. Panitia juga menggelar lomba presentasi makalah yang memuat gagasan kreatif dari mahasiswa berbagai universitas di Indonesia.

Peran EcoGreen semakin menegaskan arah konferensi ini. Primary Coordinator EcoGreen Project, Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja, ST., M.Sc., PDEng, menyebut Unwahas sebagai mitra strategis dalam pengembangan ide-ide lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran Unwahas. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dalam penanganan berbagai persoalan lingkungan di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai penutup, para peserta diajak mengikuti city tour ke sejumlah ikon Kota Semarang, seperti Kota Lama dan Lawang Sewu, sebagai refleksi hubungan antara pembangunan, sejarah, dan keberlanjutan.

Dengan berakhirnya konferensi ini, EcoGreen dan Unwahas berharap lahir lebih banyak agen perubahan yang siap membawa estafet kepemimpinan lingkungan.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa dunia akademik dan komunitas lingkungan dapat menjadi motor penggerak menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.