Jateng

Banaran Trail Run 2026: Lari 30K Menembus Kebun Kopi, Nanjak 1.055 Meter di Lereng Ungaran

Theo Adi Pratama | 23 Oktober 2026, 05:11 WIB
Banaran Trail Run 2026: Lari 30K Menembus Kebun Kopi, Nanjak 1.055 Meter di Lereng Ungaran
Banaran Trail Run 2026

JATENG.AKURAT.CO, Banaran Trail Run 2026 di Ungaran bukan sekadar lomba lari lintas alam biasa: 8 November nanti, ribuan kaki akan menjejak tanah vulkanik di antara barisan pohon kopi, menghirup udara Bawen yang dingin, dan pulang dengan medali serta cerita tentang rute 30 kilometer yang menanjak 1.055 meter di lereng Gunung Ungaran.

Bayangkan bangun pukul empat pagi di Kampoeng Kopi Banaran. Udara Bawen menusuk kulit, embun menempel di daun kopi, dan langit masih gelap ketika pelari mulai berdatangan. Sebagian sedang mengikat tali sepatu. Sebagian lagi melakukan pemanasan kecil sambil sesekali meniup telapak tangan. Sebagian lagi sibuk foto dengan latar deretan pohon robusta yang batangnya sudah setua perkebunan itu sendiri.

Ini bukan suasana road race dengan aspal mulus dan water station rapi di setiap dua kilometer. Ini trail run. Tanahnya bisa becek setelah hujan semalam. Akarnya melintang di tengah jalur. Tanjakannya bikin betis berteriak, turunannya bikin lutut memohon ampun. Tapi justru di situlah daya tariknya.

Banaran Trail Run 2026 adalah edisi ketiga setelah 2024 dan 2025 . Tahun lalu, 769 pelari turun ke lintasan yang sama, melampaui target panitia . Tahun ini, jumlahnya diprediksi lebih banyak. Bukan karena hadiahnya naik, tapi karena rutenya sudah menjadi cerita di kalangan pelari: jalur yang menembus kebun kopi, dengan panorama Gunung Ungaran di satu sisi dan Danau Rawa Pening di sisi lain.

Baca Juga: Skybridge Run 2026 Bukan Cuma Olahraga, Ini Cara KAI Mendekatkan Kereta ke Anak Muda

Tiga kategori, tiga tingkat kesakitan

Panitia tidak main-main dengan pembagian kategori. Nama-namanya diambil dari varietas kopi yang tumbuh di Banaran, dan tingkat kesulitannya naik seiring nama yang dipilih.

Excelsa Race 7K adalah pintu masuk. Cocok untuk pemula yang ingin merasakan trail tanpa harus berurusan dengan tanjakan ekstrem. Cut-off time-nya 2,5 jam, dengan elevasi sekitar 275 meter . Harganya Rp295.000, sudah termasuk jersey, medali, goodie bag, asuransi, dan foto resmi .

Robusta Race 15K adalah kategori tengah. Di sinilah lari mulai terasa seperti kerja keras. Elevasinya 585 meter, cut-off 4 jam . Harganya Rp395.000 . Kategori ini biasanya diisi pelari yang sudah punya pengalaman trail dan ingin menantang diri tanpa harus menghabiskan sepanjang pagi di hutan.

Arabica Race 30K adalah medan pembuktian. Elevasi 1.055 meter, cut-off 7 jam . Harganya Rp510.000, dan peserta mendapat tambahan finisher jersey—bukan sekadar medali . Jarak resminya bahkan tercatat 33,1 kilometer di Trace de Trail, sedikit lebih panjang dari klaim panitia . Bagi yang memilih kategori ini, Banaran bukan lagi lomba. Ia adalah perjalanan panjang yang harus diselesaikan dengan kepala dingin dan kaki yang sudah dilatih berbulan-bulan.

Baca Juga: Jangan Tunggu Air Masuk Rumah: 7 Barang yang Wajib Ada di Tas Siaga Sebelum Musim Hujan

Hadiah yang bikin pelari serius melirik

Total hadiah untuk masing-masing kategori cukup menggoda. Juara pertama 30K mendapat Rp4.000.000, juara kedua Rp3.500.000, juara ketiga Rp3.000.000. Kategori 15K juara pertama Rp2.500.000, dan 7K juara pertama Rp1.500.000 .

Angka itu bukan yang terbesar di scene trail run Indonesia. Tapi bagi banyak pelari, Banaran bukan soal hadiah. Ini soal course record. Nama juara akan tercatat, dan rute 30K dengan elevasi 1.055 meter adalah medan yang tidak bisa dibohongi. Siapa pun yang finis, apalagi menang, sudah punya cerita yang layak diceritakan ulang di grup komunitas.

Dari kebun kopi ke sport tourism

Di balik jersey dan medali, ada agenda yang lebih besar. PTPN I, pengelola Kampoeng Kopi Banaran, ingin menjadikan perkebunan bukan sekadar ladang produksi, melainkan destinasi wisata olahraga.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyebut gelaran 2025 sebagai bukti bahwa konsep itu berjalan. “Sensasi menaklukkan trek perbukitan di tengah udara segar perkebunan kopi memberikan pengalaman luar biasa,” ujarnya, seperti dikutip Radarindo .

SEVP Operation PTPN I Regional 3, Budiono, menambahkan bahwa Banaran Trail Run didedikasikan untuk masyarakat sekitar. “Momen ini bukan sekadar lomba, tetapi wujud sinergi yang menghidupkan ekonomi lokal,” katanya .

Itu sebabnya di edisi 2026, Banaran bukan cuma soal flag off dan finish line. Ada expo UMKM, coffee academy, dan berbagai kegiatan pendukung yang membuat keluarga pelari punya alasan untuk ikut datang, bukan sekadar menunggu di garis akhir .

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.