Jateng

Jangan Abaikan, Cobalah Tips Merawat Ban Motor: Dari Tekanan Angin hingga Penyimpanan

Theo Adi Pratama | 19 September 2026, 14:19 WIB
Jangan Abaikan, Cobalah Tips Merawat Ban Motor: Dari Tekanan Angin hingga Penyimpanan

JATENG.AKURAT.CO, Ban adalah satu-satunya komponen motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Fungsinya sangat vital: menopang beban, menyalurkan tenaga mesin, dan memastikan cengkeraman saat bermanuver.

Baik ban dalam maupun ban luar memiliki peran masing-masing. Ban luar menjadi pelindung utama sekaligus penyedia traksi, sementara ban dalam menjaga tekanan udara agar tetap stabil.

Sayangnya, banyak pemilik motor yang baru memperhatikan kondisi ban saat sudah bocor atau botak.

Padahal, perawatan rutin bisa memperpanjang usia pakai dan meningkatkan keselamatan.

Menurut data dari bengkel resmi, ban yang dirawat dengan benar bisa bertahan hingga 20.000 kilometer.

Berikut tips merawat ban dalam dan ban luar motor agar tetap awet dan aman digunakan.

Baca Juga: Panduan dan Tips Merawat Kaca Spion Motor untuk Pengendara Sehari-hari

Periksa Tekanan Angin Secara Rutin

Tekanan angin adalah faktor paling krusial dalam perawatan ban. Jika terlalu rendah, ban akan cepat panas, boros bahan bakar, dan mudah bocor.

Jika terlalu tinggi, ban menjadi keras, cengkeraman berkurang, dan rentan pecah.

Periksa tekanan angin minimal seminggu sekali atau sebelum perjalanan jauh. Gunakan alat pengukur tekanan yang akurat.

Sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan, biasanya tertera di stiker dekat rantai atau buku manual.

Untuk motor matic, tekanan depan umumnya 28-33 psi dan belakang 33-38 psi, tergantung beban.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Rawat Lampu Motor demi Keselamatan Berkendara

Bersihkan Ban dari Kerikil dan Benda Tajam

Setelah berkendara, terutama di jalan berkerikil atau berlumpur, periksa permukaan ban.

Kerikil, paku, atau pecahan kaca yang menempel bisa masuk ke dalam alur ban dan menyebabkan kebocoran halus.

Gunakan obeng tumpul atau alat khusus untuk mengeluarkan benda asing tersebut.

Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak karet. Jika menemukan paku yang menancap, jangan langsung dicabut sebelum ke bengkel karena bisa menyebabkan ban kempis mendadak.

Baca Juga: Jangan Remehkan Busi! Ini Tips Merawatnya agar Motor Tetap Prima

Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Sinar ultraviolet dari matahari mempercepat penuaan karet. Ban yang sering terpapar sinar matahari akan cepat keras, retak, dan kehilangan elastisitas.

Jika memungkinkan, parkir motor di tempat teduh atau gunakan sarung motor.

Hindari juga menyimpan ban cadangan di tempat terbuka dalam waktu lama. Untuk ban dalam, simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung.

Jaga Kebersihan dan Hindari Cairan Kimia

Bersihkan ban secara rutin dengan air dan sabun ringan. Hindari menggunakan pelarut, bensin, atau oli yang bisa merusak karet. Setelah dicuci, keringkan dengan kain.

Jangan biarkan ban terkena cairan kimia keras seperti minyak rem atau cairan pembersih mesin.

Jika terkena, segera bilas dengan air bersih. Kebersihan ban tidak hanya menjaga penampilan, tetapi juga membantu mendeteksi kerusakan dini.

Baca Juga: Jangan Abaikan Cakram! Ini Tips Merawat Cakram Motor agar Tetap Pakem

Cek Ketebalan Alur (Tread Depth)

Alur ban berfungsi mengalirkan air saat hujan. Jika alur sudah tipis, ban kehilangan cengkeraman di jalan basah dan rawan selip.

Periksa ketebalan alur dengan alat ukur tread depth gauge. Batas minimal biasanya 1,6 mm.

Jika sudah mendekati batas, segera ganti ban. Ban botak sangat berbahaya, terutama saat pengereman mendadak di jalan licin.

Kapan Harus ke Bengkel?

Jika ban sering bocor meski sudah ditambal, atau terasa bergetar saat berkendara, segera ke bengkel.

Mekanik akan memeriksa kondisi ban dalam dan luar secara menyeluruh.

Jangan menunda perbaikan karena bisa membahayakan keselamatan.

Lakukan rotasi ban secara berkala, meskipun untuk motor jarang dilakukan.

Ganti ban dalam setiap kali mengganti ban luar untuk memastikan performa optimal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.