Jateng

Misteri yang Tersembunyi di Gunung Manglayang: Keindahan Alam dan Legenda Mistis yang Sangat Menggoda

Theo Adi Pratama | 16 Januari 2024, 10:00 WIB
Misteri yang Tersembunyi di Gunung Manglayang: Keindahan Alam dan Legenda Mistis yang Sangat Menggoda

AKURAT.CO Misteri, Gunung Manglayang, berasal dari letusan besar Gunung Sunda Purba sekitar 3 juta tahun yang lalu, memiliki pesona alam dan legenda yang memikat.

Berada di antara Gunung Tangkuban Perahu, Bukit Tunggul, dan Gunung Burang, Manglayang menonjol sebagai gunung terindah dari rangkaian tersebut.

Meskipun belum begitu populer di kalangan pendaki Indonesia, keelokan dan tantangan treknya membuatnya menarik bagi para pecinta alam.

Dengan ketinggian mencapai 1818 mdpl, Gunung Manglayang menawarkan pengalaman pendakian yang sepadan dengan gunung-gunung di atas 2.000 mdpl, terutama jika melewati jalur Barubereum.

Meskipun belum mendapatkan perhatian luas, gunung ini memiliki tempat istimewa di hati para pendaki yang telah menjelajahinya.

Baca Juga: Jembatan Panus: Antara Peninggalan Sejarah dan Misteri Penampakan Noni Belanda di Kota Depok

Jalur Pendakian yang Menantang

Gunung Manglayang memiliki tiga jalur pendakian, yaitu Jalur Barubereum di Jatinangor, Batu Kuda di Cibiru, dan Jalur Palintang di Ujungberung Bandung.

Meskipun tidak sepopuler gunung-guung lain, setiap jalur memiliki daya tariknya sendiri.

Jalur Barubereum dikenal sebagai jalur yang menantang, sementara Batu Kuda menawarkan pemandangan indah di sekitar jalur pendakian.

Legenda Kuda Semprani dan Batu Kuda

Asal usul nama "Manglayang" berasal dari kata "Layang" yang berarti terbang.

Legenda setempat menceritakan tentang seekor kuda terbang bernama Semprani yang terjebak di lereng Gunung Manglayang.

Cerita berlanjut dengan kuda Semprani yang berubah menjadi batu besar.

Batu ini, yang sekarang disebut sebagai Batu Kuda, diyakini sebagai perwujudan kuda Semprani.

Baca Juga: Misteri Jembatan Gantung Biru di Kampung Utan, Depok: Antara Fakta dan Legenda

Batu Kursi dan Batu Lawang

Di puncak Gunung Manglayang, terdapat dua formasi batu menarik lainnya, yaitu Batu Kursi dan Batu Lawang.

Batu Kursi, tempat sang penunggang kuda, Prabu Layang Kusuma atau Eyang Prabu, menunggu kuda Semprani.

Sementara itu, dua batu kembar, Batu Lawang, dianggap sebagai gerbang mistis yang sering menjadi tempat ritual dan doa.

Ritual Keakuran: Hubungan Manusia dan Roh

Dahulu, ada aturan yang melarang pendakian pada hari Senin dan Kamis, serta rombongan ganjil, karena pada hari-hari tersebut, leluhur dan roh, termasuk roh Semprani, berkumpul di Gunung Manglayang.

Sebuah ritual keakuran diadakan oleh 44 sesepuh Jawa Barat untuk mencapai kesepakatan antara roh dan manusia.

Setelah ritual, pendakian diizinkan kapan saja, dengan syarat untuk tidak merusak keasrian gunung.

Baca Juga: Misteri yang Tersembunyi di Gunung Kawi: Keseimbangan Antara Aura Mistis dan Keindahan Alam

Pesona Lain di Sekitar Gunung Manglayang

Tak jauh dari Gunung Manglayang, terdapat destinasi menarik lainnya, seperti Air Terjun Curug Cilengkrang yang menyajikan lokasi camping dan pesona air terjunnya.

Mitos dan misteri yang mengelilingi gunung ini memberikan nuansa tersendiri bagi setiap pengunjung.

Menjaga Alam dan Menghormati Mitos

Dalam segala keindahan dan keajaiban alamnya, Gunung Manglayang mengajarkan kita untuk merenung dan menghormati lingkungan.

Mitos dan legenda yang hidup di sekitarnya menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan bersikap hormat terhadap warisan budaya yang turun-temurun.

Meski kita mungkin tidak selalu memahami setiap cerita mistis, keberagaman mitos adalah bagian yang memperkaya kisah gunung ini dan kekayaan alam Kabupaten Bandung.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.