Jateng

Sejarah Kuliner Nusantara: Menelusuri Kue Tradisional Jawa yang Hampir Punah, Kelezatan yang Nyaris Terlupakan

Theo Adi Pratama | 25 Januari 2024, 15:00 WIB
Sejarah Kuliner Nusantara: Menelusuri Kue Tradisional Jawa yang Hampir Punah, Kelezatan yang Nyaris Terlupakan

AKURAT.CO Sejarah, Kue tradisional Jawa, yang pada masa lalu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional hingga berbagai toko kue, kini menghadapi tantangan kepunahan.

Seiring berjalannya waktu, beberapa kue tradisional ini semakin sulit ditemukan, bahkan hampir punah. Mengapa fenomena ini terjadi?

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Peringatan Hari Pendidikan Internasional, Upaya Melawan Ujaran Kebencian Melalui Pendidikan

Mengapa Kue Tradisional Jawa Hampir Punah?

Kemunculan kuliner-kuliner baru yang terus bermunculan menjadi salah satu alasan utama mengapa sejumlah kue tradisional Jawa kini semakin sepi peminat.

Faktor-faktor utama yang menyebabkan kepunahan makanan khas daerah meliputi minimnya bahan baku, minimnya minat dari konsumen, dan tergesernya popularitas oleh menu makanan modern.

5 Jenis Kue Tradisional Jawa yang Hampir Punah:

1. Kipo

Kue kipo, yang dahulu mudah ditemukan, kini menjadi langka.

Untuk menemukannya, harus berburu di pasar sekitar area Kotagede maupun Yogya.

Kipo terbuat dari tepung beras ketan dengan isian nangka, kelapa, dan gula merah.

 

2. Lemet

Kue lemet, juga dikenal sebagai utri atau ketimus, terbuat dari parutan singkong dan gula merah sebagai isian.

Proses pembuatannya melibatkan pembungkusan dengan daun pisang dan pengukusan. Teksturnya kenyal dan padat dengan rasa manis.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Hari Jadi Kabupaten Pemalang, Jejak Bersejarah yang Abadi di Jantung Jawa Tengah

 

3. Gethuk Lindri

Gethuk lindri, dibuat dari singkong yang digiling halus dengan gula pasir, memiliki bentuk kecil memanjang seperti mi.

Disajikan bersama parutan kelapa dan gula pasir, gethuk lindri memberikan sensasi gurih dan lezat.

 

4. Gatot dan Tiwul

Gatot dan tiwul, makanan khas Gunung Kidul, terbuat dari tepung gaplek atau singkong kering.

Gatot memiliki warna hitam pekat, sementara tiwul berwarna cokelat. Kedua makanan ini sering disajikan dengan taburan kelapa.

 

5. Cenil

Cenil, kue tradisional Jawa yang hampir punah, memiliki tekstur kenyal dan berbentuk seperti jeli.

Meskipun rasa cenderung hambar, cenil disajikan dengan taburan kelapa, juruh (gula merah cair), atau gula pasir untuk menambah kelezatannya.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Momen Unik dan Menarik, 4 Peringatan yang Terjadi pada Tanggal 24 Januari 2024

Menjaga Keberlanjutan Warisan Kuliner:

Saat kita menyadari bahwa kue-kue tradisional Jawa ini hampir punah, langkah pertama yang dapat diambil adalah mencari dan menikmati kelezatan mereka sebelum semakin langka.

Menyadari nilai budaya dan sejarah di balik setiap gigitan adalah langkah penting dalam menjaga keberlanjutan warisan kuliner kita.

Mari lestarikan kekayaan kuliner tradisional agar tetap hidup dan dinikmati oleh generasi mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.