Jateng

Misteri Hotel Pondok Indah Bedugul: Kisah Angker di Balik Ketenangan Bali

Theo Adi Pratama | 14 Desember 2023, 17:00 WIB
Misteri Hotel Pondok Indah Bedugul: Kisah Angker di Balik Ketenangan Bali

AKURAT.CO Misteri, Pesona wisata Bali selalu berhasil memukau para wisatawan dengan keindahan pantainya, bangunan puranya yang eksotis, dan aura spiritual yang kental.

Namun, di antara panorama memukau Pulau Dewata, tersimpan pula kisah-kisah misteri yang menambah kesan mistisnya.

Salah satu kisah menarik adalah tentang Hotel Pondok Indah, atau lebih dikenal dengan singkatan P.I Bedugul Bali.

Berbeda dengan hotel-hotel lainnya, Hotel Pondok Indah tidak pernah dihuni sejak awal pembangunannya.

Baca Juga: Misteri Hotel Perdana Wisata: Jejak Mistis dan Penampakan yang Kuat di Tengah Kota Bandung

Cerita misterius ini pertama kali terungkap melalui seorang wisatawan asing bernama Jacob Laukaitis, yang mengeksplorasi hutan di Bali pada tahun 2015.

Saat itu, ia menemukan sebuah bangunan terlantar yang merupakan hotel.

Hotel ini memiliki gaya arsitektur Bali yang khas, namun tak seorang pun tampak tinggal di sana.

Kamar-kamarnya kosong dengan atap yang bocor, cat tembok terkelupas, lorong yang senyap dan gelap, tangga yang sunyi, aula yang lenggang, dan sepasang sandal jepit yang terabaikan.

Suatu kamar bahkan memiliki wastafel kotor berselimut debu, dengan goresan di atap yang bertuliskan "di sini ada hantu".

Baca Juga: Hotel Mewah Savoy Homann: Jejak Sejarah di Jantung Kota Kembang Bandung

Cerita ini kemudian menyebar dan menghebohkan media-media asing.

Penduduk setempat menyebutnya sebagai Hotel Istana Berhantu atau Ghost Palace Hotel dalam bahasa Inggris.

Salah satu media asing, Asia One, melaporkan bahwa hotel ini dibangun pada tahun 1990 namun tidak pernah dibuka untuk umum karena dianggap berhantu.

Bahkan, pembangunan hotel ini konon telah memakan korban jiwa dari para pekerja yang terlibat.

Meskipun banyak yang mempercayai cerita mistis ini, beberapa media skeptis menyinggung tentang impian pembangunan pariwisata dan bisnis yang pupus sebagai penyebab hotel ini ditinggalkan.

Baca Juga: Mengulik Hotel Savoy Homann: Petualangan Misteri di Hotel Bersejarah Bandung, Tempat Soekarno Menginap

Daily Star, media asal Inggris, pernah menyoroti kemewahan fasad hotel ini, dengan kamar-kamarnya yang memiliki balkon luas dan pemandangan sekitar yang menakjubkan.

Hingga saat ini, Hotel Pondok Indah masih berdiri tegak, meskipun sebagian atap dan struktur kayu bangunan tersebut telah mulai lapuk dan roboh.

Kondisi kotor dan berdebu juga menjadi tanda bahwa hotel ini sudah lama tidak ditempati.

Meskipun begitu, alasan resmi mengapa pengelola meninggalkan hotel mewah ini tetap menjadi misteri.

Ada berbagai versi tentang pemilik Hotel Pondok Indah Bedugul.

Baca Juga: Eksplorasi Hotel Angker dan Misteri di Bandung: Kisah Mistis di Balik Kemewahan Kota Kembang

Sebagian penduduk setempat percaya bahwa hotel ini dimiliki oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy, putra Presiden Soeharto.

Namun, kabar lain menyebutkan bahwa pemiliknya adalah orang Tionghoa yang kehabisan dana sehingga proyek pembangunan hotel ini terbengkalai.

Versi lain menyatakan bahwa hotel ini tidak bisa dibuka karena masalah administrasi dan standar keamanan yang tidak terpenuhi.

Pembebasan tanahnya juga dikabarkan mengalami kendala.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menyebutkan bahwa banyak hotel mewah di Bali tutup karena persaingan ketat, terutama dari hotel kelas melati dan homestay yang masih diminati wisatawan.

Misteri Hotel Pondok Indah Bedugul Bali menjadi salah satu daya tarik tersendiri di antara pesona eksotis Pulau Dewata.

Terlepas dari kebenaran cerita mistisnya, hotel ini tetap menjadi bagian dari sejarah lokal yang menyimpan banyak tanda tanya.

Keberadaannya yang megah namun terabaikan menjadi saksi bisu dari impian yang tak terwujud, atau mungkin lebih dari sekadar kisah hantu yang berseliweran di lorong-lorong sunyi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.