Jateng

Jejak Kuliner Nusantara: Mengungkap Perjalanan Sejarah Telur Asin Khas Brebes yang Sudah Terkenal Luas

Theo Adi Pratama | 15 Februari 2024, 12:00 WIB
Jejak Kuliner Nusantara: Mengungkap Perjalanan Sejarah Telur Asin Khas Brebes yang Sudah Terkenal Luas

AKURAT.CO Sejarah, Ketika melewati kawasan Brebes dan sekitarnya saat mudik lebaran, ada sesuatu yang tidak bisa luput dari perhatian kita: Telur Asin Khas Brebes.

Kali ini, mari kita telusuri lebih dalam tentang sejarah Telur Asin Brebes, sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai dan cerita, dari akar tradisinya hingga menjadi ikon kuliner yang tak terlupakan.

Baca Juga: Mengenal Sejarah serta Keindahan Arsitektur Masjid Agung Baiturrahman: Simbol Religi dan Kegiatan Keagamaan di Trenggalek

Akar Tradisi Mengawetkan Telur

Tradisi mengawetkan telur telah ada sejak zaman kuno, terutama di kalangan masyarakat Tionghoa.

Mereka memiliki berbagai metode untuk memperpanjang masa simpan makanan, salah satunya adalah dengan cara menasinkan telur.

Inilah akar tradisi dari Telur Asin Brebes. Teknik ini membantu menjaga telur agar tetap awet dan dapat disimpan lebih lama, terutama saat melakukan perjalanan jauh.

Tradisi ini kemudian dibawa dan diwariskan oleh para perantau Tionghoa yang menetap di Brebes, Jawa Tengah.

Baca Juga: Perjalanan Sejarah dan Keindahan Masjid Agung Jami Malang: Masjid dengan Perpaduan Jawa dan Arab

Telur Asin dalam Konteks Ritual Sejit

Telur asin tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna religius yang dalam dalam budaya Tionghoa.

Dalam ritual Sejit misalnya, telur asin seringkali dipersembahkan sebagai bagian dari sesaji kepada Dewa Bumi.

Telur asin menjadi simbol harapan akan kesuburan, kelimpahan, dan keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa.

Melalui ritual ini, sejarah Telur Asin Brebes memperoleh kedudukan yang lebih dari sekadar makanan biasa, tetapi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan spiritual dan budaya.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Museum Radya Pustaka Solo: Mengungkapkan Harta Budaya dan Sejarah

Komersialisasi Telur Asin

Pada akhir tahun 1950-an, sejarah Telur Asin Brebes mulai dikenal secara luas melalui upaya komersialisasi yang dilakukan oleh para peranakan Tionghoa di daerah tersebut.

Keluarga Tjoa dan Lina Pandi merupakan pelopor dalam usaha telur asin di Brebes, yang kemudian membawa telur asin Brebes merambah ke berbagai daerah di Indonesia.

Telur Asin Brebes tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga sebuah simbol dari kekayaan budaya dan sejarah sebuah daerah.

Dari tradisi mengawetkan telur hingga menjadi ikon kuliner yang dikenal secara nasional, Telur Asin Brebes terus menginspirasi dan memperkaya budaya kuliner Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.