Tim Pengabdian Prodi Biologi UPGRIS Kenalkan Budidaya Microgreen dan Teknik Hidroponik Pertanian Urban Farming

AKURAT.CO SEMARANG, Berkurangnya lahan pertanian dan padatnya perumahan di perkotaan telah mendorong munculnya konsep baru berkebun di lahan terbatas, dikenal sebagai urban farming.
Konsep pertanian urban farming, yang semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan dan milenial, melibatkan budidaya tanaman pada lahan sempit dengan tujuan penghijauan dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
PKK Perum Sinar Surya di wilayah RW 01 RT 10 Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Kota Semarang turut aktif dalam membangun kesadaran akan ketahanan pangan mandiri.
Salah satu upayanya adalah dengan mendirikan taman toga dan taman sayur di wilayahnya. Meskipun telah menghasilkan tanaman yang dapat dipanen, model penanaman masih terbatas pada taman kecil dengan media tanam tanah campuran kompos.
Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam cara budidaya tanaman hortikultura untuk memperluas penerapan metode budidaya ini kepada seluruh anggota di wilayah pekarangan rumah masing-masing.
Dengan latar belakang ini, mendorong Tim Program Studi Pendidikan Biologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat yang terdiri atas Fibria Kaswinarni, S.Si.,M.Si, Rivanna Citraning Rachmawati, S.Si., M.Pd, Atip Nurwahyunani, S. Si, S. Pd, M. Pd, dan Ipah Budi Minarti, S.Pd, M.Pd, dibantu oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Anisa Mayapada Nuraini, Sonia Fitria, dan The Bezaleel Thera Rafael Suntoro melaksanakan program PKM kepada PKK Perum Sinar Surya Kelurahan Kedungmundu, Tembalang.
"Pendampingan ini meliputi penyuluhan mengenai urban farming, pelatihan dan praktik budidaya microgreen, kemudian penyuluhan, pelatihan dan praktik budidaya hidroponik, serta penyuluhan, pelatihan kewirausahaan hasil budidaya microgreen dan hidroponik," papar Ipah Budi Minarti, selaku perwakilan tim pengabdian UPGRIS.
Tim Program Studi Pendidikan Biologi dari UPGRIS, bersama dengan mahasiswa yang terlibat, memberikan kontribusi dalam mengenalkan konsep budidaya tanaman hortikultura melalui teknik microgreen dan hidroponik kepada PKK Perum Sinar Surya.
Budidaya tanaman hortikultura melalui microgreen dan hidroponik merupakan salah satu budidaya tanaman, yang tidak memerlukan lahan yang luas.
Dalam hal ini bisa dilakukan di pekarangan rumah, teras rumah, atap rumah maupun lahan lainnya.
Dengan teknik yang sederhana budidaya tanaman microgreen dan hortikultura dapat dilakukan dengan mudah oleh siapa saja dari berbagai kalangan, serta alat dan bahannya dapat didapat dengan mudah dan terjangkau.
Sementara, hidroponik merupakan teknik budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, sehingga hidroponik merupakan aktivitas pertanian, yang dijalankan dengan menggunakan air sebagai medium untuk menggantikan tanah dan dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan sederhana.
Sedangkan microgreen merupakan sayuran berumur pendek yang memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan ukuran sayuran pada umumnya.
Microgreen adalah sayuran muda yang dihasilkan dari biji sayuran yang telah memiliki dua daun kotiledon yang sudah berkembang sempurna dan telah muncul daun sejati yang masih muda.
Sayuran ini biasanya berumur 14-21 hari setelah tanam serta memiliki tekstur lunak, renyah, dan memiliki beragam rasa karena microgreen dapat berasal dari berbagai jenis tanaman sayuran.
Penanaman microgreen yang mudah, murah, dan kaya akan manfaat belum sepenuhnya diketahui oleh banyak kalangan.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mencapai hasil positif, antara lain meningkatnya keterampilan mitra dalam melaksanakan urban farming dengan teknik microgreen dan hidroponik.
Selain itu, program ini juga berhasil menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat di Perum Sinar Surya, semakin memperkuat konsep ketahanan pangan dan lingkungan di perkotaan.
Baca Juga: Rektor UPGRIS Apresiasi Upaya Wali Kota Semarang Entaskan Kasus Stunting
Dengan demikian, urban farming melalui teknik microgreen dan hidroponik tidak hanya memberikan solusi praktis untuk ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat dengan menyediakan sayuran bergizi dan bebas pestisida.
Inovasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan diadopsi oleh masyarakat perkotaan lainnya.
"Selain itu, juga tumbuh jiwa kewirausahaan masyarakat di Perum Sinar Surya RW 01 RT 10 Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Semarang dari hasil budidaya microgreen dan hidroponik," tandasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









