GIIAS Semarang 2026 Bawa 19 Merek, 7 Nama Ini Jadi Magnet Baru Pecinta Otomotif

JATENG.AKURAT.CO Pecinta otomotif di Jawa Tengah bakal mendapat kesempatan melihat lebih banyak pilihan kendaraan dan teknologi terbaru ketika GIIAS Semarang 2026 kembali digelar.
Memasuki penyelenggaraan kelima, pameran otomotif tersebut membawa 19 merek kendaraan global yang terdiri dari kendaraan penumpang dan sepeda motor.
GIIAS Semarang 2026 akan berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Muladi Dome UNDIP, Semarang.
Jumlah merek yang hadir menjadi salah satu daya tarik utama pameran tahun ini. Tak hanya menghadirkan nama-nama yang sudah dikenal masyarakat, GIIAS Semarang juga kembali diramaikan sejumlah merek yang sebelumnya belum atau tidak hadir dalam penyelenggaraan sebelumnya.
19 Merek Ramaikan GIIAS Semarang
Dari total 19 merek yang berpartisipasi, 18 merek berasal dari kategori kendaraan penumpang, sementara satu merek lainnya mewakili kategori sepeda motor.
Deretan merek kendaraan penumpang yang akan hadir yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leap Motor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, Vinfast, dan Wuling.
Sementara kategori sepeda motor akan diwakili Polytron.
Kehadiran 19 merek tersebut membuat masyarakat Jawa Tengah memiliki kesempatan untuk melihat langsung berbagai kendaraan yang sebelumnya telah diperkenalkan di kota-kota lain dalam rangkaian GIIAS The Series.
Namun, ada hal lain yang membuat penyelenggaraan tahun ini menarik.
Tujuh Merek Jadi Perhatian
Dari deretan peserta tersebut, terdapat tujuh merek yang menjadi tambahan menarik dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026.
Ketujuh merek tersebut adalah Changan, Geely, Jetour, KIA, Leap Motor, Omoda Jaecoo, dan Polytron.
Kehadiran mereka memperluas pilihan kendaraan yang dapat dijumpai pengunjung selama pameran berlangsung.
Tidak hanya soal merek, perkembangan teknologi kendaraan juga menjadi bagian penting dari GIIAS Semarang 2026.
Sejumlah merek yang berpartisipasi diketahui membawa teknologi kendaraan elektrifikasi yang semakin berkembang di pasar Indonesia.
Hal ini membuat pameran tidak sekadar menjadi tempat melihat model kendaraan baru, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan teknologi otomotif yang tengah bergerak menuju era elektrifikasi.
Jawa Tengah Jadi Pasar yang Diperhitungkan
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam perkembangan industri otomotif nasional.
Menurutnya, data penjualan hingga April 2026 menunjukkan Jawa Tengah telah mencatatkan penjualan sebanyak 14.195 unit.
Angka tersebut berkontribusi sekitar 5,1 persen terhadap total penjualan kendaraan secara nasional.
“Jawa Tengah memiliki peluang yang sangat besar bagi industri otomotif nasional. Data penjualan nasional menunjukkan bahwa hingga April 2026, Jawa Tengah berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 14.195 unit, atau menyumbang sekitar 5,1% dari total penjualan kendaraan secara nasional,” ujar Kukuh.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan GAIKINDO terus menjadikan Semarang sebagai bagian penting dalam rangkaian GIIAS The Series.
Penyelenggaraan pameran diharapkan dapat memperluas pasar otomotif sekaligus mempertemukan masyarakat dengan perkembangan terbaru industri kendaraan.
Investasi Rp15 Triliun Ikut Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Selain dari sisi penjualan, perkembangan industri otomotif Jawa Tengah juga ditopang oleh pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.
Kukuh menyebut masuknya investasi sekitar Rp15 triliun ke Kawasan Industri Seafer (KIS) di Kabupaten Kendal pada 15 Juni 2026 menjadi salah satu indikasi perkembangan industri otomotif dan kendaraan listrik di wilayah tersebut.
Investasi itu mencakup pengembangan sejumlah komponen yang berkaitan dengan kendaraan listrik, mulai dari baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.
“Kuatnya potensi pasar di daerah ini ditambah dengan dukungan investor dalam mendukung perkembangan industri otomotif, khususnya kendaraan listrik di wilayah Kabupaten Kendal menjadi bukti tingginya minat dan daya beli masyarakat Jawa Tengah,” kata Kukuh.
Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026 memiliki konteks yang lebih luas.
Pameran bukan hanya menjadi ajang promosi kendaraan, tetapi juga bagian dari ekosistem industri yang tengah berkembang di Jawa Tengah.
Tiket Presale Mulai Rp15 Ribu
Pengunjung yang ingin datang ke GIIAS Semarang 2026 juga mendapat kesempatan memperoleh tiket dengan harga khusus.
Pada periode presale 16–18 September 2026, tiket tersedia melalui aplikasi Auto360 dengan promo Buy 1 Get 1 seharga Rp15.000. Promo tersebut berlaku untuk kunjungan weekdays maupun weekends sesuai ketentuan penyelenggara.
Sementara bagi pengunjung yang membeli tiket langsung di lokasi pameran, harga tiket ditetapkan Rp20.000 untuk weekdays dan Rp30.000 untuk weekend.
Selain deretan kendaraan, GIIAS Semarang 2026 juga akan diramaikan berbagai kegiatan dan kehadiran sponsor.
Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) kembali menjadi Platinum Financial Partner. Sementara Kopi Kenangan turut hadir sebagai salah satu sponsor.
Semarang Jadi Kota Keempat GIIAS The Series 2026
GIIAS Semarang merupakan bagian dari rangkaian GIIAS The Series 2026 yang digelar di sejumlah kota besar Indonesia.
Setelah penyelenggaraan di ICE BSD Tangerang, Surabaya, dan Bandung, rangkaian tersebut berlanjut ke Semarang.
GIIAS Semarang akan berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome UNDIP.
Setelah Semarang, rangkaian GIIAS The Series 2026 akan ditutup melalui GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.
Tak berhenti di lima kota pada rangkaian 2026, GAIKINDO juga memperluas jangkauan pameran ke wilayah baru.
GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali.
Kehadiran Bali menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan GIIAS ke wilayah Indonesia bagian timur.
Dengan membawa 19 merek kendaraan dan tujuh merek yang menjadi tambahan menarik bagi pengunjung, GIIAS Semarang 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu titik penting untuk melihat bagaimana pasar otomotif Jawa Tengah berkembang, terutama di tengah semakin kuatnya arah industri menuju kendaraan elektrifikasi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1FAR Adukan Dugaan Suap Perizinan Pakuwon Mall Gombel Lama ke KPK, 19 Rumah Warga Rusak Disorot
- 2Rabu 16 September 2026 Dipercaya Hari Baik untuk Hajatan? Ini Kata Primbon Jawa dan Kalender Bali
- 3Cek Hari Baik Pernikahan: 15 September 2026 Termasuk Hari Buruk Menurut Weton Jawa
- 4Dari Lahan Pembangunan, Pakuwon Mall Semarang Jadi Harapan Ekonomi Baru yang Tumbuh di Tinjomoyo
- 5Terjawab! Ini Penyebab Persija Terusir dari SUGBK dan JIS, Pilih Stadion Wayan Dipta Hadapi Java United
- 6Sekam Padi dan Tongkol Jagung Tak Lagi Terbuang, Tim Ekspedisi Patriot Undip Sulap Jadi Biochar di Papua
- 7Merencanakan Buat Pindah Rumah? Simak Dulu Hitungan Weton Rabu Legi 16 September 2026 Menurut Primbon Jawa
- 8Lima Kejadian Kebakaran di Sekitar Jalur KA, KAI Daop 4 Perkuat Kewaspadaan
- 9Selasa Kliwon 15 September 2026: Hari Baik Pindah Rumah atau Justru Pantangan?
- 10GIIAS Semarang 2026 Bawa 19 Merek, 7 Nama Ini Jadi Magnet Baru Pecinta Otomotif




