Jateng

Cek Hari Baik Pernikahan: 15 September 2026 Termasuk Hari Buruk Menurut Weton Jawa

Theo Adi Pratama | 15 September 2026, 10:15 WIB
Cek Hari Baik Pernikahan: 15 September 2026 Termasuk Hari Buruk Menurut Weton Jawa
Foto Ilustrasi - Generated by Gemini AI

JATENG.AKURAT.CO, Bagi sebagian masyarakat Jawa, pernikahan bukan sekadar ajang mengikat janji suci, melainkan juga momen sakral yang harus dipersiapkan dengan matang, termasuk dalam memilih hari.

Penentuan hari baik untuk pernikahan masih menjadi tradisi yang dipegang teguh oleh banyak keluarga, dengan berpedoman pada perhitungan Primbon Jawa.

Lantas, bagaimana dengan hari ini, Selasa 15 September 2026? Berdasarkan penanggalan Jawa, tanggal ini jatuh pada Selasa Kliwon, dengan neptu 11 yang diperoleh dari nilai hari Selasa (3) dan pasaran Kliwon (8).

Dalam khazanah Primbon Jawa, Selasa Kliwon sering dikategorikan sebagai hari yang kurang baik, bahkan termasuk dalam daftar hari buruk untuk melangsungkan pernikahan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Selasa Kliwon 15 September 2026: Hari Baik Pindah Rumah atau Justru Pantangan?

Selasa Kliwon dalam Daftar Hari Buruk Pernikahan

Menurut kepercayaan Jawa yang diwariskan secara turun-temurun, tidak semua hari cocok untuk menggelar hajatan besar seperti pernikahan.

Dalam kitab Primbon, Selasa Kliwon termasuk dalam hari yang buruk (ala) untuk menikah, bersama dengan Minggu Pahing, Sabtu Pon, Jumat Wage, Senin Legi, dan Kamis Wage.

Alasan utamanya adalah karena weton ini dianggap memiliki energi yang kurang mendukung untuk memulai kehidupan baru bersama.

Hari Selasa Kliwon juga sering dikaitkan dengan karakter spiritual yang kuat serta kepekaan batin, namun energi tersebut dinilai tidak selaras dengan ikatan pernikahan yang mengutamakan ketenangan dan keharmonisan.

Neptu 11 dan Pantangan Tanggal 15

Selain weton, perhitungan neptu juga menjadi pertimbangan penting. Neptu Selasa Kliwon adalah 11, hasil penjumlahan nilai hari Selasa (3) dan pasaran Kliwon (8).

Dalam beberapa sumber Primbon, tanggal-tanggal tertentu di setiap bulan dipercaya sebagai tanggal buruk untuk pernikahan. Untuk bulan Bakda Mulud, tanggal yang termasuk buruk adalah 15, 25, 10, dan 20.

Karena 15 September 2026 jatuh pada bulan Bakda Mulud (2 Bakda Mulud 1960), maka tanggal ini masuk dalam daftar tanggal yang sebaiknya dihindari untuk akad nikah.

Jika Pernikahan Tetap Harus Dilangsungkan

Meskipun Primbon menyarankan untuk menghindari tanggal ini, tidak semua orang bisa dengan mudah memindahkan jadwal pernikahan yang sudah direncanakan jauh hari.

Jika pernikahan tetap harus dilangsungkan pada 15 September 2026, ada beberapa catatan yang bisa dipertimbangkan. Dalam tradisi Jawa, jika hari yang dipilih kurang baik, seringkali dianjurkan untuk memilih jam yang lebih baik dalam hari tersebut.

Selain itu, memperbanyak doa, sedekah, dan memohon restu dari orang tua serta sesepuh keluarga menjadi bentuk ikhtiar batin agar pernikahan tetap diberkahi.

Beberapa praktisi Primbon juga menyarankan untuk menghindari arah tertentu saat prosesi, meskipun hal ini sangat bergantung pada perhitungan weton masing-masing pasangan.

Rekomendasi Hari Baik Menikah di September 2026

Bagi Anda yang masih memiliki fleksibilitas untuk memilih tanggal, Primbon Jawa merekomendasikan sejumlah hari baik untuk pernikahan sepanjang September 2026.

Beberapa sumber menyebutkan tanggal-tanggal berikut sebagai hari baik untuk hajatan besar, termasuk pernikahan:

  • 2 September 2026 (Rabu Pahing, Neptu 16) — cocok untuk lamaran atau akad nikah

  • 3 September 2026 (Kamis Pon, Neptu 15)

  • 5 September 2026 (Sabtu Kliwon, Neptu 17) — hari baik untuk hajatan

  • 17 September 2026 (Kamis Pahing, Neptu 17) — disebut sebagai salah satu pilihan terbaik untuk hajatan

  • 23 September 2026 (Rabu Pon, Neptu 14)

  • 30 September 2026 (Rabu Kliwon, Neptu 15)

Sementara itu, tanggal-tanggal yang sebaiknya dihindari untuk pernikahan menurut Primbon adalah 7, 18, 19, dan 20 September 2026.

Memahami Primbon sebagai Kearifan Lokal

Pada akhirnya, Primbon Jawa bukanlah aturan mutlak yang harus dipatuhi tanpa pertimbangan. Ia adalah warisan budaya yang mendorong kehati-hatian, perencanaan yang matang, dan rasa syukur sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan neptu dengan keberhasilan rumah tangga. Namun, bagi banyak keluarga, berpegang pada tradisi memberikan ketenangan batin dan keyakinan bahwa pernikahan akan berjalan dengan lancar.

Yang terpenting, niat baik, komitmen, dan doa tetap menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.