Jateng

Sebuah Kisah Perjalanan Bale Mangu: Jejak Sejarah dan Transformasi Fungsional

Theo Adi Pratama | 16 Januari 2024, 14:00 WIB
Sebuah Kisah Perjalanan Bale Mangu: Jejak Sejarah dan Transformasi Fungsional

AKURAT.CO Sejarah, Bale Mangu, sebuah bangunan bersejarah yang berdiri megah di dalam kompleks Kepatihan, menggambarkan perjalanan panjang sejarah Yogyakarta yang sarat akan kekayaan dan perubahan.

Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, Bale Mangu awalnya berfungsi sebagai tempat Pengadilan Kepatihan yang menjadi saksi bisu perkembangan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Baca Juga: Jembatan Panus: Antara Peninggalan Sejarah dan Misteri Penampakan Noni Belanda di Kota Depok

Pembangunan dan Posisi Strategis

Bale Mangu dihubungkan dengan pembangunan kompleks Kepatihan yang dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.

Diperkirakan, bangunan ini didirikan bersamaan dengan pembangunan nDalem Kepatihan yang menjadi kediaman Pepatih Dalem Kanjeng Raden Arya Adipati Danureja.

Posisinya yang strategis, berhadapan dengan pintu masuk selatan kompleks Kepatihan, menunjukkan pentingnya peran Bale Mangu dalam tata letak dan fungsi kompleks tersebut.

Transformasi Bale Mangu

Sejak tahun 1950, Bale Mangu mengalami serangkaian perubahan signifikan.

Awalnya terbuka, kini bangunan ini dilengkapi dengan tembok di sisi timur dan barat, beserta tiga jendela krepyak.

Dinding gebyok yang mempercantik sisi utara dan selatan juga menjadi bagian dari transformasi ini.

Lantai keliling emper yang lebih rendah menambahkan dimensi artistik pada struktur bangunan.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah: Rumah Dinas Walikota Salatiga, Jejak Sejarah yang Tetap Megah di Tengah Kota

Fungsi-Fungsi Tersempurna

Bale Mangu bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan saksi perubahan fungsi yang menarik.

Berikut adalah beberapa peran yang pernah diemban oleh Bale Mangu sepanjang sejarahnya:

  1. Tempat Penantian Abdi Dalem: Sebagai tempat penantian para abdi dalem Kepatihan yang akan mengiringi Pepatih Dalem saat mengikuti upacara garebeg di Keraton.

  2. Tempat Pengadilan Agraria: Fungsi sebagai tempat pengadilan dalam sengketa tanah menunjukkan peran penting Bale Mangu dalam menegakkan hukum di lingkungan Kepatihan.

  3. Kantor Organisasi Sosial: Menjadi kantor kegiatan organisasi sosial para ibu, seperti Algemene Steun voor Inlandse Behoeftigen (ASIB).

  4. Kantor Bantuan Keluarga Korban Perang dan Demobilisasi Pelajar: Sebagai tempat yang mendukung keluarga korban perang dan pelajar yang demobilisasi.

  5. Kantor Dinas Pariwisata DIY: Bale Mangu juga bertransformasi menjadi kantor Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

  6. Kantor PKK DIY: Mengakhiri perjalanan transformasi dengan menjadi kantor PKK DIY, menunjukkan fleksibilitas bangunan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah: Wisma BCA Salatiga, Keindahan dan Sejarah yang Tetap Terjaga di Pusat Kota

Bale Mangu, dengan sejarah dan transformasinya yang luar biasa, tidak hanya menjadi saksi bisu perubahan fungsi, tetapi juga mempertahankan keelokan arsitektur yang khas.

Bangunan ini tetap menjadi bagian integral dari kompleks Kepatihan, mencerminkan kekayaan budaya dan warisan sejarah yang harus dijaga dengan baik.

Melangkah ke dalam Bale Mangu adalah sepertu menyusuri lorong waktu yang membawa kita merasakan esensi kehidupan masa lalu yang terukir dalam tiap jengkal dinding dan corak arsitektur yang memukau.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.