Jateng

Jejak Sejarah Kota Medan: Dari Kampung Tanah Jajahan Belanda hingga Menjadi Kota Modern yang Terus Berkembang

Theo Adi Pratama | 25 Februari 2024, 12:00 WIB
Jejak Sejarah Kota Medan: Dari Kampung Tanah Jajahan Belanda hingga Menjadi Kota Modern yang Terus Berkembang

AKURAT.CO Sejarah, Masa penjajahan adalah bagian penting dari sejarah Indonesia yang tidak boleh dilupakan.

Begitu juga dengan peran Kota Medan, yang menjadi saksi bisu pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Berikut adalah gambaran sejarahnya:

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan Dalam Perspektif Sejarah dan Budaya: Arjuna, Tokoh Utama Dalam Wiracarita Mahabharata

Asal Mula Medan dan Tanah Deli

Perjalanan sejarah Kota Medan dimulai dari masa awalnya di Tanah Deli.

Perkampungan awal Medan dibuka oleh seorang tokoh bernama Guru Patimpus, di wilayah yang kini dikenal sebagai Tanah Deli.

Pada awalnya, Tanah Deli adalah daerah rawa-rawa yang luasnya sekitar 4000 hektar.

Karena letaknya yang strategis, Medan-Deli, demikian kampung itu disebut, menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatra Utara.

Peran Belanda di Tanah Deli

Belanda memasuki Tanah Deli pada tahun 1863 dengan membuka perkebunan tembakau di daerah tersebut.

Tembakau Deli yang harum menjadi favorit di kalangan orang Eropa, sehingga mengangkat nama Tanah Deli sebagai salah satu daerah perkebunan utama di Hindia Belanda.

Meskipun Belanda menghadapi banyak tantangan dalam menguasai wilayah tersebut, termasuk melawan pemberontakan lokal, mereka akhirnya berhasil memperluas kekuasaan mereka di Tanah Deli.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan Dalam Perspektif Sejarah dan Budaya: Gunawan Wibisana, Adik Kandung Rahwana

Perjuangan dalam Penaklukan Tanah Deli

Perjuangan Belanda untuk menguasai Tanah Deli tidaklah mudah.

Mereka harus melawan banyak pemberontakan dan perlawanan dari berbagai suku dan kerajaan di Sumatra Utara.

Namun, pada tahun 1942, setelah berjuang selama kurang lebih 78 tahun, Belanda berhasil memperoleh kendali penuh atas Tanah Deli.

Transformasi Kota Medan

Seiring dengan berkembangnya kekuasaan Belanda di Tanah Deli, Kota Medan juga mengalami transformasi yang signifikan.

Kota kecil yang awalnya dikenal sebagai Medan Putri menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan di wilayah tersebut.

Perubahan ini tercermin dalam pemindahan ibu kota administratif Residen Sumatra Timur ke Medan pada tahun 1887, serta pemindahan istana kesultanan ke Medan pada tahun 1891.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dalam Perspektif Sejarah dan Budaya: Wayang Kumbakarna, Raksasa yang Cinta Tanah Air Alengka

Pembentukan Kota Medan Modern

Pada tahun 1918, Kota Medan secara resmi diresmikan sebagai Gemeente (kota praja) oleh Walikota Baron Daniel Mac Kay.

Sultan Deli juga menyerahkan tanah Kota Medan kepada Gemeente Medan melalui "Acte van Schenking" pada 30 November 1918, sehingga Kota Medan secara resmi menjadi wilayah di bawah kekuasaan langsung Hindia Belanda.

Pada saat itu, Medan terdiri dari empat kampung utama: Kesawan, Sungai Rengas, Petisah Hulu, dan Petisah Hilir.

Dengan sejarahnya yang kaya dan peran pentingnya dalam perjuangan kemerdekaan, Kota Medan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan di Sumatra Utara, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi rakyat Indonesia.

Kesaksian masa lalu yang masih hidup melalui bangunan-bangunan peninggalan Belanda juga menjadi bagian integral dari warisan budaya dan sejarah kota yang patut dijaga dan dihargai oleh generasi mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.