Jateng

Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Candi Kimpulan, Keindahan dan Sejarah Masa Lalu yang Mulai Terungkap

Theo Adi Pratama | 19 Januari 2024, 15:00 WIB
Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Candi Kimpulan, Keindahan dan Sejarah Masa Lalu yang Mulai Terungkap

AKURAT.CO Sejarah, Candi Kimpulan, suatu penemuan tak terduga di kampus Terpadu UII Yogyakarta, mengungkapkan keajaiban arsitektur Hindu yang kaya dengan kehadiran Lingga-Yoni, arca Ganesha, dan arca Nandi.

Artikel ini akan membahas sejarah, fungsi, dan kekayaan Candi Kimpulan yang memperkaya warisan budaya Indonesia.

Baca Juga: Sebuah Kisah Perjalanan Bale Mangu: Jejak Sejarah dan Transformasi Fungsional

Penemuan Tidak Terduga

Candi Kimpulan ditemukan pada 11 Desember 2009, ketika para pekerja sedang menggali pondasi untuk gedung perpustakaan UII.

Penemuan ini mengungkapkan kompleks candi yang terbuka tanpa dinding dan atap, mengekspos struktur dan artefak yang mencerminkan kehidupan keagamaan masyarakat Hindu di masa lalu.

Fungsi dan Simbolisme

Dengan corak agama Hindu yang jelas, Candi Kimpulan diyakini berfungsi sebagai tempat pemujaan Ganesha, dewa penghilang rintangan.

Pada lantai atas perwara, temuan Lingga-Yoni, arca Nandi, dan sumuran menggambarkan penyederhanaan konsep trimurti, menggabungkan tiga aspek utama dewa dalam satu tempat pemujaan.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Masjid Sulthoni: Keanggunan Arsitektur di Kompleks Kepatihan

Lokasi dan Struktur Bangunan

Candi Kimpulan terletak di Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Meskipun saat ini hanya tersisa jejak-jejak bersejarah, kompleks candi ini dulu mencakup bangunan utama dan perwara, serta pagar keliling yang membentuk halaman candi.

Pagar terbuat dari boulder batu andesit yang disusun rapi.

Artefak Penting

Dalam ekskavasi penyelamatan, ditemukan artefak penting seperti Lingga-Yoni, Arca Ganesha, peripih, dan kepala Kala.

Lempengan emas dan perak yang berisi mantra-mantra dengan aksara Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta ditemukan di bawah Lingga-Yoni.

Artefak ini memberikan gambaran mendalam tentang praktik keagamaan dan kehidupan masyarakat Hindu pada masa itu.

Baca Juga: Sejarah dan Juga Perjalanan Pulo Kenanga di Kompleks Pesanggrahan Tamansari: Keindahan yang Tersembunyi

Gaya Arsitektur dan Keunikan

Candi Kimpulan mengusung gaya arsitektur langgam Jawa Tengah klasik tua.

Kepala Kala yang tidak memiliki rahang bawah dan gaya naturalis dalam pengarcaan menandakan karakteristik seni klasik tua.

Kajian paleografis menunjukkan tulisan dan bahasa pada pripih berasal dari sekitar abad ke-9 Masehi.

Akhir dari Candi Kimpulan

Sayangnya, Candi Kimpulan tidak dapat bertahan dari pembangunan jalur rel ganda Kutoarjo-Purwosari.

Tanah tempat candi berdiri sebagian besar digunakan untuk jalur rel ganda, mengakhiri keberadaannya secara fisik.

Namun, penemuan dan dokumentasi telah memastikan bahwa warisan Candi Kimpulan tetap hidup dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga: Misteri Gunung Sinabung: Erupsi, Mitos, dan Sejarah yang Mengguncang Sumatra Utara

Candi Kimpulan, meskipun kini hanya tinggal kenangan, memberikan pandangan yang berharga tentang kehidupan spiritual dan seni arsitektural masyarakat Hindu pada masa lalu.

Temuan-temuan arkeologis ini menjadi titik penting dalam pelestarian dan pemahaman warisan budaya Indonesia yang kaya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.