Jateng

Mengenal Lebih Dekat Museum Fatahillah: Membawa Wisatawan ke Dalam Jejak Sejarah Jakarta

Theo Adi Pratama | 12 Februari 2024, 14:00 WIB
Mengenal Lebih Dekat Museum Fatahillah: Membawa Wisatawan ke Dalam Jejak Sejarah Jakarta

AKURAT.CO Sejarah, Museum Fatahillah, yang secara resmi dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta, terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat.

Awalnya, bangunan ini adalah gedung balai kota Batavia, yang dibangun pada tahun 1707 hingga 1712 atas perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn.

Namun, seiring berjalannya waktu, gedung ini telah mengalami transformasi yang beragam, dari pusat administrasi hingga menjadi museum yang memamerkan kekayaan sejarah Jakarta.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Cerita serta Keunikan Masjid Madekan: Tempat Bersumpah yang Menakutkan di Madura

Sejarah Bangunan

Pertama kali, sebuah balai kota didirikan di Batavia pada tahun 1620, di tepi timur Kali Besar.

Namun, bangunan itu hanya bertahan selama enam tahun sebelum akhirnya dibongkar dalam upaya melawan serangan pasukan Sultan Agung pada 1626.

Untuk menggantikannya, pada 1627, balai kota dibangun kembali atas perintah Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen.

Namun, kondisinya kembali memburuk pada tahun 1628, sehingga pada tahun 1797, atas perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn, gedung ini dibongkar dan dibangun ulang.

Peresmian balai kota ketiga dilaksanakan pada 10 Juli 1710.

Selama dua abad, bangunan ini menjadi kantor administrasi Kota Batavia, serta digunakan sebagai College van Schepenen (Dewan Kotapraja) dan Raad van Justitie (Dewan Pengadilan).

Namun, seiring perkembangan Kota Batavia hingga menjadi Gemeente Batavia, aktivitas administrasi dipindahkan, dan gedung ini berfungsi sebagai kantor berbagai lembaga pemerintahan.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Agung Tuban: Masjid yang Menjadi Saksi Dakwah Sunan Bonang di Pulau Jawa

Transformasi Menjadi Museum

Pada tahun 1942, selama pendudukan Jepang, gedung ini digunakan sebagai kantor pengumpulan logistik untuk Kekaisaran Jepang.

Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan ini menjadi Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan kemudian Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pada tahun 1970, gedung ini ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya.

Akhirnya, pada 30 Maret 1974, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, merenovasi gedung ini dan mengubahnya menjadi Museum Sejarah Jakarta.

Koleksi

Di dalam Museum Sejarah Jakarta, pengunjung dapat menemukan berbagai objek yang mencerminkan sejarah Jakarta, termasuk replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi, mebel antik dari abad ke-17 hingga ke-19, serta keramik, gerabah, dan batu prasasti.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Tersembunyi di Balik Pesona Rahasia Batu Kenong, Bondowoso

Objek-objek ini dipamerkan dalam beberapa ruang yang menceritakan berbagai periode sejarah Jakarta, mulai dari prasejarah hingga masa kolonial Belanda.

Dengan memadukan sejarah yang kaya dan koleksi yang beragam, Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi jejak sejarah dan budaya Jakarta.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.