Jateng

Keajaiban dan Misteri Gunung Dempo: Manusia Harimau, Kutukan, dan Mitos yang Membayangi

Theo Adi Pratama | 17 Januari 2024, 06:00 WIB
Keajaiban dan Misteri Gunung Dempo: Manusia Harimau, Kutukan, dan Mitos yang Membayangi

AKURAT.CO Misteri, Gunung-gunung di seluruh dunia seringkali menyimpan cerita mistis dan mitos yang menjadikan mereka menarik bagi para penjelajah dan peminat petualangan.

Begitu pula dengan Gunung Dempo, yang tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan sejumlah misteri dan mitos yang masih membayangi hingga hari ini.

Baca Juga: Misteri Gunung Karang dan Sumur Tujuh: Keajaiban Alam dan Legenda Mistis di Kabupaten Pandeglang

Manusia Harimau: Penunggu Gunung Dempo

Dalam kalangan pendaki dan masyarakat sekitarnya, Gunung Dempo dikenal dengan kisah Manusia Harimau.

Diyakini sebagai penunggu gunung, Manusia Harimau konon tidak akan mengganggu siapapun selama tidak diganggu.

Figur ini, terkadang menyerupai manusia, namun ada kalanya berwujud harimau.

Keberadaannya terkait dengan tarian Ulu atau silat Harimau, yang memiliki nuansa magis.

Hanya orang-orang tertentu yang terpilih untuk mendapatkan ilmu dari guru besar di Dompu.

Mengenai apakah guru besar tersebut manusia atau makhluk gaib, masih menjadi misteri.

Legenda Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat

Gunung Dempo juga dikenal melalui legenda Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat.

Permusuhan antara kedua tokoh ini, yang memiliki kesaktian tinggi, berlanjut hingga ke anak cucu keturunan mereka.

Si Pahit Lidah (Serunting) nenek moyang Suku Basemah di Sumatera Selatan bagian Barat dan Bengkulu, serta Si Mata Empat nenek moyang Suku Komering dan Lampung.

Sebelum ajal menjemput, Si Pahit Lidah mengutuk keturunan Si Mata Empat yang menginjakkan kaki di Gunung Dempo.

Hingga kini, para juru kunci di Gunung Dompo melarang keturunan Suku Komering dan Lampung mendaki tanpa didampingi oleh juru kunci atau penduduk Pagaralam.

Baca Juga: Misteri yang Tersembunyi di Gunung Manglayang: Keindahan Alam dan Legenda Mistis yang Sangat Menggoda

Kutukan yang Diduga Terjadi

Dalam rentang waktu 1980-2000, diketahui terjadi sejumlah kasus yang terkait dengan legenda Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat.

Ada rombongan pendaki keturunan Suku Komering yang dinyatakan hilang, dan beberapa diantaranya ditemukan sudah meninggal.

Pendaki sebelum memulai pendakian sering ditanyai mengenai asal usulnya, apakah keturunan Suku Komering atau bukan.

Jika iya, mereka biasanya diminta untuk tidak mendaki ke Gunung Dempo atau harus didampingi oleh juru kunci atau warga Pagaralam.

Keajaiban Kumandang Adzan

Mitos lain yang beredar adalah keajaiban kumandang adzan yang diyakini dapat membuka kabut tebal yang menghambat perjalanan.

Para pendaki sering mengumandangkan adzan ketika dihadapkan oleh kabut tebal, meskipun tidak ada penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini.

Namun, banyak yang membuktikan bahwa keajaiban tersebut benar-benar terjadi.

Baca Juga: Misteri Tersembunyi di Gunung Panderman: Keindahan Alam dan Cerita-Cerita yang Tak Terduga

Mitos Kayu Panjang Umur

Gunung Dempo juga terkenal dengan keberadaan kayu panjang umur atau Cantigi.

Popularitas tumbuhan ini membuat populasi kayu tersebut semakin menipis karena banyak pendaki yang mengambilnya.

Cantigi tumbuh dengan kecantikan bunganya yang memikat, tetapi banyak yang percaya bahwa petikannya tidak akan menghilangkan keindahan warnanya.

Meski demikian, lama kelamaan, warna bunga Cantigi yang dipetik akan berubah menjadi hitam, namun tetap memancarkan kecantikannya.

Dengan semua misteri dan mitos yang melingkupi Gunung Dempo, tempat ini tetap menjadi destinasi yang menarik bagi para petualang yang mencari pengalaman mendebarkan sekaligus ingin menjelajahi sisi magis alam yang penuh teka-teki.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.