Mengenal Gudeg: Wisata Kuliner Sejarah Asli Jogja yang Menggoda Selera dan Mendunia

AKURAT.CO, Salah satu kekayaan kuliner Jogjakarta yang mendunia dan diakui kelezatannya adalah "Gudeg."
Makanan khas ini bukan hanya sekadar hidangan lokal, tapi juga menjadi daya tarik wisata kuliner bagi warga lokal dan turis mancanegara yang datang ke Kota Gudeg.
Baca Juga: Nikmati Kelezatan Kuliner Kotagede Yogyakarta: Bucket List Wisata Kuliner Selama Liburan di Jogja
Asal Usul dan Sejarah Gudeg: Warisan Jogja yang Mendunia
Gudeg, seiring dengan popularitasnya, terus menyita perhatian pecinta kuliner di seluruh dunia.
Hidangan yang memadukan cita rasa lezat dari bahan-bahan seperti nangka muda, santan, dan rempah-rempah ini memiliki asal-usul yang kaya akan sejarah.
Sejarah Gudeg bermula dari zaman Kerajaan Mataram Islam, tepatnya pada saat pembabatan Alas Mentaok untuk pembangunan Keraton.
Hutan tersebut rupanya dipenuhi dengan pohon nangka dan kelapa.
Melihat kelimpahan buah nangka dan kelapa, para perintis Mataram berinovasi dan mengolahnya menjadi hidangan yang kita kenal sekarang sebagai Gudeg.
Dalam buku 'Makanan Tradisional Indonesia Seri 2,' gudeg telah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-17.
Alas Mentaok, yang menjadi awal pembuatan Gudeg, ternyata menyimpan kekayaan alam yang melimpah, seperti pohon nangka dan kelapa.
Inovasi masyarakat setempat mengubah buah-buahan itu menjadi hidangan yang lezat dan kini menjadi ikon kuliner Jogja.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Wisata Kuliner Malam di Tegal: Menyelami Kelezatan Khas Kota Bahari
Proses Pembuatan dan Keunikan Gudeg Jogja
Gudeg mendapatkan namanya dari istilah Jawa "hangudeg" atau "ngudheg," yang berarti mengaduk.
Proses ini mengacu pada cara memasaknya yang sesekali diaduk agar tidak gosong.
Dalam pembuatannya, nangka muda diolah bersama santan dan rempah-rempah, kemudian dimasak dalam waktu yang lama bersama daun jati.
Hasilnya adalah hidangan dengan warna cokelat khas yang menggoda selera.
Ciri khas Gudeg Jogja terletak pada penyajiannya bersama nasi, areh, ayam, telur, tahu, dan sambal krecek.
Tingkat kepedasannya dapat disesuaikan dengan selera, terutama dengan menambahkan sambal krecek.
Keunikan lainnya terletak pada dua jenis Gudeg yang umumnya disajikan, yaitu Gudeg basah dan Gudeg kering.
Gudeg basah harus segera disantap karena tidak tahan lama di suhu ruangan, sedangkan Gudeg kering sering dijadikan oleh-oleh karena lebih awet.
Salah satu jenis Gudeg yang menarik adalah Gudeg manggar khas Bantul.
Bedanya, bahan utama Gudeg manggar tidak berasal dari nangka muda, melainkan dari bunga kelapa.
Meski sulit ditemukan, Gudeg manggar memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan Gudeg biasa.
Baca Juga: Menyelami Kenikmatan dan Kelezatan Kuliner Legendaris Solo: Timlo Maestro
Sentra Gudeg di Jogja: Tempat Bersejarah dan Legendaris
Seiring berjalannya waktu, Gudeg bukan hanya makanan rumahan, melainkan menjadi pusat perhatian kuliner di Jogja.
Pada tahun 1940-an, dengan diinisiasi pembangunan Universitas Gadjah Mada, muncul Sentra Gudeg Mbarek di kawasan Bulaksumur, Sleman.
Pada tahun 1970-an, Sentra Gudeg Wijilan juga dibangun di sebelah timur Keraton Jogja.
Jogja memiliki banyak penjual Gudeg legendaris yang terkenal dengan cita rasa autentiknya.
Beberapa di antaranya adalah Gudeg Yu Djum, Gudeg Bu Hj. Amad, Gudeg Mbok Lindu, Gudeg Permata Bu Narti, dan Gudeg Pawon.
Kios-kios ini menjadi saksi bisu dari sejarah kuliner Jogja yang terus berkembang hingga kini.
Gudeg bukan hanya hidangan lezat, tapi juga mengandung nilai-nilai sejarah dan budaya yang kental.
Nama Gudeg Jogja kini menjadi sebuah brand kuliner yang melekat, mengundang semua orang untuk mencicipi kelezatan dan merasakan sejarah dalam setiap suapan.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Tempat Kuliner Asyik di Kota Tembakau Temanggung, Wajib Buat Kamu Coba
Melibatkan Diri dalam Wisata Kuliner Gudeg Jogja
Bagi para pecinta kuliner dan penikmat sejarah, Gudeg menjadi pilihan yang sempurna saat berkunjung ke Jogja.
Setiap suapan tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa kita kembali ke masa lalu yang kaya akan cerita dan tradisi.
Mengunjungi sentra-sentra Gudeg, seperti Mbarek dan Wijilan, akan memberikan pengalaman tersendiri.
Berjalan-jalan di antara kios-kios yang menawarkan aroma menggoda dan melibatkan diri dalam wisata kuliner Gudeg Jogja adalah pengalaman yang tak terlupakan.
Jadi, jika Anda berkesempatan berkunjung ke Jogja, jangan lupa untuk menyempatkan diri menikmati kelezatan Gudeg yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner dan sejarah Kota Gudeg yang ramah dan penuh keindahan ini. Selamat menikmati sajian istimewa dari Jogja!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






