Jateng

UPDATE! Kronologi Dugaan Mark Up Wakaf AlQuran yang Jerat Taqy Malik, Bermula dari Sindiran Randy Permana Soal Selisih Keuntungan

Arixc Ardana | 18 Februari 2026, 12:21 WIB
UPDATE! Kronologi Dugaan Mark Up Wakaf AlQuran yang Jerat Taqy Malik, Bermula dari Sindiran Randy Permana Soal Selisih Keuntungan

JATENG.AKURAT.CO, Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti dugaan mark up atau penggelembungan harga dalam program wakaf mushaf Al-Quran di Tanah Suci.

Kontroversi ini bermula dari tudingan yang diutarakan oleh Randy Pernama melalui akun Instagram @paparich666, pada pekan lalu.

Sebelumnya, Randy menyoroti selisih keuntungan yang dinilai lebih besar daripada harga modal yang dikeluarkan oleh Taqy Malik.

Kini, Taqy Malik menanggapi tudingan melakukan mark up yang dituduhkan oleh Randy Permana.

Melalui unggahan video dalam Instagram Story pribadinya @taqy_malik, pada Rabu, 18 Februari 2026, Taqy membagikan momen saat dirinya bertanya langsung kepada seorang pedagang mushaf di area depan Masjid Nabawi, Madinah.

"Saya lagi nanya iseng sama abang (penjual) yang di depan Nabawi, berapa harga mushaf sekarang," ujar Taqy.

"Dia bilang '80 Riyal'. Bukan saya yang bilang, kan lucu dipelintir dan diframing bilang saya menjual 80 Riyal," terangnya.

Nilai Lebih Rendah Ketimbang Harga Eceran

Terlihat dalam video yang dibagikan Taqy di Instagram, pedagang menyebutkan harga satu mushaf adalah 80 Riyal.

Taqy menjadikan postingan tersebut sebagai bukti untuk menepis isu dirinya yang ia mematok harga tak wajar demi keuntungan pribadi.

Selebgram itu menegaskan, nominal Rp330.000 yang ia bebankan kepada jemaah justru lebih rendah dibanding harga eceran di lokasi yang terekam dalam videonya.

"Kalian hitung sendiri, 80 Riyal itu dikonversi ke Rupiah menjadi Rp360.000, sedangkan saya jual Rp330.000," ungkap Taqy.

Beda dengan Pengalaman Randy Permana

Secara terpisah, Randy sempat menyindir harga 80 Riyal dalam program wakaf Al-Quran yang dibagikan oleh Taqy Malik di media sosial.

Dalam unggahan Instagram @paparich666, pada 12 Februari 2026, Randy menceritakan pengalamannya terkait harga pasaran mushaf di Makkah dan Madinah jauh di bawah angka yang disebutkan oleh Taqy.

"Selama saya 5 tahun bolak-balik di Saudi, tidak pernah menemukan harga mushaf Al-Quran seharga 80 Riyal. Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" tulis Randy dalam postingannya.

Randy merinci, harga rata-rata di toko berkisar 40-50 Riyal atau sekitar Rp180.000 hingga Rp200.000.

Di sisi lain, Randy meminta Taqy untuk membuktikan secara transparan 3000 mushaf yang diperoleh nya di Makkah dan Madinah ke publik.

"Berani tidak posting feed video dagangan Anda, polisi Makkah dan Madinah tinggal saya mention nanti," tandasnya.

Buntut dari kontroversi itu, kini undangan secara terbuka untuk tabayyun atau klarifikasi telah dilayangkan oleh Taqy Malik.

Undangan Secara Terbuka untuk Tabayyun

Dalam postingan Instagram @taqy_malik, pada Selasa, 17 Februari 2026, Taqy telah membagikan undangan tabayyun secara terbuka kepada Randy Permana.

Taqy mengajak Randy duduk bersama dalam forum live Instagram untuk meluruskan segala tuduhan, mulai dari mark up harga hingga isu distribusi wakaf.

"Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa," tulis Taqy dalam surat terbukanya.

Taqy juga menjamin akan memfasilitasi forum tersebut agar berjalan bermartabat dan penuh tanggung jawab.

"Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadirkan kebenaran," tandasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari kedua pihak atas undangan tabayyun secara terbuka tersebut.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.