Bosan Swipe Kanan? Fenomena Rocadoh di Mall Jadi Solusi Cari Jodoh Tanpa Filter Digital!

JATENG.AKURAT.CO, Fenomena rocadoh di mal tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Setelah muncul istilah rojali (rombongan jarang beli), rohana (rombongan hanya nanya), dan rohalus (rombongan hanya elus-elus), kini hadir tren baru: rombongan cari jodoh alias rocadoh.
Istilah ini menggambarkan pergeseran cara masyarakat mencari pasangan, dari aplikasi kencan online ke ruang publik seperti pusat perbelanjaan.
Tren ini bukan sekadar viral, tetapi juga mencerminkan perubahan perilaku sosial dan ekonomi masyarakat perkotaan.
Kehadiran event cari jodoh di mal bahkan disebut-sebut mampu meningkatkan kunjungan dan okupansi pusat perbelanjaan, terutama saat akhir pekan.
Apa Itu Fenomena Rocadoh?
Rocadoh merupakan istilah populer yang merujuk pada rombongan yang datang ke mal untuk mencari pasangan.
Berbeda dari rojali, rohana, dan rohalus yang identik dengan minim transaksi, rocadoh justru menghadirkan aktivitas baru berupa ajang perkenalan atau matchmaking secara langsung.
Fenomena ini menunjukkan bahwa mal tidak lagi sekadar tempat belanja, melainkan ruang sosial multifungsi—mulai dari rekreasi hingga pencarian jodoh.
Cindo Match, Pelopor Ajang Cari Jodoh di Mal
Salah satu penggerak tren ini adalah Cindo Match. Komunitas ini awalnya dibentuk untuk membantu anggotanya menemukan pasangan, khususnya dari kalangan Tionghoa-Indonesia.
Seiring meningkatnya minat, layanan ini kemudian dibuka untuk umum.
Cindo Match sempat membuka gerai fisik di Mall of Indonesia (MOI), Jakarta Utara, dan menggelar event serupa di berbagai lokasi, termasuk:
- Pakuwon City Mall (22–23 November 2025)
- Green Sedayu Mall (24–25 Januari 2026)
Antusiasme pengunjung cukup tinggi, bahkan disebut turut mendongkrak okupansi mal selama acara berlangsung.
Bagaimana Proses Pendaftaran Rocadoh?
Proses seleksi dirancang cukup ketat demi menjaga kualitas dan privasi peserta. Berikut tahapan umumnya:
- Mengisi formulir data pribadi untuk dibuatkan CV profil.
- Memenuhi syarat tertentu, seperti batas usia dan pendidikan minimal sarjana.
- Data sensitif seperti NIK dan foto asli tidak dipublikasikan demi keamanan.
- Memilih paket layanan berbayar, mulai Rp50.000 hingga Rp250.000.
Jika terjadi kecocokan, pihak penyelenggara akan menjembatani perkenalan sebelum komunikasi dilanjutkan secara pribadi.
Evolusi Pencarian Jodoh: Dari Online ke Offline
Munculnya rocadoh di mal menandai perubahan pola pencarian pasangan.
Jika sebelumnya aplikasi daring mendominasi, kini sebagian orang mulai kembali ke pertemuan tatap muka.
Beberapa alasan di balik tren ini:
- Keinginan bertemu langsung tanpa filter digital
- Mengurangi risiko identitas palsu
- Pengalaman sosial yang lebih autentik
- Sensasi event yang lebih seru dibanding sekadar swipe di aplikasi
Mal dipilih karena merupakan ruang publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses.
Fenomena Rojali, Rohana, Rohalus: Latar Belakang Sosial-Ekonomi
Sebelum rocadoh muncul, publik lebih dulu mengenal:
- Rojali (Rombongan Jarang Beli): Datang ramai-ramai ke mal tetapi minim transaksi.
- Rohana (Rombongan Hanya Nanya/Nongkrong): Sering bertanya harga tanpa membeli.
- Rohalus (Rombongan Hanya Ngelus): Melihat dan memegang barang tanpa niat membeli.
Fenomena ini mencerminkan melemahnya daya beli kelas menengah, meningkatnya belanja online, serta perubahan fungsi mal menjadi ruang rekreasi gratis.
Dampak Fenomena Rocadoh bagi Mal dan Tenant
Manfaat bagi Pengelola Mal
- Meningkatkan traffic pengunjung
- Menciptakan pengalaman unik
- Menghidupkan area publik dalam mal
- Mendorong belanja impulsif di tenant F&B
Potensi Risiko
- Event hanya bersifat musiman
- Tidak semua pengunjung tertarik konsep matchmaking
- Tantangan menjaga privasi dan keamanan data peserta
Meski begitu, ajang seperti ini bisa menjadi strategi kreatif di tengah tantangan industri ritel fisik.
Mengapa Mal Kini Jadi Ruang Multifungsi?
Pusat perbelanjaan memiliki fasilitas lengkap: pendingin ruangan, area duduk, keamanan, serta akses transportasi yang mudah.
Karena itu, banyak pihak memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan—mulai dari pameran, festival kuliner, hingga event pencarian jodoh.
Perubahan ini menunjukkan bahwa mal tidak lagi hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga pengalaman sosial.
FAQ Seputar Fenomena Rocadoh di Mal
- Apa perbedaan rocadoh dan rojali? Rojali datang ke mal tanpa banyak belanja, sedangkan rocadoh datang khusus untuk mencari pasangan.
- Apakah event cari jodoh ini terbuka untuk umum? Ya, meski awalnya menyasar komunitas tertentu, kini sudah dibuka untuk publik dengan syarat tertentu.
- Apakah tren ini akan bertahan lama? Tergantung respons pasar. Jika antusiasme tinggi, bukan tidak mungkin akan digelar rutin di berbagai kota.
- Apakah ini tanda melemahnya daya beli? Sebagian fenomena rojali dan rohana memang mencerminkan daya beli yang menurun, tetapi rocadoh lebih menonjolkan fungsi sosial mal.
Strategi Kreatif di Tengah Tantangan Ritel
Fenomena rocadoh di mal menunjukkan bahwa pusat perbelanjaan terus beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat.
Di tengah tren rojali, rohana, dan rohalus yang mencerminkan minimnya transaksi, ajang cari jodoh hadir sebagai inovasi untuk menghadirkan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kunjungan.
Mal kini bukan hanya tempat belanja, tetapi juga ruang pertemuan sosial.
Apakah rocadoh akan menjadi tren jangka panjang atau sekadar fenomena viral sesaat? Waktu yang akan menjawabnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










