Jateng

Misteri Gua Umang: Jejak Budaya Megalitik di Dusun Durian Tani, Desa Sembahe

Theo Adi Pratama | 30 Januari 2024, 06:00 WIB
Misteri Gua Umang: Jejak Budaya Megalitik di Dusun Durian Tani, Desa Sembahe

AKURAT.CO Misteri, Dusun Durian Tani, yang terletak di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, memegang misteri menarik yang tak terelakkan - Gua Umang, atau lebih dikenal sebagai Gua Kemang.

Sebuah destinasi yang tak hanya memikat para peneliti dan sejarawan, tetapi juga penasaran banyak wisatawan yang ingin menyelami misteri budaya megalitik yang tersembunyi.

Perjalanan menuju Gua Umang memakan waktu sekitar satu jam dari pusat Kota Medan.

Namun, petualangan sejati dimulai saat Anda harus berjalan kaki selama sekitar 10 menit untuk mencapai pintu masuk gua.

Baca Juga: Misteri Tersembunyi: 5 Mitos Misterius Gunung Merapi yang Tetap Menjadi Cerita Rakyat

Tantangan tidak berakhir di situ, karena ada 62 anak tangga yang terbuat dari semen yang harus dinaiki untuk mencapai pintu depan gua.

Nama "Umang" sendiri berasal dari bahasa Karo yang berarti jin atau roh.

Menurut kepercayaan setempat, makhluk yang menghuni Gua Umang adalah jelmaan setengah manusia dan setengah roh.

Meskipun begitu, misteri yang lebih dalam tersimpan di dalam gua ini.

Baca Juga: Misteri Candi Songgoriti dan Keangkeran serta Mistinya Kawasan di Sekitarnya

Seorang sejarawan muda Kota Medan, M Aziz Rizky Lubis, menjelaskan bahwa Gua Umang sebenarnya adalah batu besar berbentuk limas yang terletak di tengah perkebunan warga.

Ada sebuah lubang kecil berukuran sekitar 1 meter di bagian depan batu, yang berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam gua.

Di bagian depan gua, terdapat relief yang menggambarkan bentuk manusia dalam ukuran kecil.

Relief ini ditempatkan di bagian depan dan belakang gua.

Baca Juga: Keindahan dan Misteri serta Kisah Mistis yang Menyelimuti Situ Lengkong Panjalu, Ciamis

Aziz menjelaskan bahwa untuk masuk ke dalam gua, seseorang harus menunduk karena gua ini cukup kecil.

Meskipun dalam kondisi kosong, gua memiliki cerukan seperti tempat meletakkan benda dan relief berupa gambar kapal di dalamnya.

Gua Umang sendiri memiliki ukuran yang membatasi pergerakan manusia normal di dalamnya.

Hanya muat untuk tiga orang dalam kondisi duduk.

Baca Juga: Misteri dan Kisah Hantu Batitong: Legenda Menyeramkan dari Toraja, Sulawesi Selatan

Kepercayaan lokal menyatakan bahwa gua ini adalah tempat tinggal makhluk Umang, makhluk pendek dengan kaki terbalik berukuran sekitar 1 meter.

Namun, kebenaran tentang eksistensi Umang masih menjadi tanda tanya yang belum terbukti.

Menariknya, Gua Umang diduga dulunya digunakan sebagai tempat penyembahan atau penyimpanan tulang manusia yang telah meninggal.

Temuan seperti cerukan tempat meletakkan sesuatu di dalam gua memperkuat dugaan ini.

Aziz menambahkan bahwa sejauh ini belum ada penelitian lebih lanjut terkait asal usul, usia, dan fungsi batu tersebut.

Namun, Gua Umang diyakini memiliki kaitan dengan budaya megalitik.

Dosen Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU), Aziz, menyatakan bahwa Gua Umang belum teridentifikasi kapan dibangun, tetapi kemungkinan berasal dari kebudayaan megalitikum.

Pintu masuk gua yang selalu menghadap ke utara dan bagian dalam gua yang cukup kecil menjadi ciri khas megalitik yang terdapat dalam gua ini.

Sebagai tambahan informasi, lokasi Gua Umang juga menjadi asal usul nama Sembahe.

Dahulu kala, warga yang melintas di daerah ini diharapkan melakukan penyembahan dan memberikan sesajen ke Gua Umang sebagai bentuk penghormatan.

Sembahe, yang berarti 'sembah,' merujuk pada sesembahan atau sesajen yang diberikan kepada Gua Umang. Tempat ini dianggap keramat bagi masyarakat setempat.

Gua Umang atau Gua Kemang, dengan segala misterinya, menjadi saksi bisu sejarah dan budaya megalitik di Dusun Durian Tani, membiarkan penjelajah modern merenungi dan mencoba memecahkan puzzle masa lalu yang masih menyimpan begitu banyak tanda tanya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.