Dari Lahan Pembangunan, Pakuwon Mall Semarang Jadi Harapan Ekonomi Baru yang Tumbuh di Tinjomoyo

JATENG.AKURAT.CO, Sebelum deretan toko, restoran, ruang hiburan, dan berbagai aktivitas ekonomi hadir di Pakuwon Mall Semarang, kawasan Gombel Lama saat ini masih menjadi bagian dari proses panjang pembangunan.
Namun, bagi masyarakat Tinjomoyo, proyek tersebut sudah mulai menghadirkan sebuah harapan: terbukanya kesempatan ekonomi baru di lingkungan mereka.
Harapan itu menjadi salah satu pesan yang dibawa Pakuwon Mall Semarang ketika membagikan 750 paket sembako kepada keluarga di RW 05 dan RW 06 Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (17/9/2026).
Bantuan berisi beras, gula, minyak, dan mi instan tersebut menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bertema “Berbagi untuk Sesama – Menjalin Silaturahmi dalam Kebersamaan.”
Bagi perusahaan, kegiatan itu bukan sekadar agenda sosial. Pertemuan dengan warga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun hubungan yang diharapkan dapat berlangsung dalam jangka panjang, seiring perjalanan pembangunan Pakuwon Mall Semarang.
Head of HR Pakuwon Group, Iful Novianto, mengatakan perusahaan ingin memastikan kehadiran Pakuwon Mall Semarang nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Kami hadir hari ini bukan hanya untuk berbagi 750 paket sembako, tetapi yang lebih penting adalah untuk menjalin silaturahmi dan membangun hubungan yang semakin dekat dan hangat dengan masyarakat sekitar. Kami berharap perusahaan dan masyarakat dapat terus berjalan dan tumbuh bersama,” ujar Iful.
Pakuwon Mall Semarang dikembangkan di atas lahan seluas 18,2 hektare dan saat ini masih berada dalam tahap pematangan lahan. Pusat perbelanjaan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
Dalam rentang waktu menuju beroperasinya mall tersebut, aktivitas pembangunan diperkirakan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar. Sekitar 2.000 hingga 3.000 tenaga kerja konstruksi dan pendukungnya diperkirakan terlibat selama proses pembangunan.
Ketika mall mulai beroperasi, peluang kerja diperkirakan semakin luas, mencapai sekitar 10.000 tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung. Kesempatan tersebut mencakup tenaga kerja pada pengelola, tenant, hingga berbagai layanan pendukung.
Dampaknya juga diharapkan merembet ke usaha-usaha masyarakat yang berada di sekitar kawasan.
Munculnya pekerja dan aktivitas perdagangan dapat menciptakan kebutuhan baru terhadap tempat tinggal, makanan, transportasi, jasa parkir, hingga berbagai usaha kecil. Dari sinilah perusahaan melihat peluang terbentuknya ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar.
“Ketika Mall ini tumbuh, kami berharap akan ada ekosistem ekonomi baru yang ikut tumbuh di sekitar kita. Bagi kami, perusahaan berkembang tentu harus berjalan seiring dengan kesempatan masyarakat untuk berkembang dan merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” kata Iful.
Karena itu, hubungan dengan masyarakat menjadi salah satu bagian yang terus dijaga perusahaan sejak masa pembangunan.
Iful mengatakan, perusahaan memahami bahwa proyek tersebut tidak berdiri di ruang kosong. Ada masyarakat yang telah lebih dahulu tinggal dan menjalankan aktivitas kehidupan di kawasan tersebut.
“Kami menyadari bahwa saat ini kami masih dalam tahap pembangunan. Namun sejak awal, kami memiliki komitmen untuk terus berjalan dalam kebersamaan dengan masyarakat sampai nantinya Mall ini berdiri dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi dan sosial Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik secara khusus, dan Kota Semarang secara umum,” tuturnya.
Kegiatan CSR pada September ini menjadi program kedua Pakuwon Mall Semarang sepanjang 2026. Sebelumnya, perusahaan juga melaksanakan kegiatan CSR pada Ramadan 1447 Hijriah.
Pembagian sembako tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proses membangun sebuah kawasan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik. Ada hubungan sosial yang perlu dirawat sejak awal agar pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat sekitar.
Bagi Tinjomoyo, cerita tentang Pakuwon Mall Semarang pun belum selesai. Saat ini mungkin yang terlihat masih berupa lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan. Namun di balik proses tersebut, terdapat bayangan tentang lapangan pekerjaan, tumbuhnya usaha kecil, meningkatnya aktivitas ekonomi, dan peluang baru yang dapat dirasakan masyarakat.
Harapan itulah yang ingin diwujudkan Pakuwon melalui semangat “TOGETHER WE GROW”—bahwa pertumbuhan perusahaan diharapkan berjalan beriringan dengan berkembangnya lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Sehingga ketika Pakuwon Mall Semarang benar-benar berdiri pada 2029, keberadaannya diharapkan tidak hanya menjadi penanda hadirnya pusat perbelanjaan baru di Kota Semarang, tetapi juga menjadi bagian dari cerita bagaimana sebuah kawasan dan masyarakat di sekitarnya tumbuh bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Siapa Suahasil Nazara Pengganti Purbaya? Sosok yang Dipercaya Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Cek Profil Instagram Kekayaan
- 2FAR Adukan Dugaan Suap Perizinan Pakuwon Mall Gombel Lama ke KPK, 19 Rumah Warga Rusak Disorot
- 3Rabu 16 September 2026 Dipercaya Hari Baik untuk Hajatan? Ini Kata Primbon Jawa dan Kalender Bali
- 4Cek Hari Baik Pernikahan: 15 September 2026 Termasuk Hari Buruk Menurut Weton Jawa
- 5Lima Kejadian Kebakaran di Sekitar Jalur KA, KAI Daop 4 Perkuat Kewaspadaan
- 6Selasa Kliwon 15 September 2026: Hari Baik Pindah Rumah atau Justru Pantangan?
- 7Sekam Padi dan Tongkol Jagung Tak Lagi Terbuang, Tim Ekspedisi Patriot Undip Sulap Jadi Biochar di Papua
- 8GP Ansor Jateng Desak Aparat Berantas Galian C Ilegal, Narkoba, dan Judol
- 9Merencanakan Buat Pindah Rumah? Simak Dulu Hitungan Weton Rabu Legi 16 September 2026 Menurut Primbon Jawa
- 10Bursa Januari 2027: Liverpool Siapkan Daftar Target Gelandang, Camara Jadi Prioritas





