Jateng

Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pasar Gatak, Pusaka Sejarah Pasar yang Tetap Hidup

Theo Adi Pratama | 17 Januari 2024, 16:00 WIB
Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pasar Gatak, Pusaka Sejarah Pasar yang Tetap Hidup

AKURAT.CO Sejarah, Pasar Gatak, yang terletak di suatu sudut desa yang tenang, tidak hanya menjadi tempat bertransaksi sehari-hari tetapi juga merangkum kepingan sejarah yang tahan uji waktu.

Pusat kegiatan ekonomi ini menjadi pusat perhatian masyarakat, terutama pada hari-hari pasaran Jawa Legi dan Minggu.

Meskipun demikian, pasar ini tetap menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan modernisasi.

Baca Juga: Sebuah Kisah Perjalanan Bale Mangu: Jejak Sejarah dan Transformasi Fungsional

Keberlanjutan Pada Hari Pasaran

Pasar Gatak, yang dikenal sebagai salah satu pasar paling ramai di wilayahnya, meraih puncak aktivitasnya pada hari pasaran Jawa Legi dan Minggu.

Kedua hari tersebut diwarnai dengan kegiatan perniagaan yang sibuk, di mana para pedagang dan pembeli saling berinteraksi menciptakan suasana yang meriah dan penuh warna.

Namun, keunikan Pasar Gatak tidak hanya terbatas pada dua hari pasaran tersebut.

Pasar ini tetap difungsikan oleh masyarakat sepanjang minggu dari pukul 05.00 hingga pukul 09.00.

Meskipun intensitasnya tidak sebesar pada hari pasaran, keberlanjutan aktivitas ini menunjukkan peran pasar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Bangsal Trajumas: Memahami Sejarah dan Peranannya dalam Kraton Yogyakarta

Renovasi dan Keaslian

Seiring berjalannya waktu, Pasar Gatak mengalami sejumlah renovasi untuk menjaga keberlanjutan dan kenyamanan bagi para pengunjungnya.

Meski banyak bagian pasar yang telah direnovasi, keaslian tetap terpancar dari bangunan yang terletak di sebelah timur pasar.

Bangunan kuno Pasar Gatak, dengan dua struktur tanpa dinding, menjadi saksi bisu masa lalu.

Ukuran masing-masing bangunan 3 m x 25,3 m, dengan jarak 2 m di antara keduanya, menciptakan ruang terbuka yang memadukan nuansa tradisional dengan kesejukan udara terbuka.

Peninggalan Belanda yang Tetap Relevan

Menariknya, Pasar Gatak adalah bangunan peninggalan Belanda yang masih aktif digunakan oleh masyarakat hingga saat ini.

Konstruksi kerangka bangunannya yang terbuat dari besi baja dipasok oleh perusahaan "N.V. Machinefabriek Braat" yang berkantor pusat di Surabaya, menambahkan dimensi historis pada struktur pasar.

Baca Juga: Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada: Menggali Jejak Sejarah dan Kecemerlangan Pendidikan

Pasar Gatak, diperkirakan dibangun pada tahun 1926-1930 oleh N.V. Braat, menjadi bagian penting dari warisan arsitektur kolonial Belanda.

Perusahaan Braat, yang berfokus pada industri mesin dan pengecoran logam, menciptakan konstruksi yang kokoh dan tangguh.

Pada masa sulit perusahaan, pesanan penting dari Nederlandsche Handel Maatschappij pada tahun 1934 memberikan kehidupan baru bagi Machinefabriek Braat.

Meski masa-masa sulit dan pergantian kekuasaan terjadi, Pasar Gatak tetap tegak sebagai monumen hidup sejarah.

Pengaruh Jepang selama masa pendudukan tidak menghancurkan keberlanjutan pasar ini, dan pasar terus menjadi pusat ekonomi dan pertemuan masyarakat.

Baca Juga: Peristiwa Sejarah 16 Januari 1950: Hari Pembubaran Nerkai dan Cikal Bakal Palang Merah Indonesia

Pasar Gatak, dengan segala sejarah dan keunikan arsitektur Belanda yang melekat padanya, menjadi jendela ke masa lalu yang terbuka lebar.

Keberlanjutan aktivitas pasar, baik pada hari pasaran maupun di hari-hari biasa, mencerminkan vitalitas dan keberartian Pasar Gatak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan tetap menjaga dan melestarikan bangunan-bangunan bersejarahnya, pasar ini memberikan kontribusi nyata dalam merawat dan menyebarkan warisan budaya lokal yang bernilai tinggi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.