Jateng

Menelusuri Jejak Sejarah dan Cerita Masa Lalu Melalui Stasiun-Stasiun Tua di DI Yogyakarta

Theo Adi Pratama | 1 Januari 2024, 15:00 WIB
Menelusuri Jejak Sejarah dan Cerita Masa Lalu Melalui Stasiun-Stasiun Tua di DI Yogyakarta

AKURAT.CO Sejarah, Stasiun-stasiun tua tak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi penjaga sejarah perkeretaapian di setiap sudut Nusantara.

Setelah menyusuri stasiun-stasiun tua di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, kini giliran DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang memiliki stasiun bersejarah, yakni Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan.

Baca Juga: Mengenal Kabupaten Sumenep: Jejak Sejarah, Warisan Budaya, dan Makna Dari The Soul of Madura

1. Stasiun Yogyakarta: Pusat Kesenian dan Sejarah

Stasiun Yogyakarta, yang berdiri megah di tengah kota, telah menjadi saksi bisu perkembangan Yogyakarta sejak tahun 1887.

Sebagai stasiun kereta api tertua kedua di Yogyakarta, Stasiun Yogyakarta menjadi pemberhentian utama untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif.

Arsitektur yang anggun dan atmosfer klasik menjadikan stasiun ini tidak hanya tempat transit, tetapi juga ikon sejarah dan kebudayaan.

Baca Juga: Misteri Bendungan Pamarayan: Jejak Sejarah dan Mistis Bendungan yang Ada Sejak Masa Kesultanan Ageng Tirtayasa

2. Stasiun Lempuyangan: Penuh Kenangan Sejak 1872

Stasiun Lempuyangan, yang telah berdiri sejak tahun 1872, melambangkan awal perjalanan kereta api di Yogyakarta.

Meskipun tidak sebesar Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan memiliki keunikan sebagai pemberhentian utama bagi kereta kelas ekonomi.

Keberadaannya menjadi bukti nyata perjalanan panjang perkeretaapian di DIY.

Baca Juga: Sejarah Perjalanan Stasiun Cirebon Prujakan: Bangunan Bersejarah dengan Jejak Kolonial dan Perkembangan Perkeretaapian

3. Merasakan Suasana Sejarah Melalui Stasiun-Stasiun Tua DIY

Mengunjungi Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan melintasi masa lalu.

Arsitektur klasik, rel kereta yang masih mengkilap, dan udara sejarah yang terasa, semuanya memberikan pengalaman unik bagi para pelancong yang ingin menjelajahi sejarah DIY melalui mata kereta api.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.