Jateng

Kuliner Nusantara: Sejarah Odading, Kisah Unik Roti Goreng Kotak Menggelembung dari Bandung

Theo Adi Pratama | 25 Januari 2024, 13:00 WIB
Kuliner Nusantara: Sejarah Odading, Kisah Unik Roti Goreng Kotak Menggelembung dari Bandung

AKURAT.CO Sejarah, Odading, roti goreng berbentuk kotak yang menggelembung, telah mencuri perhatian sebagai salah satu jajanan viral dari Bandung.

Tak hanya lezat dan memiliki tekstur unik, namun juga menyimpan sejarah menarik dan asal-usul nama yang tak kalah menarik.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Ambarbinangun, Ruang Sejarah yang Hidup di Bawah Bayang Sultan Hamengkubuwono VI

Viralitas Odading: Roti Goreng Kotak yang Menggoda Selera

Odading menjadi sensasi di jagad maya, terutama setelah munculnya video seorang penjual odading yang menjajakan roti gorengnya dengan gaya tak biasa.

Kesenangan masyarakat terhadap odading tidak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena bentuknya yang menggelembung dan kotak, memberikan tampilan yang berbeda dari roti goreng pada umumnya.

Asal-usul Nama Odading: Jejak Sejarah Kolonial Belanda

Odading tidak hanya sekadar tren terkini; roti goreng ini telah ada sejak masa kolonial Belanda.

Dalam buku "9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing" (2003) karya Alif Danya Munsyi, terungkap bahwa odading awalnya adalah kue goreng tak bernama yang terbuat dari adonan terigu campur gula.

Kisah menarik bermula ketika seorang anak kecil Belanda merengek kepada ibunya untuk membelikan kue tak bernama tersebut.

Ibu yang penasaran akhirnya memanggil penjual kue keliling.

Ketika ibu itu melihat roti goreng tersebut, dengan heran ia berkata, "O, dat ding?" yang artinya "O, benda itu?" dalam bahasa Belanda.

Kata spontan tersebut akhirnya menginspirasi nama odading yang terus dipakai hingga sekarang.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Sejarah Yogyakarta: Kotagede, Jejak Bersejarah Mataram Islam di Bawah Naungan Masjid Makam

Rasa Odading: Kelezatan dalam Setiap Gigitannya

Menurut Executive Chef GH Universal Hotel Bandung, Anton Kuswendi, odading memiliki tekstur yang lembut di dalam dan garing di luar.

Adonannya, mirip dengan roti, seringkali ditambahkan baking soda untuk memberikan tekstur serat dan kelembaban di bagian dalam.

Rasanya yang sedikit manis membuat odading cocok disantap dengan teh manis hangat sebagai camilan di sore hari.

Varian Serupa di Jawa Tengah dan Jawa Timur: Bolang-Baling

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdapat jajanan yang nyaris identik bentuknya dengan odading, namanya bolang-baling.

Meskipun bentuknya mirip, yang membedakan adalah taburan wijen dan gula pasir pada permukaan bolang-baling, memberikan sensasi garing dan renyah yang berbeda.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah Yogyakarta: Kompleks Pantja Dharma UGM, Melangkah Sejarah Pendidikan dan Konferensi Internasional

Odading, Lezatnya Sejarah dan Keunikan Tradisional

Odading bukan hanya roti goreng biasa; ia adalah potongan sejarah kuliner yang membawa kita ke masa kolonial Belanda dengan cara yang unik.

Dengan rasanya yang menggoda dan keunikan bentuknya, odading telah mengukir cerita sendiri di dunia kuliner Indonesia.

Selamat menikmati kelezatan dan sejarah yang terkandung dalam setiap gigitan odading!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.