Innalillahi, Dokter Palestina Spesialis Anestesi Lulusan UNS Solo Gugur Saat Gaza Dibombardir Zionis Israel

AKURAT.CO - Berita duka datang dari Jalur Gaza. Seorang dokter spesialis anestesi asal Palestina yang juga merupakan lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) gugur saat kawasan Gaza dibombardir pasukan zionis Israel.
Dokter bernama dr Mueen Al Shurafa SpAn, dikabarkan gugur usai rumahnya di wilayah Gaza terkena serangan udara dari pasukan Israel.
Kabar duka itu disampaikan salah satu rekan dr Mueen, dr Aan Kusumandaru melalui akun X (Twitter) miliknya.
Baca Juga: 6 Tips Bikin Cewek Betah Ngobrol Dengan Kamu, Cocok untuk Cari Gebetan
"Innalillahi wainaillahirajiun, Telah berpulang dr Mueen Al Shurafa, spesialis anestesi palestine lulusan indonesia. Rumahnya terkena bom Israel. InsyaAllah Syahid," tulis Aan melalui akun X.com
Lebih lanjut, dokter Aan juga membagikan percakapan terakhir dengan dr Mueen lewat pesan singkat.
Dimana dr Mueen mengatakan bahwa wilayah Gaza saat itu diblokade dan sistem perbankan tidak berfungsi sehingga orang luar tidak bisa mengirimkan bantuan uang.
Dr Aan mengungkapkan kalau dr Mueen adalah sosok dokter yang baik dan berani, terlebih ia bertugas di wilayah konflik.
"Banyak memori baik tentang dr Mueen, tapi yang paling ingin saya sebarkan adalah jiwa patriot dan pemberaninya beliau.
Beliau setelah lulus ditawarkan untuk tinggal di Indonesia, tapi gak ada yang bisa menyurutkan keinginan untuk balik membantu warga Palestina. Doa kami untuk para syuhada," ucap Aan.
Di saat yang sama pihak Israel juga memblokir pasokan listrik, jaringan internet dan suplai bahan bakar ke Gaza.
Profil Lengkap
dr Mueen Al Shurafs adalah lulusan pendidikan dokter spesialis di UNS Surakarta dan kemudian bertugas di Rumah Sakit Kamal Adwan, Jalur Gaza.
Baca Juga: Mbak Ita: BRIDA Dorong Inovasi di Kota Semarang Dalam Penelitian dan Pengembangan Potensi Daerah
dr Mueen juga termasuk dokter asal Palestina penerima beasiswa Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).
Di UNS solo, dr Mueen mengambil jurusan studi Anestesiologi dan Reanimasi, Fakultas Kedokteran UNS tahun 2013.
Ia lulus dari UNS pada 2018 untuk kemudian kembali ke Palestina sebagai dokter. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






