Jateng

Asah Kreativitas Mahasiswa, PGSD UPGRIS Pentaskan 10 Karya Pementasan Sendratari Budaya Nusantara

Arixc Ardana | 5 Januari 2024, 18:15 WIB
Asah Kreativitas Mahasiswa, PGSD UPGRIS Pentaskan 10 Karya Pementasan Sendratari Budaya Nusantara

 

AKURAT.CO SEMARANG, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), sukses menyelenggarakan pagelaran sendratari.

Acara yang dilangsungkan di Balairung Kampus I UPGRIS ini, berhasil menarik perhatian dengan 10 kelompok yang menampilkan hasil karya seni dan drama dari mata kuliah yang mereka ikuti.

Tema besar yang diusung dalam pagelaran yang digelar mahasiswa PGSD FIP UPGRIS ini adalah "Berkarya Guna Membangun Jiwa Muda yang Membudaya."

Baca Juga: Tim Pengabdian Prodi Biologi UPGRIS Kenalkan Budidaya Microgreen dan Teknik Hidroponik Pertanian Urban Farming

Sukamto MPd selaku Wakil Dekan II FIP UPGRIS, turut hadir untuk memberikan dukungan pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, dirinya menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas dan dedikasi mahasiswa PGSD UPGRIS dalam pagelaran seni yang dilakukan.

Sementara, Prasena selaku dosen mata kuliah seni dan drama, menjelaskan bahwa ada sepuluh pementasan yang berhasil tampil memukau di atas panggung.

Baca Juga: Lantik Jajaran Pengurus Ormawa Lemawa, UPGRIS Tegaskan Peran Penting Organisasi Kemahasiswaan dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan

"Pementasan para mahasiswa PGSD sangat bagus dan pesan dari cerita tersampaikan kepada penonton," terangnya.

Dipaparkan cerita rakyat yang diangkat melalui berbagai proses diskusi, latihan, make-up, blocking, serta sentuhan artistik berhasil membawa pengalaman yang mendalam bagi para penonton.

"Semoga pengalaman ini akan menjadi bekal berharga ketika mereka menjalani peran sebagai guru di masa depan," ujar Prasena.

Sepuluh judul pementasan tersebut antara lain adalah "Rawa Pening" (Kabupaten Semarang), "Jaka Tarub" (Jawa Tengah), "Sangkuriang" (Jawa Barat), "Putri Junjung Buih" (Kalimantan Selatan), "Ande-Ande Lumut" (Jawa Timur), "Asal Usul Reog Ponorogo" (Jawa Timur).

Kemudian "Banta Barensyah" (Aceh), "Kesetiaan Dora dan Sembada," "Lembu Suro" (Jawa Timur), serta "Awang Sukma dan Telaga Bidadari" (Kalimantan).

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar melalui Pembelajaran Berbasis DAP, Tim Pengabdian UPGRIS Beri Pelatihan bagi Guru

Ketua panitia pagelaran sendratari, Intan Yuniar Choirunisa, merasa bangga dengan hasil pementasan dari rekan-rekannya.

Ia menekankan bahwa pengalaman di luar kelas sangat berharga, tidak hanya dalam hal tanggung jawab, disiplin, tetapi juga komitmen yang dapat diperoleh melalui keseluruhan proses persiapan pentas.

Pementasan sendratari ini bukan hanya sekadar pertunjukan panggung biasa, melainkan juga merupakan kolaborasi dengan kegiatan program praktisi mengajar.

“Kami banyak mendapat pengalaman di luar kelas yang sangat luar biasa. Ada bentuk tanggung jawab, disiplin, serta komitmen yang bisa kami peroleh. Pentas ini bukan hanya sekedar bicara panggung. Akan tetapi, di belakang panggung kami juga mendapat ilmu yang luar biasa,” imbuh Intan.

Baca Juga: Rektor UPGRIS Apresiasi Upaya Wali Kota Semarang Entaskan Kasus Stunting

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman seni dan budaya, tetapi juga dapat mengintegrasikan aspek praktis dalam dunia mengajar kelak.

Semoga pagelaran sendratari ini menjadi katalisator untuk terus mengembangkan kreativitas, kecintaan pada budaya, dan semangat mengajar bagi mahasiswa PGSD UPGRIS.

Diharapkan, pada tahun-tahun berikutnya, pementasan semakin beragam dan menciptakan pertunjukan yang lebih spektakuler, terus menorehkan prestasi gemilang dalam dunia seni dan pendidikan.

***

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.