Jateng

Selesai Skybridge Run, Jangan Langsung Pulang: Ini Kuliner Purwokerto yang Wajib Dikejar

Theo Adi Pratama | 23 Oktober 2026, 08:20 WIB
Selesai Skybridge Run, Jangan Langsung Pulang: Ini Kuliner Purwokerto yang Wajib Dikejar
Kuliner Purwokerto

JATENG.AKURAT.CO, Selesai lari 5K atau 10K di Skybridge Run 2026, tubuh biasanya cuma ingin rebahan—tapi perut di Purwokerto tidak bisa diajak kompromi: dari soto Sokaraja yang kuahnya dicampur sambal kacang sampai getuk goreng Haji Tohirin yang legendaris sejak 1950-an, kota ini punya cara sendiri untuk memaksa pelari berjalan kaki lagi, kali ini demi kuliner.

Garis finis Skybridge Run 2026 ada di Menara Teratai. Keringat masih bercucuran, medali baru saja dikalungkan, dan otot betis masih berdenyut. Di titik itu, biasanya ada dua jenis pelari: yang langsung mencari tempat duduk, dan yang langsung membuka peta kuliner.

Bagi yang memilih opsi kedua, Purwokerto tidak pernah kehabisan alasan untuk membatalkan niat diet. Kota ini punya lapisan kuliner yang sudah berumur puluhan tahun, bercampur dengan kafe dan foodcourt yang muncul belakangan. Semuanya ada dalam radius yang masih bisa dijangkau dengan kaki yang lelah.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Skybridge Run Purwokerto 8 November: Kategori, Jam Start, dan Biaya

Dari Menara Teratai, kuliner terdekat ada di Madhang Maning

Kawasan Menara Teratai sendiri sudah cukup untuk mengganjal perut sebelum pulang. Di Madhang Maning Park, ada Kedai Melayu Djawa yang menyajikan perpaduan kuliner Jawa dan Melayu, dengan desain semi-tradisional yang nyaman untuk makan santai setelah beraktivitas. Ada juga Sonic Chicken di dalam kompleks Menara Teratai, tempat nongkrong modern yang populer di kalangan anak muda.

Kalau ingin yang lebih tradisional, foodcourt Madhang Maning mengusung nuansa khas Jawa dengan menu masakan rumahan dan pemandangan langsung ke Menara Teratai. Harganya masih ramah di kantong, dan porsinya cukup untuk mengembalikan energi yang habis di lintasan.

Warga Purwokerto, Nur Rohmah, punya alasan sendiri kenapa dia sering memilih foodcourt ini. “Menurut saya, foodcourt itu enaknya karena pilihannya banyak ya. Jadi kalau pergi bareng teman-teman, semua bisa pilih makanan sesuai selera masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga: Skybridge Run 2026 Bukan Cuma Olahraga, Ini Cara KAI Mendekatkan Kereta ke Anak Muda

Soto Sokaraja: kuah bening yang dicampur sambal kacang

Kalau ada satu makanan yang paling identik dengan Banyumas, itu soto Sokaraja. Bedanya dengan soto lain ada di sambal kacang yang dicampur langsung ke dalam kuah, menghasilkan rasa gurih, sedikit manis, dan kaya rempah.

Soto H. Loso di Jalan RA Wiryaatmaja—yang dulu dikenal sebagai Jalan Bank—sudah berdiri sejak era 1970-an. Letaknya dekat Stasiun Purwokerto dan Alun-alun, jadi masih terjangkau dari Menara Teratai. Keistimewaannya ada pada sambal kacang yang menyatu dengan kuah, plus suasana warung yang masih menyimpan foto-foto tokoh nasional yang pernah mampir.

Untuk yang ingin sedikit lebih jauh, Soto Kecik Sokaraja menawarkan pengalaman berbeda: ketupat sebagai pengganti nasi, kerupuk cantir dari singkong, dan kuah bening yang diperkaya sambal kacang. Warung ini buka 24 jam, jadi tidak ada alasan untuk melewatkannya hanya karena sudah sore.

Baca Juga: Banaran Trail Run 2026: Lari 30K Menembus Kebun Kopi, Nanjak 1.055 Meter di Lereng Ungaran

Getuk goreng: oleh-oleh yang tidak boleh terlupakan

Selesai makan berat, jangan langsung pulang. Getuk goreng Sokaraja adalah camilan legendaris yang sudah ada sejak 1918, berawal dari ketidaksengajaan seorang penjual nasi rames keliling bernama Sanpirngad yang menggoreng getuk basah agar tidak basi.

Salah satu yang paling terkenal adalah Getuk Goreng Haji Tohirin, yang sudah berdiri sejak 1950-an. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam, dengan aroma gula jawa yang terpanggang. Kemasannya menggunakan besek bambu dengan pita merah, cocok untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.