Jateng

Jangan Anggap Remeh, Rawat Lampu Motor demi Keselamatan Berkendara

Theo Adi Pratama | 19 September 2026, 08:08 WIB
Jangan Anggap Remeh, Rawat Lampu Motor demi Keselamatan Berkendara
Tips merawat lampu motor

JATENG.AKURAT.CO, Lampu motor adalah komponen yang sering luput dari perhatian. Padahal, fungsinya sangat vital, terutama saat berkendara di malam hari atau kondisi hujan.

Lampu depan menerangi jalan, lampu belakang memberi isyarat pada pengendara lain, dan lampu sein menjadi penanda saat berbelok.

Jika lampu mati atau redup, risiko kecelakaan bisa meningkat drastis. Data dari kepolisian menunjukkan bahwa banyak kecelakaan lalu lintas terjadi karena kurangnya visibilitas, salah satunya akibat lampu kendaraan yang tidak berfungsi dengan baik.

Sayangnya, masih banyak pemilik motor yang baru sadar lampunya bermasalah saat sudah di jalan.

Padahal, perawatan lampu motor tidaklah sulit dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Berikut tips merawat lampu motor agar tetap terang, awet, dan aman digunakan.

Baca Juga: Jangan Abaikan Cakram! Ini Tips Merawat Cakram Motor agar Tetap Pakem

Kenali Penyebab Lampu Motor Cepat Rusak

Sebelum masuk ke tips, penting mengetahui penyebab umum lampu motor cepat mati atau redup.

Pertama, kualitas bohlam yang rendah. Kedua, getaran mesin yang berlebihan sehingga filamen lampu cepat putus.

Ketiga, tegangan aki yang tidak stabil. Keempat, kabel atau soket yang lembap dan berkarat.

Kelima, kaca lampu yang kotor atau buram. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa lebih sigap melakukan pencegahan.

Baca Juga: Jangan Remehkan Busi! Ini Tips Merawatnya agar Motor Tetap Prima

Bersihkan Kaca Lampu Secara Rutin

Kaca lampu yang kotor membuat cahaya tidak maksimal. Debu, lumpur, dan sisa air hujan yang mengering bisa menghalangi pancaran sinar.

Bersihkan lampu motor minimal seminggu sekali. Gunakan kain microfiber dan air bersih. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang bisa merusak lapisan pelindung.

Jika kaca lampu sudah buram, gunakan pasta gigi atau poles khusus untuk mengembalikan kilapnya.

Periksa dan Ganti Bohlam Sesuai Jadwal

Bohlam lampu motor memiliki umur pakai. Umumnya, bohlam halogen bertahan sekitar 500–1.000 jam pemakaian.

Jika sudah mendekati waktu tersebut, sebaiknya ganti meskipun masih menyala. Jangan tunggu sampai mati di tengah jalan.

Pilih bohlam dengan kualitas baik dan sesuai spesifikasi motor.

Untuk motor yang sering digunakan malam hari, pertimbangkan bohlam LED yang lebih tahan lama dan hemat daya.

Cek Sistem Kelistrikan dan Aki

Lampu yang redup sering disebabkan oleh aki yang lemah atau kabel yang bermasalah.

Periksa tegangan aki secara berkala. Jika di bawah standar, isi ulang atau ganti aki.

Bersihkan terminal aki dari kerak putih. Periksa juga kabel lampu, pastikan tidak ada yang terkelupas atau kendor.

Soket yang lembap bisa menyebabkan korsleting. Gunakan isolasi atau pelindung untuk mencegah air masuk.

Setel Posisi Lampu agar Tidak Menyilaukan

Lampu yang terlalu tinggi atau rendah bisa menyilaukan pengendara lain atau tidak menerangi jalan dengan optimal. Setel posisi lampu depan sesuai standar.

Umumnya, sinar lampu harus jatuh sekitar 10–15 meter di depan motor.

Lakukan penyetelan di tempat gelap dengan dinding sebagai patokan. Jika ragu, minta bantuan mekanik.

Kapan Harus ke Bengkel?

Jika lampu motor sering mati meski bohlam baru, ada masalah pada sistem kelistrikan.

Bisa jadi kiprok, spul, atau kabel yang rusak. Jangan mencoba memperbaiki sendiri jika tidak paham. Segera bawa ke bengkel terpercaya.

Mekanik akan melakukan diagnosa menyeluruh. Jangan menunda karena lampu yang mati sangat berbahaya, terutama saat berkendara malam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.