Menikmati Wisata Air Terjun di Curug Madu Resmi Pekalongan

AKURAT.CO Pekalongan - Pekalongan merupakan salah satu daerah yang merupakan bagian dari Jawa Tengah.
Pekalongan terkenal dengan corak batiknya yang khas dan berbeda dengan yang lainnya, itulah alasannya Pekalongan disebut sebagai Kota Batik.
Baca Juga: Membangun Karir Bersama, Berikut 3 Tips Bisa Bekerja dengan Orang Asing
Selain itu Pekalongan juga memiliki keindahan alam yang masih alami, misalnya saja wana wisata Curug Madu Resmi yag terletak di Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro.
Tiket masuk menuju Curug Madu Resmi sangat murah meriah, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 5.000,- saja per orangnya.
Sedangkan untuk parkir motor kamu hanya diharuskan membayar sebesar Rp. 3.000,- saja per unitnya.
Baca Juga: Bagi yang Ingin Bekerja di Australia, Ada Baiknya Ikuti 3 Tips Berikut Ini
Curug Madu Resmi mempunyai tinggi sekitar 4 meter dengan tebing batu yang cukup lebar.
Airnya mengalir melalui tebing batu yang berwarna hitam.
Jika musim hujan air yang mengalir bisa memenuhi semua batu yang berjejer.
Air yang dialirkan sangat jernih dan bersih, suaranya pun merdu sekali.
Kedung atau kolam penampungan air Curug Madu Resmi tidak terlalu dalam, sehingga aman untuk anak-anak.
Baca Juga: Semarang Ambyar 2023 Siap Menghibur Warga Semarang
Yang melatarbelakangi penyematan kata madu pada curug ini ialah dikarenakan di area curug ini terdapat pohon madu, dimana pohon ini bentuknya seperti bibit pohon kelapa yang masih kecil.
Namun pohon ini sudah mempunyai bunga dan buah, itulah yang membedakannya dengan bibit pohon kelapa.
Jika kamu makan buah dari pohon tersebut kemudian minum air, maka kamu akan merasakan manis di mulut seperti madu.
Sedangkan kata “Resmi” tak terlepas dari cerita rakyat yang telah ada di daerah setempat tentang seorang tokoh yang bernama “Mbah Resmi”.
Baca Juga: Berikut 3 Hal yang Memang Perlu Diketahui Pelamar Mengenai HRD Perusahaan
Mbah Resmi konon katanya tinggal di sungai yang ada di sekitar Curug Madu, pada awalnya Curug Madu hanyalah sebuah kedung atau kolam.
Jika kamu melaksanakan sholat di mushola yang terletak di area Curug Madu, kamu akan mengambil air wudhu dipancuran yang mengalir lewat sebuah bambu.
Aliran pancuran itulah yang disebut “Mbah Resmi” yang datang dari aliran air yang berada diatas Curug Madu.
Air pancuran tersebut biasa disebut juga Air Belik, Belik artinya suci.
Baca Juga: Nusapala Group Membuka Lowongan Pekerjaan Posisi Office Girl
Pada zaman dahulu pancuran tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, banyak warga yang datang hanya untuk sekedar mengambil air atau mencuci baju.
Keindahan alam yang masih sangat alami ditambah dengan pengelolaan yang baik membuat wana wisata Curug Madu Resmi sangat mengagumkan.
Di area Curug Madu Resmi juga banyak sekali spot foto menarik yang dapat kamu manfaatkan, yang sayang untuk kamu lewatkan begitu saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










